alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Pemkab Karangasem Kewalahan Bayar Listrik PJU Rp 500 Juta

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Lampu-lampu yang menerangi jalanan di Karangasem tiap malam rupanya menyedot anggaran yang tak sedikit setiap bulan. Pemkab Karangasem harus keluarkan anggaran hampir Rp 500 juta tiap bulan untuk bayar tagihan listrik lampu penerangan jalan umum (PJU).

Jadi dalam setahun dibutuhkan anggaran Rp 6,2 miliar lebih khusus untuk rekening listrik. Belum untuk pengadaan dan perbaikan. Besaran itu tidak menentu berdasarkan pemakaian daya. Ada sekitar 3.990 PJU di Karangasem. “Yang membayar Pemkab,” kata Kepala Dinas Perhubungan Karangasem Ida Bagus Putu Suastika, Rabu (1/12).

Suastika menuturkan, tagihan listrik PJU yang diperkirakan Rp 490 juta sebulan bisa saja meningkat sedikit sampai Rp 520 juta karena pemakaian yang tak menentu. Bahkan peningkatan ini dirasakan apabila ada penambahan penerangan. Semakin banyak lampu, semakin banyak daya, maka akan semakin meningkat anggaran tagihannya.

Di samping itu, lampu PJU di Karangasem sebagian besar masih memakai panel listrik. Belum lagi masih ada lampu yang menghabiskan daya cukup besar. Rencananya, Dishub Karangasem bakal menyisir beberapa lampu agar diganti memakai lampu LED biar lebih irit.

Banyak lampu yang pemakaian listriknya mubazir akibat tidak ada meterisasi sehingga ada lampu yang menyala 24 jam nonstop. Kondisi ini mengakibatkan biaya tagihan meningkat. Padahal meteran itu dapat mengatur otomatis mematikan lampu. “Pembayaran diambilkan dari pajak LPJU di Karangasem,” tegasnya.

Dia menambahkan, tahun depan, tagihan listrik PJU diperkirakan meningkat sedikit. Sebab Dishub Karangasem berencana menambah 200 unit lampu, merata di semua kecamatan.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Lampu-lampu yang menerangi jalanan di Karangasem tiap malam rupanya menyedot anggaran yang tak sedikit setiap bulan. Pemkab Karangasem harus keluarkan anggaran hampir Rp 500 juta tiap bulan untuk bayar tagihan listrik lampu penerangan jalan umum (PJU).

Jadi dalam setahun dibutuhkan anggaran Rp 6,2 miliar lebih khusus untuk rekening listrik. Belum untuk pengadaan dan perbaikan. Besaran itu tidak menentu berdasarkan pemakaian daya. Ada sekitar 3.990 PJU di Karangasem. “Yang membayar Pemkab,” kata Kepala Dinas Perhubungan Karangasem Ida Bagus Putu Suastika, Rabu (1/12).

Suastika menuturkan, tagihan listrik PJU yang diperkirakan Rp 490 juta sebulan bisa saja meningkat sedikit sampai Rp 520 juta karena pemakaian yang tak menentu. Bahkan peningkatan ini dirasakan apabila ada penambahan penerangan. Semakin banyak lampu, semakin banyak daya, maka akan semakin meningkat anggaran tagihannya.

Di samping itu, lampu PJU di Karangasem sebagian besar masih memakai panel listrik. Belum lagi masih ada lampu yang menghabiskan daya cukup besar. Rencananya, Dishub Karangasem bakal menyisir beberapa lampu agar diganti memakai lampu LED biar lebih irit.

Banyak lampu yang pemakaian listriknya mubazir akibat tidak ada meterisasi sehingga ada lampu yang menyala 24 jam nonstop. Kondisi ini mengakibatkan biaya tagihan meningkat. Padahal meteran itu dapat mengatur otomatis mematikan lampu. “Pembayaran diambilkan dari pajak LPJU di Karangasem,” tegasnya.

Dia menambahkan, tahun depan, tagihan listrik PJU diperkirakan meningkat sedikit. Sebab Dishub Karangasem berencana menambah 200 unit lampu, merata di semua kecamatan.


Most Read

Artikel Terbaru

/