alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Kereta Kuda Siap Ramaikan Kawasan Heritage

DENPASAR, BALI EXPRESS – Setelah Dokar Gratis yang diberdayakan oleh Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Denpasar, kini kawasan heritage city siap diramaikan oleh moda transportasi lainnya. Adalah kendaraan tradisional berupa dua kereta kuda yang dirancang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar.

Kadishub Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, Rabu (2/12) mengungkapkan bahwa pihaknya memang diminta untuk menambah moda transportasi tradisional penunjang kawasan wisata di Kota Denpasar.

Dikatakan Sriawan, kereta kuda tersebut memiliki rute yang sama dengan dokar yang selama ini sudah beroperasi yakni mengelilngi kawasan heritage city dari Jalan Merdeka mengelilingi Pura Jagathnata dan Rute Jalan Merdeka Gajah Mada dan Jalan Veteran. “Ini memang ada permintaan dari Walikota, jadi kami realisasikan dengan membuat kereta kuda nantinya,” ungkap Sriawan.

Sriawan mengatakan, kereta kuda ini perbedaannya memiliki 4 roda dengan tingkat keamanan yang sudah diujicoba. Selain itu, jumlah penumpang yang bisa diangkut sebanyak 4 orang dengan ditarik oleh satu kuda saja. Moda transportasi tradisional ini dibangkitkan sebagai daya tarik nantinya selain transportasi dokar.

Dishub, menurut dia, sudah memiliki rencana untuk memulai pengoperasian kereta kuda tersebut pada awal Januari 2021. Namun yang perlu dilengkapi saat ini tinggal kuda yang masih akan dikoordinasikan dengan Persatuan Dokar Denpasar (Perdoden) untuk peminjaman. “Baru keretanya saja. Kudanya masih akan komunikasikan dengan Perdoden. Begitu juga masalah tarif, masih diskusikan seperti apa yang akan dikenakan sekali naik kereta kuda itu,” jelasnya.

Dalam hal ini, Sriawan mengatakan kereta kuda ini bukan hanya terintegrasi dengan dokar lainnya tetapi juga dengan Bus Trans Metro Dewata yang juga masuk dalam jalur heritage city. Wisatawan yang naik bus menuju kawasan Gajah Mada selain berbelanja juga nantinya bisa menikmati keliling menggunakan kereta kuda.

Begitu juga pesepeda juga melalui jalur tersebut, jadi nantinya diharapkan dengan banyak jenis moda transportasi ini bisa menghiasi dan membuat hidup suasana pusat kota.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Setelah Dokar Gratis yang diberdayakan oleh Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kota Denpasar, kini kawasan heritage city siap diramaikan oleh moda transportasi lainnya. Adalah kendaraan tradisional berupa dua kereta kuda yang dirancang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar.

Kadishub Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, Rabu (2/12) mengungkapkan bahwa pihaknya memang diminta untuk menambah moda transportasi tradisional penunjang kawasan wisata di Kota Denpasar.

Dikatakan Sriawan, kereta kuda tersebut memiliki rute yang sama dengan dokar yang selama ini sudah beroperasi yakni mengelilngi kawasan heritage city dari Jalan Merdeka mengelilingi Pura Jagathnata dan Rute Jalan Merdeka Gajah Mada dan Jalan Veteran. “Ini memang ada permintaan dari Walikota, jadi kami realisasikan dengan membuat kereta kuda nantinya,” ungkap Sriawan.

Sriawan mengatakan, kereta kuda ini perbedaannya memiliki 4 roda dengan tingkat keamanan yang sudah diujicoba. Selain itu, jumlah penumpang yang bisa diangkut sebanyak 4 orang dengan ditarik oleh satu kuda saja. Moda transportasi tradisional ini dibangkitkan sebagai daya tarik nantinya selain transportasi dokar.

Dishub, menurut dia, sudah memiliki rencana untuk memulai pengoperasian kereta kuda tersebut pada awal Januari 2021. Namun yang perlu dilengkapi saat ini tinggal kuda yang masih akan dikoordinasikan dengan Persatuan Dokar Denpasar (Perdoden) untuk peminjaman. “Baru keretanya saja. Kudanya masih akan komunikasikan dengan Perdoden. Begitu juga masalah tarif, masih diskusikan seperti apa yang akan dikenakan sekali naik kereta kuda itu,” jelasnya.

Dalam hal ini, Sriawan mengatakan kereta kuda ini bukan hanya terintegrasi dengan dokar lainnya tetapi juga dengan Bus Trans Metro Dewata yang juga masuk dalam jalur heritage city. Wisatawan yang naik bus menuju kawasan Gajah Mada selain berbelanja juga nantinya bisa menikmati keliling menggunakan kereta kuda.

Begitu juga pesepeda juga melalui jalur tersebut, jadi nantinya diharapkan dengan banyak jenis moda transportasi ini bisa menghiasi dan membuat hidup suasana pusat kota.


Most Read

Artikel Terbaru

/