alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Berawal Dari Coba-Coba, Akhirnya Berhasil Dampingi Ridwan Kamil Satu Pekan

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Mendampingi pejabat sekelas gubernur tidaklah bisa dilakukan oleh sembarang orang. Tentu harus bisa melalui berbagai seleksi dan tahapan yang telah ditentukan. 

 

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Mochamad Ridwan Kamil, membuka program Ajudan Milenial Gubernur Jawa Barat bagi anak muda di seluruh Indonesia untuk menjadi ajudannya. Nantinya, anak-anak yang lolos dalam program tersebut berkesempatan menjadi ajudan Gubernur Jawa Barat masing-masing selama satu minggu.

 

Sebelum bisa mendampingi Kang Emil, para anak muda yang mendaftar lebih dulu dilakukan seleksi dan mengikuti tes-tes yang telah ditentukan. Dari ribuan anak muda yang mendaftar, nantinya akan terpilih sebanyak 30 orang yang bisa menjadi ajudan milenial dari Gubernur Jawa Barat tersebut.

 

Ternyata, didalam 30 nama yang lolos itu, terdapat satu nama yang berasal dari Bali, yakni I Gusti Ayu Dwi Payani, anak muda yang tinggal di Kertasari, Kelurahan Padangkerta, Karangasem. Ia adalah satu-satunya pendaftar dan yang lolos seleksi berasal dari Pulau Dewata.

 

Saat ditemui di sela-sela kesibukannya sebagai pelajar di SMA Bali Mandara, siswi kelas 2 SMA tersebut menceritakan, pendaftaran yang ia lakukan dalam program tersebut dilakukan secara coba-coba karena merasa memiliki jiwa kepemimpinan. Bahkan, ia tidak menyangka bahwa dirinya bisa terpilih sebagai ajudan Gubernur Jabar. “Waktu itu seperti tidak mungkin gitu lolos, karena saya masih kelas 2 SMA, sedangkan yang ikut itu kan 5 ribu orang dari seluruh Indonesia,” ujarnya pada Selasa (3/5).

 

Selama mengikuti program tersebut, ia harus cuti dari sekolahnya karena harus menjalankan tugas sebagai ajudan orang nomor satu di Jabar. Meskipun mengetahui akan tidak bisanya mengikuti pembelajaran di sekolah, tetapi ia sangat senang bisa mendampingi secara langsung Ridwan Kamil. “Bisa belajar kepemimpinan dari bliau. Kami pun merasa terbimbing disana,” lanjutnya.

 

Didalam menjalankan tugasnya, karena suasana sedang menjalankan ibadah puasa, ia harus bangun subuh untuk mengingatkan Kang Emil jadwal-jadwal kegiatannya. Bahkan ia mengaku mengikuti untuk melakukan puasa. “Karena saya anak Bali kan tidak puasa, tetapi saya tetap ikut puasa, tapi kadang saya makan (camilan) juga, artinya tidak makan, tapi minum tetap,” imbuhnya.

 

Dara cantik empat bersaudara tersebut menyampaikan, semasa dirinya disana, banyak wejangan dan pesan diberikan langsung oleh pejabat berkacamata tersebut. Mulai dari rasa tanggung jawab, mengayomi masyarakat, mewujudkan cita-cita, dan lain sebagainya. “Saya pun mengimplementasikan sekarang, karena memang benar seperti itu,” kata perempuan yang bercita-cita menjadi Akpol tersebut.

 

Banyak hal yang ia kagumi dari pemimpin Jabar tersebut, seperti kedekatan dengannya dengan masyarakat, caranya bersosialisasi, dan melayani masyarakatnya. “Pernah di Gedung Sate, ada salah satu orang yang langsung ngomong sama bapak, tapi bapak ladeni juga,” terangnya.

 

Kini, Dwi Payani telah purna tugas dan sudah kembali ke Bali. Meskipun masih dalam waktu cuti sekolah, ia tak mau membuang-buang waktu untuk melengkapi tugas sekolahnya yang sempat tertinggal karena menjalankan tugas sebagai ajudan. “Sekarang saya harus buat tugas dulu sebelum kembali pembelajaran tatap muka,” pungkasnya. (dir)


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Mendampingi pejabat sekelas gubernur tidaklah bisa dilakukan oleh sembarang orang. Tentu harus bisa melalui berbagai seleksi dan tahapan yang telah ditentukan. 

 

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Mochamad Ridwan Kamil, membuka program Ajudan Milenial Gubernur Jawa Barat bagi anak muda di seluruh Indonesia untuk menjadi ajudannya. Nantinya, anak-anak yang lolos dalam program tersebut berkesempatan menjadi ajudan Gubernur Jawa Barat masing-masing selama satu minggu.

 

Sebelum bisa mendampingi Kang Emil, para anak muda yang mendaftar lebih dulu dilakukan seleksi dan mengikuti tes-tes yang telah ditentukan. Dari ribuan anak muda yang mendaftar, nantinya akan terpilih sebanyak 30 orang yang bisa menjadi ajudan milenial dari Gubernur Jawa Barat tersebut.

 

Ternyata, didalam 30 nama yang lolos itu, terdapat satu nama yang berasal dari Bali, yakni I Gusti Ayu Dwi Payani, anak muda yang tinggal di Kertasari, Kelurahan Padangkerta, Karangasem. Ia adalah satu-satunya pendaftar dan yang lolos seleksi berasal dari Pulau Dewata.

 

Saat ditemui di sela-sela kesibukannya sebagai pelajar di SMA Bali Mandara, siswi kelas 2 SMA tersebut menceritakan, pendaftaran yang ia lakukan dalam program tersebut dilakukan secara coba-coba karena merasa memiliki jiwa kepemimpinan. Bahkan, ia tidak menyangka bahwa dirinya bisa terpilih sebagai ajudan Gubernur Jabar. “Waktu itu seperti tidak mungkin gitu lolos, karena saya masih kelas 2 SMA, sedangkan yang ikut itu kan 5 ribu orang dari seluruh Indonesia,” ujarnya pada Selasa (3/5).

 

Selama mengikuti program tersebut, ia harus cuti dari sekolahnya karena harus menjalankan tugas sebagai ajudan orang nomor satu di Jabar. Meskipun mengetahui akan tidak bisanya mengikuti pembelajaran di sekolah, tetapi ia sangat senang bisa mendampingi secara langsung Ridwan Kamil. “Bisa belajar kepemimpinan dari bliau. Kami pun merasa terbimbing disana,” lanjutnya.

 

Didalam menjalankan tugasnya, karena suasana sedang menjalankan ibadah puasa, ia harus bangun subuh untuk mengingatkan Kang Emil jadwal-jadwal kegiatannya. Bahkan ia mengaku mengikuti untuk melakukan puasa. “Karena saya anak Bali kan tidak puasa, tetapi saya tetap ikut puasa, tapi kadang saya makan (camilan) juga, artinya tidak makan, tapi minum tetap,” imbuhnya.

 

Dara cantik empat bersaudara tersebut menyampaikan, semasa dirinya disana, banyak wejangan dan pesan diberikan langsung oleh pejabat berkacamata tersebut. Mulai dari rasa tanggung jawab, mengayomi masyarakat, mewujudkan cita-cita, dan lain sebagainya. “Saya pun mengimplementasikan sekarang, karena memang benar seperti itu,” kata perempuan yang bercita-cita menjadi Akpol tersebut.

 

Banyak hal yang ia kagumi dari pemimpin Jabar tersebut, seperti kedekatan dengannya dengan masyarakat, caranya bersosialisasi, dan melayani masyarakatnya. “Pernah di Gedung Sate, ada salah satu orang yang langsung ngomong sama bapak, tapi bapak ladeni juga,” terangnya.

 

Kini, Dwi Payani telah purna tugas dan sudah kembali ke Bali. Meskipun masih dalam waktu cuti sekolah, ia tak mau membuang-buang waktu untuk melengkapi tugas sekolahnya yang sempat tertinggal karena menjalankan tugas sebagai ajudan. “Sekarang saya harus buat tugas dulu sebelum kembali pembelajaran tatap muka,” pungkasnya. (dir)


Most Read

Artikel Terbaru

/