alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Pemkab Tabanan Gelar Hijau Aksi dan Tanam Inspirasi

BALI EXPRESS, TABANAN – Dalam rangka menyemarakan aksi peduli dan menjaga kelestarian lingkungan, dengan mengurangi sampah serta pencemaran sampah plastik, Pemerintah Kabupaten Tabanan bekerjasama dengan pihak CSR (Corporate Social Responsibility) melaksanakan kegiatan Hijau Aksi dan Tanam Inspirasi (HATI) Tabanan. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan itu dilangsungkan Kamis (2/5).

 

Acara yang dibuka Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti tersebut, dihadiri Forkompinda Tabanan, Sekda Tabanan I Gede Susila, dan Wakil Ketua DPRD Tabanan. Hadir pula Manager Regional Relation & CSR PT. HM Sampoerna Arga Prihatmoko, aktivis lingkungan Andi Fadly, serta para OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

 

Arga Prihatmoko mengatakan, Bali khususnya Tabanan memiliki sumber daya alam yang melimpah melalui potensi pariwisata. Untuk dapat berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat Tabanan khususnya, pihaknya akan melaksanakan kegiatan program Link Up. Program ini mencakup pelatihan peningkatan kapasitas infrastruktur, serta pengembangan jejaring bagi UMKM setempat.

 

“Program leadership infrastructure networking dan knowledge up grading (link up) ini, merupakan upaya kami mendukung program Pemkab Tabanan memperkuat potensi ekonomi kreatif, khususnya untuk mendukung pariwisata, kelautan dan perikanan. Melalui kerjasama dengan yayasan Inspirasi Anak Bangsa, program ini telah berjalan di tiga provinsi, di antaranya Maluku Utara, Kalimantan Timur, dan Bali, yaitu di Tabanan,” ungkap Arga.

 

Dikatakannya, sejak tahun lalu program ini telah berperan aktif dan berkolaborasi dalam pengembangan inisiatif pelestarian lingkungan juga ekonomi kreatif. Contohnya di Tabanan, pengelolaan bambu khas Tabanan, peningkatan ekonomi bagi nelayan, kampanye pelestarian lingkungan demi keberlangsungan sumber daya alam di Tabanan.

 

“Harapan kami, program ini dapat mendukung penciptaan masa depan berkelanjutan dalam pemeberdayaan masyarakat di Tabanan,” ucapnya.

 

Ia menambahkan, selaras dengan Hari Bumi International, kegiatan ini bertujuan menyebarluaskan inspirasi pelestarian lingkungan dan ekonomi kreatif dalam bentuk peresmian taman vertikal, kegiatan bersih pungut sampah bersama, serta serah terima sarana prasarana kebersihan.

 

 “Terimakasih atas apresiasi dan dukungan dari Pemkab Tabanan sehingga manfaat dan dampak program kegiatan lanjutan dapat terus terlaksana, melalui kolaborasi dari PT. Samporna, pemangku kepentingan yang ada, serta Pemkab Tabanan,” tandasnya.

 

Sementara itu, Bupati Eka menyampaikan rasa bangga dan terimakasihnya karena telah memperhatikan Kabupaten Tabanan, terutama UMKM di Tabanan. Dengan adanya link up ini, akan dikenalkan dengan pelatihan-pelatihan, penciptaan infrastruktur, dan juga akan dikenalkan dengan link atau jejaring.

 

Dijelaskannya, sebagus apapun produk, kalau tidak punya market pasar yang jelas, maka membuat usaha berjalan setengah-setengah. Apalagi dunia sekarang penuh dengan digital.

 

 “Kita harus mengikuti dunia digital, sekarang dunia jemput bola. Kita tidak menunggu dan hanya berdiam diri. Karena akses pasar itu tidak hanya di tempat itu, tetapi dengan adanya media sosial, akses pasar itu telah menggapai akses ke luar negeri. Contoh salah satu UMKM yang ada di Tabanan, telah bisa ke luar kota maupun ke luar negeri dengan memanfaakan teknologi sosial media,” ungkap Bupati Eka. 

 

Ia menekankan, di dunia digital saat ini orang Tabanan harus tahu dan sadar akan perkembangan teknologi. “Kita tidak boleh gaptek (gagap teknologi) terhadap teknologi. Dengan teknologi, kita dapat menggunakan sosial media untuk mempermudah memasarkan produk-produk yang kita miliki,” ujarnya.

 

Saat itu, Bupati Eka juga menyinggung soal polusi dan pencemaran udara dan lingkungan, baik yang terjadi di Tabanan, di Indonesia bahkan di dunia. Dijelaskannya, polusi dan pencemaran sampah bisa berkurang, harus diawali dari tindakan diri sendiri, kesadaran diri sendiri. Selain itu harus ada kerjasama seluruh pihak dari elemen masyarakat. “Program apapun tanpa keterlibatan masyarakat, ‘non sense’, tidak akan berhasil. Dari hulu ke hilir harus berjalan berkesinambungan,” tandasnya.


BALI EXPRESS, TABANAN – Dalam rangka menyemarakan aksi peduli dan menjaga kelestarian lingkungan, dengan mengurangi sampah serta pencemaran sampah plastik, Pemerintah Kabupaten Tabanan bekerjasama dengan pihak CSR (Corporate Social Responsibility) melaksanakan kegiatan Hijau Aksi dan Tanam Inspirasi (HATI) Tabanan. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan itu dilangsungkan Kamis (2/5).

 

Acara yang dibuka Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti tersebut, dihadiri Forkompinda Tabanan, Sekda Tabanan I Gede Susila, dan Wakil Ketua DPRD Tabanan. Hadir pula Manager Regional Relation & CSR PT. HM Sampoerna Arga Prihatmoko, aktivis lingkungan Andi Fadly, serta para OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

 

Arga Prihatmoko mengatakan, Bali khususnya Tabanan memiliki sumber daya alam yang melimpah melalui potensi pariwisata. Untuk dapat berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat Tabanan khususnya, pihaknya akan melaksanakan kegiatan program Link Up. Program ini mencakup pelatihan peningkatan kapasitas infrastruktur, serta pengembangan jejaring bagi UMKM setempat.

 

“Program leadership infrastructure networking dan knowledge up grading (link up) ini, merupakan upaya kami mendukung program Pemkab Tabanan memperkuat potensi ekonomi kreatif, khususnya untuk mendukung pariwisata, kelautan dan perikanan. Melalui kerjasama dengan yayasan Inspirasi Anak Bangsa, program ini telah berjalan di tiga provinsi, di antaranya Maluku Utara, Kalimantan Timur, dan Bali, yaitu di Tabanan,” ungkap Arga.

 

Dikatakannya, sejak tahun lalu program ini telah berperan aktif dan berkolaborasi dalam pengembangan inisiatif pelestarian lingkungan juga ekonomi kreatif. Contohnya di Tabanan, pengelolaan bambu khas Tabanan, peningkatan ekonomi bagi nelayan, kampanye pelestarian lingkungan demi keberlangsungan sumber daya alam di Tabanan.

 

“Harapan kami, program ini dapat mendukung penciptaan masa depan berkelanjutan dalam pemeberdayaan masyarakat di Tabanan,” ucapnya.

 

Ia menambahkan, selaras dengan Hari Bumi International, kegiatan ini bertujuan menyebarluaskan inspirasi pelestarian lingkungan dan ekonomi kreatif dalam bentuk peresmian taman vertikal, kegiatan bersih pungut sampah bersama, serta serah terima sarana prasarana kebersihan.

 

 “Terimakasih atas apresiasi dan dukungan dari Pemkab Tabanan sehingga manfaat dan dampak program kegiatan lanjutan dapat terus terlaksana, melalui kolaborasi dari PT. Samporna, pemangku kepentingan yang ada, serta Pemkab Tabanan,” tandasnya.

 

Sementara itu, Bupati Eka menyampaikan rasa bangga dan terimakasihnya karena telah memperhatikan Kabupaten Tabanan, terutama UMKM di Tabanan. Dengan adanya link up ini, akan dikenalkan dengan pelatihan-pelatihan, penciptaan infrastruktur, dan juga akan dikenalkan dengan link atau jejaring.

 

Dijelaskannya, sebagus apapun produk, kalau tidak punya market pasar yang jelas, maka membuat usaha berjalan setengah-setengah. Apalagi dunia sekarang penuh dengan digital.

 

 “Kita harus mengikuti dunia digital, sekarang dunia jemput bola. Kita tidak menunggu dan hanya berdiam diri. Karena akses pasar itu tidak hanya di tempat itu, tetapi dengan adanya media sosial, akses pasar itu telah menggapai akses ke luar negeri. Contoh salah satu UMKM yang ada di Tabanan, telah bisa ke luar kota maupun ke luar negeri dengan memanfaakan teknologi sosial media,” ungkap Bupati Eka. 

 

Ia menekankan, di dunia digital saat ini orang Tabanan harus tahu dan sadar akan perkembangan teknologi. “Kita tidak boleh gaptek (gagap teknologi) terhadap teknologi. Dengan teknologi, kita dapat menggunakan sosial media untuk mempermudah memasarkan produk-produk yang kita miliki,” ujarnya.

 

Saat itu, Bupati Eka juga menyinggung soal polusi dan pencemaran udara dan lingkungan, baik yang terjadi di Tabanan, di Indonesia bahkan di dunia. Dijelaskannya, polusi dan pencemaran sampah bisa berkurang, harus diawali dari tindakan diri sendiri, kesadaran diri sendiri. Selain itu harus ada kerjasama seluruh pihak dari elemen masyarakat. “Program apapun tanpa keterlibatan masyarakat, ‘non sense’, tidak akan berhasil. Dari hulu ke hilir harus berjalan berkesinambungan,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/