25.4 C
Denpasar
Thursday, June 8, 2023

Pelaku Wisata Pertanyakan Rencana Water Sport di Gilimanuk

BALI EXPRESS, NEGARA – Kendati sudah ada memorandum of understanding (MoU) antara Bupati Jembrana, I Putu Artha dan investor dari Jakarta untuk pemanfaatan kawasan Teluk Gilimanuk, hingga kini para pelaku wisata di kawasan water bee ini mengaku belum mengetahui secara pasti rencana pembangunan water sport tersebut. Beberapa dari mereka justru khawatir, pembangunan wahana wisata air tersebut akan melemahkan aktivitas pariwisata yang ada saat ini. Mereka pun mengaku belum pernah diajak berbicara terkait persoalan investasi itu.

 

Pengamatan Bali Express (Jawa Pos Group) di kawasan wisata Teluk Gilimanuk Rabu (3/4) pagi, tampak objek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan domestik. Selain menikmati panorama keindahan pesisir pantai Bali Barat, mereka juga mengikuti paket tour yang ditawarkan para pelaku wisata setempat. Sejumlah jukung milik anggota kelompok masyarakat (pokmas) tampak mondar-mandir mengelilingi teluk untuk mengantarkan wisatawan menikmati mangrove tour. Bahkan beberapa jukung mengantarkan umat untuk wisata religi hingga ke Pulau Menjangan. Para pelaku wisata ini merupakan nelayan lokal yang beralih profesi ke sektor pariwisata.

 

Di sisi lain, ratusan  balok-balok beton yang telah dibuat  pihak investor yang akan digunakan sebagai pemberat wahana bermain di atas air tersebut, berjejer di hamparan pantai sebelah timur Taman Siwa. Sejumlah pemilik perahu penyedia jasa transportasi wisata mengaku belum mengetahui pasti soal pengembangan pariwisata di Teluk Gilimanuk.

Baca Juga :  Masyarakat Tabanan Diinstruksikan Tak Keluar Rumah Saat Ngembak Geni

 

I Putu Yasa,52 ,warga Lingkungan Samiana, Gilimanuk yang juga salah seorang anggota Paguyuban Wisata Tirta, mengaku, hingga kini para pelaku wisata setempat memang belum pernah diajak duduk bersama oleh pemerintah maupun investor terkait rencana pengembangan pariwisata di Teluk Gilimanuk sehingga kerap memunculkan pertanyaan.

 

Menurutnya, sejak awal belum ada sosialisasi terkait pembangunan water sport, tetapi pekerjaaan membuat balok beton sudah hampir rampung, sedangkan pihaknya tidak tahu pasti soal itu. “Kami juga belum pernah diajak duduk bersama baik oleh pemerintah daerah maupun  investor,” ujarnya.

 

Pihaknya, lanjut Putu Yasa, khawatir rencana tersebut malah akan menggeser para pelaku wisata lokal yang merintis pariwisata di Gilimanuk. “Kami ingin duduk bersama. Apakah kami hanya akan jadi penonton? Kalau nanti merugikan, jelas ditolak karena banyak yang hidup dari pariwisata di sini,” terangnya.

 

Sementara itu, salah soerang anggota Pokmas Wisata Tirta Gilimanuk, Agung Alit Wirawan yang mengaku merintisi pariwisata di Teluk Gilimanuk sejak 1991,  berharap rencana tersebut jangan sampai mengesampingkan yang sudah ada saat ini. Menurut Agung Alit, seharusnya ada banyak pilihan wisata di sini sehingga tidak monoton, seperti tour, diving dan snorkling. Namun hingga saat ini belum ada pertemuan secara formal membahas tentang itu.  “Seharusnya sejak awal ada dukungan dari masyarakat lokal. Kami setuju ada wahana di sini, tetapi investor jangan sampai mendatangkan transportasi baru lagi. Kami berharap yang sudah ada diberdayakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Soal Proposal Hibah dari Klungkung, Badung Sebut Tak Langsung Diterima

 

Kadisbudpar Jembrana, I Nengah Alit saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini antara Bupati Jembrana dan pihak investor  telah membuat MoU dan tinggal menunggu perjanjian kerjasama (PKS). Namun ia enggan berkomentar banyak terkait hal ini, “Sudah ada MoU, tinggal menunggu PKS saja,” terangnya.

 

Lebih lanjut dijelaskan Nengah Alit, Tim Apresial juga sudah turun, terkait sewa-menyewa lahan dan bangunan. “Nanti setelah ijin turun, pasti akan disosialisasikan. Investor menginginkan segera, tetapi kan harus ada payung hukumnya,” urainya seraya menambahkan, pihak lurah dan bendesa di Gilimanuk juga sudah dikasi tahu, termasuk para pelaku wisata di sana. “Mungkin karena jumlahnya banyak, jadi belum semuanya tahu,” pungkasnya.


BALI EXPRESS, NEGARA – Kendati sudah ada memorandum of understanding (MoU) antara Bupati Jembrana, I Putu Artha dan investor dari Jakarta untuk pemanfaatan kawasan Teluk Gilimanuk, hingga kini para pelaku wisata di kawasan water bee ini mengaku belum mengetahui secara pasti rencana pembangunan water sport tersebut. Beberapa dari mereka justru khawatir, pembangunan wahana wisata air tersebut akan melemahkan aktivitas pariwisata yang ada saat ini. Mereka pun mengaku belum pernah diajak berbicara terkait persoalan investasi itu.

 

Pengamatan Bali Express (Jawa Pos Group) di kawasan wisata Teluk Gilimanuk Rabu (3/4) pagi, tampak objek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan domestik. Selain menikmati panorama keindahan pesisir pantai Bali Barat, mereka juga mengikuti paket tour yang ditawarkan para pelaku wisata setempat. Sejumlah jukung milik anggota kelompok masyarakat (pokmas) tampak mondar-mandir mengelilingi teluk untuk mengantarkan wisatawan menikmati mangrove tour. Bahkan beberapa jukung mengantarkan umat untuk wisata religi hingga ke Pulau Menjangan. Para pelaku wisata ini merupakan nelayan lokal yang beralih profesi ke sektor pariwisata.

 

Di sisi lain, ratusan  balok-balok beton yang telah dibuat  pihak investor yang akan digunakan sebagai pemberat wahana bermain di atas air tersebut, berjejer di hamparan pantai sebelah timur Taman Siwa. Sejumlah pemilik perahu penyedia jasa transportasi wisata mengaku belum mengetahui pasti soal pengembangan pariwisata di Teluk Gilimanuk.

Baca Juga :  Terombang-ambing Di Laut, Made Siki Diselamatkan HP

 

I Putu Yasa,52 ,warga Lingkungan Samiana, Gilimanuk yang juga salah seorang anggota Paguyuban Wisata Tirta, mengaku, hingga kini para pelaku wisata setempat memang belum pernah diajak duduk bersama oleh pemerintah maupun investor terkait rencana pengembangan pariwisata di Teluk Gilimanuk sehingga kerap memunculkan pertanyaan.

 

Menurutnya, sejak awal belum ada sosialisasi terkait pembangunan water sport, tetapi pekerjaaan membuat balok beton sudah hampir rampung, sedangkan pihaknya tidak tahu pasti soal itu. “Kami juga belum pernah diajak duduk bersama baik oleh pemerintah daerah maupun  investor,” ujarnya.

 

Pihaknya, lanjut Putu Yasa, khawatir rencana tersebut malah akan menggeser para pelaku wisata lokal yang merintis pariwisata di Gilimanuk. “Kami ingin duduk bersama. Apakah kami hanya akan jadi penonton? Kalau nanti merugikan, jelas ditolak karena banyak yang hidup dari pariwisata di sini,” terangnya.

 

Sementara itu, salah soerang anggota Pokmas Wisata Tirta Gilimanuk, Agung Alit Wirawan yang mengaku merintisi pariwisata di Teluk Gilimanuk sejak 1991,  berharap rencana tersebut jangan sampai mengesampingkan yang sudah ada saat ini. Menurut Agung Alit, seharusnya ada banyak pilihan wisata di sini sehingga tidak monoton, seperti tour, diving dan snorkling. Namun hingga saat ini belum ada pertemuan secara formal membahas tentang itu.  “Seharusnya sejak awal ada dukungan dari masyarakat lokal. Kami setuju ada wahana di sini, tetapi investor jangan sampai mendatangkan transportasi baru lagi. Kami berharap yang sudah ada diberdayakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Plang Nama Belum Beraksara Bali, Satpol PP Kirim Surat Teguran

 

Kadisbudpar Jembrana, I Nengah Alit saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini antara Bupati Jembrana dan pihak investor  telah membuat MoU dan tinggal menunggu perjanjian kerjasama (PKS). Namun ia enggan berkomentar banyak terkait hal ini, “Sudah ada MoU, tinggal menunggu PKS saja,” terangnya.

 

Lebih lanjut dijelaskan Nengah Alit, Tim Apresial juga sudah turun, terkait sewa-menyewa lahan dan bangunan. “Nanti setelah ijin turun, pasti akan disosialisasikan. Investor menginginkan segera, tetapi kan harus ada payung hukumnya,” urainya seraya menambahkan, pihak lurah dan bendesa di Gilimanuk juga sudah dikasi tahu, termasuk para pelaku wisata di sana. “Mungkin karena jumlahnya banyak, jadi belum semuanya tahu,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru