alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Putu Marmar Herayukti, Pembuat Patung Ratu Ayu Mas Melanting

DENPASAR, BALI EXPRESS – Selain patung Sang Kala Tri Semaya yang berdiri megah di sisi jembatan Jalan Gajah Mada Denpasar, hadir juga sebuah karya seni yang mengagumkan lainnya. Di areal Pasar Badung turut berdiri patung setinggi 4,5 meter yakni patung perwujudan Ratu Ayu Mas Melanting. 

 

Arsitek patung ini, Putu Marmar Herayukti saat diwawancarai usai pemasangan patung mengatakan jika banyak lika-liku yang ia temui dalam proses pembuatannya. Mulai dari lokasi yang ia pilih dalam pengerjaannya sampai harus ke Jawa Tengah untuk pengerjaan tahap akhir. 

 

“Jika ditotal-total semuanya, saya menghabiskan waktu tujuh bulan dari nol sampai selesai. Pengerjaan awal saya kerjakan di Desa Mas di Ubud,” ujar Marmar.

 

Pemilihan tempat itu cukup beralasan baginya. Marmar mengaku bisa fokus mengerjakan dikala mendapat lokasi atau workshop yang tenang, damai dan nyaman serta jauh dari kebisingan. Sehingga kreatifitasnya bisa tertuang dengan sempurna. 

 

“Itu kurang lebih empat bulan untuk pengerjaan modelnya. Baru setelah itu, dicor dengan logam dan ini tidak bisa dilakukan di Bali dan saya lakukan di Jawa Tengah. Saya di Jawa itu selama satu bulan,” tuturnya.

 

Meski sudah memasuki tahap akhir, bukan berarti langsung jadi. Marmar menyebut setelah selesai di cor itu banyak melakukan perombakan lagi karena ada bagian yang miss. “Seperti mimik wajah, bibir, lekukan-lekukan dan lainnya ada yang miss. Jadi harus diperbaiki lagi,” tegasnya.

 

Mengingat patung yang ia buat tersebut adalah salah satu figur yang sangat disakralkan di Bali, Marmar mengaku banyak mendapat pengalaman yang berbau spiritual. Bagi Marmar yang merupakan debutan dalam urusan pembuatan patung, ia sama sekali tidak mendapat kendala dengan masalah yang berat. 

 

“Mungkin ini restu dari beliau juga. Semua terjadi secara kebetulan dan selalu ada jalan keluarnya. Misalnya ada kendala ini, ada kendala itu, selalu ada jalan keluarnya pas hari itu juga. Ini pengalaman luar biasa bagi saya dan saya mendapat banyak pelajaran,” tegasnya. 

 

Bagi Marmar, keberadaan patung Ratu Ayu Mas Melanting yang berdiri di Pasar Badung ini dapat memberikan pesan kepada semua orang dalam dunia perdagangan serta kehidupan dengan tetap menegakkan prinsip adil, jujur dan berbudi luhur.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Selain patung Sang Kala Tri Semaya yang berdiri megah di sisi jembatan Jalan Gajah Mada Denpasar, hadir juga sebuah karya seni yang mengagumkan lainnya. Di areal Pasar Badung turut berdiri patung setinggi 4,5 meter yakni patung perwujudan Ratu Ayu Mas Melanting. 

 

Arsitek patung ini, Putu Marmar Herayukti saat diwawancarai usai pemasangan patung mengatakan jika banyak lika-liku yang ia temui dalam proses pembuatannya. Mulai dari lokasi yang ia pilih dalam pengerjaannya sampai harus ke Jawa Tengah untuk pengerjaan tahap akhir. 

 

“Jika ditotal-total semuanya, saya menghabiskan waktu tujuh bulan dari nol sampai selesai. Pengerjaan awal saya kerjakan di Desa Mas di Ubud,” ujar Marmar.

 

Pemilihan tempat itu cukup beralasan baginya. Marmar mengaku bisa fokus mengerjakan dikala mendapat lokasi atau workshop yang tenang, damai dan nyaman serta jauh dari kebisingan. Sehingga kreatifitasnya bisa tertuang dengan sempurna. 

 

“Itu kurang lebih empat bulan untuk pengerjaan modelnya. Baru setelah itu, dicor dengan logam dan ini tidak bisa dilakukan di Bali dan saya lakukan di Jawa Tengah. Saya di Jawa itu selama satu bulan,” tuturnya.

 

Meski sudah memasuki tahap akhir, bukan berarti langsung jadi. Marmar menyebut setelah selesai di cor itu banyak melakukan perombakan lagi karena ada bagian yang miss. “Seperti mimik wajah, bibir, lekukan-lekukan dan lainnya ada yang miss. Jadi harus diperbaiki lagi,” tegasnya.

 

Mengingat patung yang ia buat tersebut adalah salah satu figur yang sangat disakralkan di Bali, Marmar mengaku banyak mendapat pengalaman yang berbau spiritual. Bagi Marmar yang merupakan debutan dalam urusan pembuatan patung, ia sama sekali tidak mendapat kendala dengan masalah yang berat. 

 

“Mungkin ini restu dari beliau juga. Semua terjadi secara kebetulan dan selalu ada jalan keluarnya. Misalnya ada kendala ini, ada kendala itu, selalu ada jalan keluarnya pas hari itu juga. Ini pengalaman luar biasa bagi saya dan saya mendapat banyak pelajaran,” tegasnya. 

 

Bagi Marmar, keberadaan patung Ratu Ayu Mas Melanting yang berdiri di Pasar Badung ini dapat memberikan pesan kepada semua orang dalam dunia perdagangan serta kehidupan dengan tetap menegakkan prinsip adil, jujur dan berbudi luhur.


Most Read

Artikel Terbaru

/