alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Korupsi Bedah Rumah, Kades Tianyar Divonis 6 Tahun, Kaur Bebas

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sidang kasus korupsi bedah rumah di Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (2/12) memasuki agenda putusan. Majelis hakim yang diketuai Heriyanti setelah mempertimbangkan fakta persidangan memutus para terdakwa berbeda-beda. 

Kades Tianyar Barat, I Gede Agung Pasrisak Juliawan, dihukum enam tahun. Sementara tuntutan membayar uang pengganti sebesar Rp 2.256.903.050., tidak dikabulkan oleh hakim.Terdakwa juga didenda Rp 100 juta, subsider empat bulan kurungan.

Menariknya anak buah Pasrisak yang menjabat Kaur Keuagan,  I Gede Sukadana dibebaskan dari segala tuntutan.

Terdakwa lainnya, I Gede Tangun, Ketut Putrayasa dan I Gede Sujana masing-masing dijatuhi pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 50 juta, subsider empat bulan kurungan.

Semua terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan kerugian keuangan negara dalam proyek bedah rumah yang dibiayai Pemkab Badung ini. “Kami terima putusan majelis hakim,” jawab terdakwa ketika ditanya hakim atas putusan yang baru dibacakan.

Sebelumnya Pasrisak dituntut 8 tahun dan membayar kerugian keuangan negara sebesar Rp 2.256.903.050. I Gede Sukadana  dituntut lima tahun dan tiga bulan. Dia juga dituntut membayar denda Rp 100 juta, subsider enam bulan kurungan. Terdakwa Sukadana juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 1.128.451.521. Jika tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

Sementara I Gede Tangun, Ketut Putrayasa dan I Gede Sujana dituntut masing-masing selama lima tahun penjara, denda masing-masing Rp 50 juta. Ketigannya juga dituntut masing-masing membayar uang pengganti sebesar Rp 376.150.508,33. Jika tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Sidang kasus korupsi bedah rumah di Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (2/12) memasuki agenda putusan. Majelis hakim yang diketuai Heriyanti setelah mempertimbangkan fakta persidangan memutus para terdakwa berbeda-beda. 

Kades Tianyar Barat, I Gede Agung Pasrisak Juliawan, dihukum enam tahun. Sementara tuntutan membayar uang pengganti sebesar Rp 2.256.903.050., tidak dikabulkan oleh hakim.Terdakwa juga didenda Rp 100 juta, subsider empat bulan kurungan.

Menariknya anak buah Pasrisak yang menjabat Kaur Keuagan,  I Gede Sukadana dibebaskan dari segala tuntutan.

Terdakwa lainnya, I Gede Tangun, Ketut Putrayasa dan I Gede Sujana masing-masing dijatuhi pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 50 juta, subsider empat bulan kurungan.

Semua terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan kerugian keuangan negara dalam proyek bedah rumah yang dibiayai Pemkab Badung ini. “Kami terima putusan majelis hakim,” jawab terdakwa ketika ditanya hakim atas putusan yang baru dibacakan.

Sebelumnya Pasrisak dituntut 8 tahun dan membayar kerugian keuangan negara sebesar Rp 2.256.903.050. I Gede Sukadana  dituntut lima tahun dan tiga bulan. Dia juga dituntut membayar denda Rp 100 juta, subsider enam bulan kurungan. Terdakwa Sukadana juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 1.128.451.521. Jika tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

Sementara I Gede Tangun, Ketut Putrayasa dan I Gede Sujana dituntut masing-masing selama lima tahun penjara, denda masing-masing Rp 50 juta. Ketigannya juga dituntut masing-masing membayar uang pengganti sebesar Rp 376.150.508,33. Jika tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.


Most Read

Artikel Terbaru

/