26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Pelanggar Prokes di Jembrana Langsung Kena Rapid Test Antigen

NEGARA, BALI EXPRESS – Kasus Covid-19 masih tinggi di Kabupaten Jembrana. Kondisi itu disikapi serius Pemerintah Daerah dengan rutin mengadakan operasi pendisiplinan protokol kesehatan (prokes).

Seperti yang dilakukan Tim Gabungan yang terdiri dari Kodim 1617 Jembrana, Polres Jembrana, Satpol PP dan Tim Kesehatan Satgas Covid-19, Selasa (2/2) pagi. Kegiatan pendisiplinan prokes dan razia masker itu dipantau langsung Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifudin Haruna dan Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa. 

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di pertigaan Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana itu, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, pihaknya memeriksa setiap kendaraan yang lewat di lokasi razia.

Baca Juga :  Pelajar SMP Bersepeda Dayung Dapat Hadiah

 Untuk pengendara yang tidak memakai masker atau hanya menggunakan penutup bibir dan hidung dengan kain biasa (bukan masker) langsung distop dan didata petugas. “Yang tidak memakai masker didata kemudian diberikan masker serta langsung di rapid tes antigen gratis,” ujarnya.

Untuk yang menggunakan masker tidak benar, selain melakukan pendataan, pihaknya juga memberikan masker gratis dan diedukasi agar ke depannya disiplin dan patuh mengikuti prokes.

Dari 40 pelanggar yang terdata dan diberikan masker, 22 orang pelanggar tanpa masker langsung dirapid tes antigen gratis. Hasilnya semuanya negatif (non reaktif).

Sementara Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifudin Haruna mengatakan razia yang dilaksanakan itu untuk menindaklanjuti imbauan pemerintah pusat agar dilakukan pendisiplinan masyatakat terkait prokes. 

Baca Juga :  Diversi Gagal, Remaja Tersangka Kekerasan Dilimpahkan

Apalagi Jembrana sesuai data masuk dalam zona merah, sehingga perlu dilakukan pencegahan agar virus Covid-19 tidak makin meluas. 

“Masih banyaknya pelanggar yang terjaring, menunjukkan masyarakat masih abai akan prokes. Demikian juga belum tumbuh kesadaran pribadi dalam melawan Covid-19,” jelasnya. Karena itu pihaknya memberikan efek kejut untuk penindakan tegas. Namun, penindakan dengan cara humanis dan memberikan edukasi,” terangnya. 

Letkol Inf Hasrifudin Haruna berharap kasus kematian akibat Covid-19 yang mencapai 44 orang tidak bertambah lagi. Sebaliknya,  tingkat kesembuhan diharapkan tetus meningkat. “Dengan tindakan yang konsisten kami berharap Jembrana keluar dari zona merah,” pungkasnya. 


NEGARA, BALI EXPRESS – Kasus Covid-19 masih tinggi di Kabupaten Jembrana. Kondisi itu disikapi serius Pemerintah Daerah dengan rutin mengadakan operasi pendisiplinan protokol kesehatan (prokes).

Seperti yang dilakukan Tim Gabungan yang terdiri dari Kodim 1617 Jembrana, Polres Jembrana, Satpol PP dan Tim Kesehatan Satgas Covid-19, Selasa (2/2) pagi. Kegiatan pendisiplinan prokes dan razia masker itu dipantau langsung Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifudin Haruna dan Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa. 

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di pertigaan Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana itu, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, pihaknya memeriksa setiap kendaraan yang lewat di lokasi razia.

Baca Juga :  Pelajar SMP Bersepeda Dayung Dapat Hadiah

 Untuk pengendara yang tidak memakai masker atau hanya menggunakan penutup bibir dan hidung dengan kain biasa (bukan masker) langsung distop dan didata petugas. “Yang tidak memakai masker didata kemudian diberikan masker serta langsung di rapid tes antigen gratis,” ujarnya.

Untuk yang menggunakan masker tidak benar, selain melakukan pendataan, pihaknya juga memberikan masker gratis dan diedukasi agar ke depannya disiplin dan patuh mengikuti prokes.

Dari 40 pelanggar yang terdata dan diberikan masker, 22 orang pelanggar tanpa masker langsung dirapid tes antigen gratis. Hasilnya semuanya negatif (non reaktif).

Sementara Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifudin Haruna mengatakan razia yang dilaksanakan itu untuk menindaklanjuti imbauan pemerintah pusat agar dilakukan pendisiplinan masyatakat terkait prokes. 

Baca Juga :  PDIP Jembrana Laporkan Pembakaran Bendera Partai

Apalagi Jembrana sesuai data masuk dalam zona merah, sehingga perlu dilakukan pencegahan agar virus Covid-19 tidak makin meluas. 

“Masih banyaknya pelanggar yang terjaring, menunjukkan masyarakat masih abai akan prokes. Demikian juga belum tumbuh kesadaran pribadi dalam melawan Covid-19,” jelasnya. Karena itu pihaknya memberikan efek kejut untuk penindakan tegas. Namun, penindakan dengan cara humanis dan memberikan edukasi,” terangnya. 

Letkol Inf Hasrifudin Haruna berharap kasus kematian akibat Covid-19 yang mencapai 44 orang tidak bertambah lagi. Sebaliknya,  tingkat kesembuhan diharapkan tetus meningkat. “Dengan tindakan yang konsisten kami berharap Jembrana keluar dari zona merah,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru