alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Batal di Hotel, OTG-GR Bangli Tetap Karantina Mandiri

BANGLI, BALI EXPRESS- Rencana Pemkab Bangli melakukan karantina di hotel orang tanpa gejala-gejala ringan (OTG-GR) Covid-19, batal. Pemerintah setempat memutuskan tetap karantina mandiri, setelah pemerintah pusat tidak lagi menanggung biaya karantina di hotel.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa mengatakan, karantina mandiri merupakan keputusan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta setelah menggelar pertemuan dengan instansi terkait, Senin (1/3). Hanya saja tidak dijelaskan alasan pemerintah memilih karantina mandiri dibandingkan terpusat, seperti di hotel dan tempat lainnya. Apakah karena anggaran atau pertimbangan lain.  Dirgayusa sebatas menyebutkan bahwa apabila karantina di hotel, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 370 ribu per hari untuk satu orang dikali 10 hari.  “Alasannya tidak jelaskan oleh pimpinan, mungkin rapat selanjutnya akan dijelaskan,” ujar Dirgayusa, Rabu (3/3).

Untuk memaksimalkan pengawasan mereka yang menjalani karantina mandiri, Dirgayusa menegaskan bahwa tim dari Dinas Kesehatan rutin melakukan pengawasan ke rumah-rumah warga lima hari sekali.  Seperti pengecekan kesehatan, termasuk uji swab.

Selain itu, warga yang menjalani karantina mandiri dipastikan mendapatkan pasokan sembako. Data setiap orang terkonfirmasi positif Covid-19 langsung dikirim ke Dinas Sosial oleh Dinas Kesehatan by name by address. Dinas Sosial bertugas menyalurkan sembako kepada  warga yang menjalani karantina.

Sekadar mengingatkan, sebelum ada keputusan karantina mandiri, Pemkab Bangli sempat berencana melanjutkan karantina di hotel setelah tidak ditanggung pemerintah pusat. Alasannya, karantina mandiri sulit diawasi.  Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika sebelumnya juga sempat mendorong agar pemerintah melakukan karantina terpusat. Seperti di hotel atau tempat lainnya. Karantina terpusat dinilai efektif mencegah penularan Covid-19.


BANGLI, BALI EXPRESS- Rencana Pemkab Bangli melakukan karantina di hotel orang tanpa gejala-gejala ringan (OTG-GR) Covid-19, batal. Pemerintah setempat memutuskan tetap karantina mandiri, setelah pemerintah pusat tidak lagi menanggung biaya karantina di hotel.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa mengatakan, karantina mandiri merupakan keputusan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta setelah menggelar pertemuan dengan instansi terkait, Senin (1/3). Hanya saja tidak dijelaskan alasan pemerintah memilih karantina mandiri dibandingkan terpusat, seperti di hotel dan tempat lainnya. Apakah karena anggaran atau pertimbangan lain.  Dirgayusa sebatas menyebutkan bahwa apabila karantina di hotel, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 370 ribu per hari untuk satu orang dikali 10 hari.  “Alasannya tidak jelaskan oleh pimpinan, mungkin rapat selanjutnya akan dijelaskan,” ujar Dirgayusa, Rabu (3/3).

Untuk memaksimalkan pengawasan mereka yang menjalani karantina mandiri, Dirgayusa menegaskan bahwa tim dari Dinas Kesehatan rutin melakukan pengawasan ke rumah-rumah warga lima hari sekali.  Seperti pengecekan kesehatan, termasuk uji swab.

Selain itu, warga yang menjalani karantina mandiri dipastikan mendapatkan pasokan sembako. Data setiap orang terkonfirmasi positif Covid-19 langsung dikirim ke Dinas Sosial oleh Dinas Kesehatan by name by address. Dinas Sosial bertugas menyalurkan sembako kepada  warga yang menjalani karantina.

Sekadar mengingatkan, sebelum ada keputusan karantina mandiri, Pemkab Bangli sempat berencana melanjutkan karantina di hotel setelah tidak ditanggung pemerintah pusat. Alasannya, karantina mandiri sulit diawasi.  Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika sebelumnya juga sempat mendorong agar pemerintah melakukan karantina terpusat. Seperti di hotel atau tempat lainnya. Karantina terpusat dinilai efektif mencegah penularan Covid-19.


Most Read

Artikel Terbaru

/