alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Bangkit Dari Pandemi, KADIN Dorong UMKM Go Digital

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Teknologi yang berkembang saat ini sangat pesat. Bahkan beberapa platform penjualan sebagian besar telah menggunakan jasa online dalam mempromosikan produk. Terlebih di tengah pandemi saat ini teknologi sangat membantu para pelaku UMKM mempromosikan produknya. Sebab terbatas untuk mengikuti pameran secara offline. Mau tidak mau, cara digital pun harus ditempuh agar perekonomian tetap berputar.

Hal tersebut disampaikan Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kamis (2/12) siang. Dipaparkan, untuk membantu UMKM bangki dari pandemi, maka dibutuhkan kedekatan terhadap teknologi yang berkembang. “Karena dari suatu survei terlihat UMKM yang sudah terbiasa melakukan kegiatan digital itu yang bisa bertahan selama masa pandemi,” ungkapnya.

Jika perkembangan teknologi tidak dikuti, maka sedikit kemungkinan suatu pelaku usaha dapat bertahan di tengah krisisnya jaman saat ini. Kadin menginginkan lebih banyak UMKM di Indonesia terekspos secara digital. “Akhirnya nanti baik dari sisi produksi sampai kepada penjualan, tidak harus kawatir kalau ada kejadian seperti pandemi yang membatasi pergerakan atau mobilitas orang. Pemerintah kebetulan bangga buatan Indonesia yang intinya adalah digitalisasi,” kata dia.

KADIN pun memiliki target untuk meningkatkan digitalisasi bagi pelaku UMKM. Diharapkan KADIN daerah dapat mengidentifikasi produk-produk unggulan di derah masing-masing. “Targetnya ingin meningkatkan dari 15 juta menjadi 30 juta pengusaha umkm yang terdigitalisasi. Dan kami di KADIN ingin mensuport program tersebut dan sekaligus memperbesar. Untuk pengurus Kadin daerah, yang paling penting adalah bisa mengidensifikasi apa yang menjadi produk unggulan di daerah tersebut kemudian bisa mendata umkm apa saja yang sudah terlibat dalam bidang-bidang ungulan dan kemudian dari situ kita lihat apa yang masih menjadi kekurangan, kenapa sudah produknya unggulan sudah ada umkmnya tapi belum berkembang sebagaimana mestinya. Ini yang akan kami lakukan di KADIN,” ungkapnya.

KADIN berharap keinginan dari pengurusan KADIN lima tahun ke depan ini adalah dapat memberdayakan masyarakat UMKM secara terintregasi dan terkoordinasi. “Kami juga ingin agar UMKM yang dibina ini akhirnya bisa naik kelas, artinya kinerjannya membaik sehingga naik kelas dari yang mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Dan kemudian dukungan dari kadin ini akan difokuskan pada dukungan yang sifatnya be to be, jadi perusahaan dibidang digital dan star up memberikan dukungan bekerja sama dengan UMKM sehingga UMKM akan terbantu dari sisi hulu sampai kepada ilir ketika melakukan upaya untuk marketing, distribusi maupun penjualan,” tambahnya.

UMKM adalah salah satu tulang punggung dari prekonomian Indonesia baik dari kontribusi terhadap PDB yang cukup besar dan terutama pada penciptaan lapangan kerja. “Sebab potensi UMKM sangat besar tetapi yang kita inginkan tidak hanya sekedar mereka ada sebagai UMKM, tetapi sebagai umkm mereka terus berkembang. Sehingga nantinya tidak harus semuanya umkm tapi sebagian sudah bisa menjadi pengusaha yang lebih besar, lebih mandiri dan tetap bisa berkontribusi bagi perekonomian nasional,” tegasnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Teknologi yang berkembang saat ini sangat pesat. Bahkan beberapa platform penjualan sebagian besar telah menggunakan jasa online dalam mempromosikan produk. Terlebih di tengah pandemi saat ini teknologi sangat membantu para pelaku UMKM mempromosikan produknya. Sebab terbatas untuk mengikuti pameran secara offline. Mau tidak mau, cara digital pun harus ditempuh agar perekonomian tetap berputar.

Hal tersebut disampaikan Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kamis (2/12) siang. Dipaparkan, untuk membantu UMKM bangki dari pandemi, maka dibutuhkan kedekatan terhadap teknologi yang berkembang. “Karena dari suatu survei terlihat UMKM yang sudah terbiasa melakukan kegiatan digital itu yang bisa bertahan selama masa pandemi,” ungkapnya.

Jika perkembangan teknologi tidak dikuti, maka sedikit kemungkinan suatu pelaku usaha dapat bertahan di tengah krisisnya jaman saat ini. Kadin menginginkan lebih banyak UMKM di Indonesia terekspos secara digital. “Akhirnya nanti baik dari sisi produksi sampai kepada penjualan, tidak harus kawatir kalau ada kejadian seperti pandemi yang membatasi pergerakan atau mobilitas orang. Pemerintah kebetulan bangga buatan Indonesia yang intinya adalah digitalisasi,” kata dia.

KADIN pun memiliki target untuk meningkatkan digitalisasi bagi pelaku UMKM. Diharapkan KADIN daerah dapat mengidentifikasi produk-produk unggulan di derah masing-masing. “Targetnya ingin meningkatkan dari 15 juta menjadi 30 juta pengusaha umkm yang terdigitalisasi. Dan kami di KADIN ingin mensuport program tersebut dan sekaligus memperbesar. Untuk pengurus Kadin daerah, yang paling penting adalah bisa mengidensifikasi apa yang menjadi produk unggulan di daerah tersebut kemudian bisa mendata umkm apa saja yang sudah terlibat dalam bidang-bidang ungulan dan kemudian dari situ kita lihat apa yang masih menjadi kekurangan, kenapa sudah produknya unggulan sudah ada umkmnya tapi belum berkembang sebagaimana mestinya. Ini yang akan kami lakukan di KADIN,” ungkapnya.

KADIN berharap keinginan dari pengurusan KADIN lima tahun ke depan ini adalah dapat memberdayakan masyarakat UMKM secara terintregasi dan terkoordinasi. “Kami juga ingin agar UMKM yang dibina ini akhirnya bisa naik kelas, artinya kinerjannya membaik sehingga naik kelas dari yang mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Dan kemudian dukungan dari kadin ini akan difokuskan pada dukungan yang sifatnya be to be, jadi perusahaan dibidang digital dan star up memberikan dukungan bekerja sama dengan UMKM sehingga UMKM akan terbantu dari sisi hulu sampai kepada ilir ketika melakukan upaya untuk marketing, distribusi maupun penjualan,” tambahnya.

UMKM adalah salah satu tulang punggung dari prekonomian Indonesia baik dari kontribusi terhadap PDB yang cukup besar dan terutama pada penciptaan lapangan kerja. “Sebab potensi UMKM sangat besar tetapi yang kita inginkan tidak hanya sekedar mereka ada sebagai UMKM, tetapi sebagai umkm mereka terus berkembang. Sehingga nantinya tidak harus semuanya umkm tapi sebagian sudah bisa menjadi pengusaha yang lebih besar, lebih mandiri dan tetap bisa berkontribusi bagi perekonomian nasional,” tegasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/