24.8 C
Denpasar
Monday, November 28, 2022

Turis Sri Lanka Tewas Tenggelam di Cristal Bay

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Perairan Nusa Penida, Klungkung kembali menelan korban jiwa. Kemarin (2/2) seorang wisatawan asal Sri Lanka, Nisal Koushika Kotinkaduwa ditemukan tewas saat snorkeling di Pantai Cristal Bay, wilayah Banjar Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida. Belum diketahui penyebab pasti tewasnya wisatawan berusia 30 tahun itu. Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ketut Suastika sebatas memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Suastika menuturkan, korban datang ke pantai sekitar pukul 14.30 wita. Korban yang tercatat menginap di sebuah hotel di kawasan Kuta, Badung  tersebut datang bersama dua rekannya. Yakni Taraka Shivantha Disanayake,22, dan Poratotage Marlon Cristo, 26. Mereka juga didampingi pemandu wisata, Khoirul Anam, 31.   Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Kompol Suastika mengatakan korban dan kedua temannya sempat selfie di pinggir pantai, sebelum akhirnya melakukan kegiatan snorkeling.

Baca Juga :  Masih Baru, Gedung BCC Bocor, Peranti Bernilai Miliaran Basah

Sebelum ditemukan mengambang, korban dan kedua temannya sudah sempat balik ke pantai. Selang beberapa menit, korban kembali snorkeling seorang diri. Sedangkan kedua rekannya berada di pinggir pantai.  Nahas, sekitar pukul 15.30 wita, salah seorang warga Sakti I Wayan Sugianta, 29, melihat korban tenggelam sekitar 50 meter dari bibir pantai.  “Saksi ini (Wayan Sugiata) meminta warga yang ada di sekitar pantai ikut menolong korban dibawa ke pinggir pantai,” ujar Kompol Suastika. Sebagai upaya penyelamatan, korban sempat diberikan pertolongan pertama, hingga akhirnya dilarikan ke RS Pratama Nusa Penida.  “Setelah dilakukan pengecekan tim medis, korban sudah dinyatakan meninggal,” terang mantan Kapolsek Dawan, itu.

Pihaknya mengakui, kawasan itu termasuk daerah rawan. Rencananya pengelola Cristal Bay dan pihak Desa Sakti bakal dikumpulkan, membahas langkah yang harus dilakukan agar tak ada korban susulan. Misalnya dengan memasang tanda bahaya pada titik-titik tertentu. 

Baca Juga :  Belasan Mobil Digembok hingga Digembosi di Kawasan Taman Pancing

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Perairan Nusa Penida, Klungkung kembali menelan korban jiwa. Kemarin (2/2) seorang wisatawan asal Sri Lanka, Nisal Koushika Kotinkaduwa ditemukan tewas saat snorkeling di Pantai Cristal Bay, wilayah Banjar Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida. Belum diketahui penyebab pasti tewasnya wisatawan berusia 30 tahun itu. Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ketut Suastika sebatas memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Suastika menuturkan, korban datang ke pantai sekitar pukul 14.30 wita. Korban yang tercatat menginap di sebuah hotel di kawasan Kuta, Badung  tersebut datang bersama dua rekannya. Yakni Taraka Shivantha Disanayake,22, dan Poratotage Marlon Cristo, 26. Mereka juga didampingi pemandu wisata, Khoirul Anam, 31.   Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Kompol Suastika mengatakan korban dan kedua temannya sempat selfie di pinggir pantai, sebelum akhirnya melakukan kegiatan snorkeling.

Baca Juga :  Satgas Ingatkan Warga yang Tunggu Hasil Swab Kurangi Mobilitas

Sebelum ditemukan mengambang, korban dan kedua temannya sudah sempat balik ke pantai. Selang beberapa menit, korban kembali snorkeling seorang diri. Sedangkan kedua rekannya berada di pinggir pantai.  Nahas, sekitar pukul 15.30 wita, salah seorang warga Sakti I Wayan Sugianta, 29, melihat korban tenggelam sekitar 50 meter dari bibir pantai.  “Saksi ini (Wayan Sugiata) meminta warga yang ada di sekitar pantai ikut menolong korban dibawa ke pinggir pantai,” ujar Kompol Suastika. Sebagai upaya penyelamatan, korban sempat diberikan pertolongan pertama, hingga akhirnya dilarikan ke RS Pratama Nusa Penida.  “Setelah dilakukan pengecekan tim medis, korban sudah dinyatakan meninggal,” terang mantan Kapolsek Dawan, itu.

Pihaknya mengakui, kawasan itu termasuk daerah rawan. Rencananya pengelola Cristal Bay dan pihak Desa Sakti bakal dikumpulkan, membahas langkah yang harus dilakukan agar tak ada korban susulan. Misalnya dengan memasang tanda bahaya pada titik-titik tertentu. 

Baca Juga :  Patung Kebo Iwa Dirancang Akan Dilengkapi Diorama 800 Prajurit 

Most Read

Artikel Terbaru

/