alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Target Testing di Indonesia Tembus 90 Persen

JAKARTA, BALI EXPRESS – Target pelaksanaan testing atau pemeriksaan dalam strategi penanganan penyebaran Covid-19 di Indonesia sampai sejauh ini masih berada di bawah target WHO.

Meski demikian, pelaksanaan upaya untuk mendeteksi orang yang positif terpapar Covid-19 di Indonesia telah mampu menembus 90 persen dari target yang ditetapkan badan kesehatan dunia itu.

Seperti diungkapkan Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dr. Dewi Nur Aisyah, dalam talkshow atau gelarwicara dipandu dr Lula Kamal yang disiarkan dari Media Center Graha BNPB, Rabu (2/12). “Sudah mampu menembus 90 persen dari target WHO,” katanya.

Dia menjelaskan, WHO menargetkan testing dilakukan pada seribu orang perminggu dari satu juta penduduk. Dengan asumsi jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 267 juta, maka diperlukan 267 ribu orang yang diperiksa dalam setiap minggunya.

“Kenapa harus dilihat mingguan, karena satuan yang paling baik untuk melihat pencapaian itu adalah mingguan. Karena standar WHO mingguan juga,” jelasnya lagi.

Bila melihat grafik, pada Juni 2020 lalu, target pemeriksaan yang tercapai di Indonesia masih relatif rendah. Berada pada posisi 16 persen. Kemudian meningkat menjadi 30 persen pada bulan berikutnya. “Kalau lihat progress (perkembangan) berjalan cukup baik,” imbuhnya.

Di awal paparannya, dr Dewi juga menjelaskan pentingnya testing dilakukan. Sehingga kegiatan ini masuk dalam strategi yang dilakukan Pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Bahkan di negara manapun juga. “Pertama karena karakteristik Covid-19 yang mudah menular,” jelasnya.

Misalnya, sambung dia, penularan terus terjadi, namun orang yang tertular tidak merasa dirinya tertular, justru berisiko meningkatkan jumlah orang yang terinfeksi.

“Jadi pemeriksaan itu (penting) dilakukan untuk mengidentifikasi siapa saja yang tertular. Kemudian dilakukan follow up (perawatan). Mulai dari isolasi mandiri, perawatan di rumah sakit, dan contact tracing (penelusuran kontak erat,” pungkasnya.


JAKARTA, BALI EXPRESS – Target pelaksanaan testing atau pemeriksaan dalam strategi penanganan penyebaran Covid-19 di Indonesia sampai sejauh ini masih berada di bawah target WHO.

Meski demikian, pelaksanaan upaya untuk mendeteksi orang yang positif terpapar Covid-19 di Indonesia telah mampu menembus 90 persen dari target yang ditetapkan badan kesehatan dunia itu.

Seperti diungkapkan Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dr. Dewi Nur Aisyah, dalam talkshow atau gelarwicara dipandu dr Lula Kamal yang disiarkan dari Media Center Graha BNPB, Rabu (2/12). “Sudah mampu menembus 90 persen dari target WHO,” katanya.

Dia menjelaskan, WHO menargetkan testing dilakukan pada seribu orang perminggu dari satu juta penduduk. Dengan asumsi jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 267 juta, maka diperlukan 267 ribu orang yang diperiksa dalam setiap minggunya.

“Kenapa harus dilihat mingguan, karena satuan yang paling baik untuk melihat pencapaian itu adalah mingguan. Karena standar WHO mingguan juga,” jelasnya lagi.

Bila melihat grafik, pada Juni 2020 lalu, target pemeriksaan yang tercapai di Indonesia masih relatif rendah. Berada pada posisi 16 persen. Kemudian meningkat menjadi 30 persen pada bulan berikutnya. “Kalau lihat progress (perkembangan) berjalan cukup baik,” imbuhnya.

Di awal paparannya, dr Dewi juga menjelaskan pentingnya testing dilakukan. Sehingga kegiatan ini masuk dalam strategi yang dilakukan Pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Bahkan di negara manapun juga. “Pertama karena karakteristik Covid-19 yang mudah menular,” jelasnya.

Misalnya, sambung dia, penularan terus terjadi, namun orang yang tertular tidak merasa dirinya tertular, justru berisiko meningkatkan jumlah orang yang terinfeksi.

“Jadi pemeriksaan itu (penting) dilakukan untuk mengidentifikasi siapa saja yang tertular. Kemudian dilakukan follow up (perawatan). Mulai dari isolasi mandiri, perawatan di rumah sakit, dan contact tracing (penelusuran kontak erat,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/