alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Bencana di Karangasem Timbulkan Kerugian Setengah Miliar

KARANGASEM, BALI EXPRESS- Cuaca ekstrem, Minggu (28/2) membuat beberapa wilayah di Karangasem porak-poranda. Angin kencang membuat pohon bertumbangan. Kerugian material diperkirakan mencapai setengah miliar rupiah.

Seperti diketahui, angin kencang menimbulkan kerusakan pada fasilitas umum, pemukiman warga dan tempat ibadah. Bahkan pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang menimbulkan dua orang korban jiwa dan dua orang lainnya luka-luka. Beberapa ternak milik warga juga terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem Ida Ketut Arimbawa menegaskan, estimasi kerusakan yang ditimbulkan hujan disertai angin kencang diperkirakan setengah miliar rupiah. Perkiraan itu disesuaikan dengan banyaknya laporan kerusakan masuk ke BPBD. “Kami sudah tangani di seputaran kota sampai ke kecamatan meliputi Abang, Karangasem, Kubu, Bebandem, Selat,” kata Arimbawa, Selasa (2/3).

Sebagian besar yang dilaporkan adalah kerusakan rumah warga. Selain itu, beberapa unit kendaraan rusak, sejumlah tiang listrik, dan fasilitas umum lainnya terdampak. Yang paling menonjol pohon tumbang menimpa dua orang hingga meninggal. Satu korban asal Seraya, Kecamatan Karangasem meninggal saat bekerja, melintasi wilayah Kecamatan Bebandem menumpangi truk boks. Sementara sopirnya selamat meski cedera kepala.

Kemudian satu orang lagi meninggal saat melintas di wilayah Desa Antiga, Kecamatan Manggis. Pengendara asal Desa Antiga Kelod itu meninggal tertimpa pohon saat melintas mengendarai sepeda motor. “Kondisi geografis Karangasem berbukit dan banyak pohon. Ada potensi bencana. Jadi masyarakat waspada, tidak berada di luar rumah atau dekat pohon dan bukit atau tebing ketika hujan,” pungkas pejabat asal Banjar, Buleleng ini. 

 

 


KARANGASEM, BALI EXPRESS- Cuaca ekstrem, Minggu (28/2) membuat beberapa wilayah di Karangasem porak-poranda. Angin kencang membuat pohon bertumbangan. Kerugian material diperkirakan mencapai setengah miliar rupiah.

Seperti diketahui, angin kencang menimbulkan kerusakan pada fasilitas umum, pemukiman warga dan tempat ibadah. Bahkan pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang menimbulkan dua orang korban jiwa dan dua orang lainnya luka-luka. Beberapa ternak milik warga juga terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem Ida Ketut Arimbawa menegaskan, estimasi kerusakan yang ditimbulkan hujan disertai angin kencang diperkirakan setengah miliar rupiah. Perkiraan itu disesuaikan dengan banyaknya laporan kerusakan masuk ke BPBD. “Kami sudah tangani di seputaran kota sampai ke kecamatan meliputi Abang, Karangasem, Kubu, Bebandem, Selat,” kata Arimbawa, Selasa (2/3).

Sebagian besar yang dilaporkan adalah kerusakan rumah warga. Selain itu, beberapa unit kendaraan rusak, sejumlah tiang listrik, dan fasilitas umum lainnya terdampak. Yang paling menonjol pohon tumbang menimpa dua orang hingga meninggal. Satu korban asal Seraya, Kecamatan Karangasem meninggal saat bekerja, melintasi wilayah Kecamatan Bebandem menumpangi truk boks. Sementara sopirnya selamat meski cedera kepala.

Kemudian satu orang lagi meninggal saat melintas di wilayah Desa Antiga, Kecamatan Manggis. Pengendara asal Desa Antiga Kelod itu meninggal tertimpa pohon saat melintas mengendarai sepeda motor. “Kondisi geografis Karangasem berbukit dan banyak pohon. Ada potensi bencana. Jadi masyarakat waspada, tidak berada di luar rumah atau dekat pohon dan bukit atau tebing ketika hujan,” pungkas pejabat asal Banjar, Buleleng ini. 

 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/