alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sempat Ngatrek, Pikap Rombongan Pamedek Terguling di Songan

BANGLI, BALI EXPRESS- Sebuah pikap, mengangkut 14 penumpang terguling di jalan tanjakan wilayah Dusun Bantas, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Bangli, Minggu (3/4) sekitar pukul 10.00. Kejadian itu mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka, dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Pikap dengan nomor polisi DK 9822 PL itu dikemudikan oleh Putu Riana,58, warga Songan, membawa penumpang penumpang asal Denpasar dan Karangasem. Mereka hendak sembahyang ke Pura Kawitan Kayuselem Gwa Song di Desa Songan. Kecelakaan berawal ketika mobil di jalan tanjakan, dan tikungan. Tiba-tiba mesinnya mati. Sopir tak bisa mengendalikan, sehingga mobil warna hitam itu ngatrek (mundur), lalu terguling.

Kasat Lantas Polres Bangli AKP I Ketut Suandi dihubungi via telepon Minggu sore, mengatakan bahwa saat kejadian ada 15 orang termasuk sopir di pikap tersebut. Mereka adalah rombongan yang akan sembahyang. Beberapa orang mengalami luka, dan sudah mendapat penanganan medis.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Hukum, Humas dan Pemasaran RSU Bangli Sang Kompyang Arie Sukma Wijaya mengungkapkan, sebanyak tujuh orang korban kecelakaan dibawa ke RSU Bangli.  Setelah dilakukan pemeriksaan, tiga orang rawat inap, satu orang pulang paksa. Dua orang rawat jalan dan satu orang lagi dirujuk ke RS Wangaya, Denpasar.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dusun Bantas I Putu Gede Suastika  mengungkapkan bahwa jalur tersebut memang rawan kecelakaan. Selain tanjakan, juga sempit sehingga harus hati-hati. Ia menyebutkan, sejak 2018 sudah 6 kali kecelakaan di sana, bahkan ada yang meninggal dunia.  Suastika mengaku sudah sempat mengajukan pelebaran jalan ke dinas terkait, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. “Harapan warga tetap pelebaran sama drainase jalan,” kata Suastika. (wan)


BANGLI, BALI EXPRESS- Sebuah pikap, mengangkut 14 penumpang terguling di jalan tanjakan wilayah Dusun Bantas, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Bangli, Minggu (3/4) sekitar pukul 10.00. Kejadian itu mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka, dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Pikap dengan nomor polisi DK 9822 PL itu dikemudikan oleh Putu Riana,58, warga Songan, membawa penumpang penumpang asal Denpasar dan Karangasem. Mereka hendak sembahyang ke Pura Kawitan Kayuselem Gwa Song di Desa Songan. Kecelakaan berawal ketika mobil di jalan tanjakan, dan tikungan. Tiba-tiba mesinnya mati. Sopir tak bisa mengendalikan, sehingga mobil warna hitam itu ngatrek (mundur), lalu terguling.

Kasat Lantas Polres Bangli AKP I Ketut Suandi dihubungi via telepon Minggu sore, mengatakan bahwa saat kejadian ada 15 orang termasuk sopir di pikap tersebut. Mereka adalah rombongan yang akan sembahyang. Beberapa orang mengalami luka, dan sudah mendapat penanganan medis.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Hukum, Humas dan Pemasaran RSU Bangli Sang Kompyang Arie Sukma Wijaya mengungkapkan, sebanyak tujuh orang korban kecelakaan dibawa ke RSU Bangli.  Setelah dilakukan pemeriksaan, tiga orang rawat inap, satu orang pulang paksa. Dua orang rawat jalan dan satu orang lagi dirujuk ke RS Wangaya, Denpasar.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dusun Bantas I Putu Gede Suastika  mengungkapkan bahwa jalur tersebut memang rawan kecelakaan. Selain tanjakan, juga sempit sehingga harus hati-hati. Ia menyebutkan, sejak 2018 sudah 6 kali kecelakaan di sana, bahkan ada yang meninggal dunia.  Suastika mengaku sudah sempat mengajukan pelebaran jalan ke dinas terkait, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. “Harapan warga tetap pelebaran sama drainase jalan,” kata Suastika. (wan)


Most Read

Artikel Terbaru

/