alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Eksekusi Toko dan Warung Dikawal Ketat Kepolisian

GIANYAR – Eksekusi sebuah toko dan warung di Terminal Payangan, Kecamatan Payangan, Gianyar, yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Jumat (3/6) dikawal ketat oleh pihak kepolisian guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, lahan toko dan warung yang dieksekusi sudah dilelang oleh Bank BPD Bali seharga Rp 1,8 Miliar. Pengadilan pun menugaskan sejumlah pekerja untuk mengevakuasi barang dagangan ke gudang yang disediakan pemenang lelang.

Juru Sita PN, Nyoman Darwin Saputra Kembar, usai membacakan surat eksekusi menjelaskan jika eksekusi dilakukan setelah awalnya penghuni toko dan warung, Made Sujana berhutang ke bank dengan jaminan dua sertifikat. Yakni sertifikat toko seluas 125 M2 dan sertifikat rumah warung seluas 216 M2.

Namun karena tidak sanggup membayar, maka diajukan lelang terhadap lahan tersebut. “Dan kemudian lelang dimenangkan oleh Pak Sunarta, lalu pak Sunarta memohon eksekusi karena merasa menang lelang,” ujarnya.

Hanya saja, meskipun sudah dibacakan putusan pengadilan, penghuni toko, Made Sujana tetap bertahan. Berdasarkan putusan pengadilan, panitera bersama kepolisian dan pekerja tukang angkut melakukan pengosongan dengan memasukkan barang dagangan ke truk dan mobil bak terbuka. “Pihak pemohon sudaj menyiapkan gudang. Lalu sudah dicatat, karena ada petugas mencatat. Nanti ada catatan dari pengosongan itu yang diberikan kepada termohon,” paparnya.

Disisi lain, Kabag Ops Polres Gianyar, Kompol Wayan Latra didampingi Kapolsek Payangan, AKP I Putu Agus Ady Wijaya, mengatakan jika pihaknya menerjunkan 60 orang personil dari Polres dan Polsek. “Selama eksekusi, sementara tidak ada kendala. Berjalan kondusif, karena ini sudah inkrah sesuai keputusan pengadilan,” tegasnya.

Ditambahkannya jika untuk membuat situasi tetap kondusif, pihaknya mengamankan kegiatan dengan memberikan pemahaman kepada termohon mengenai proses eksekusi. “Untuk mediasi, dari Payangan sudah ingatkan, karena ini demi masyarakat kita. Dan kita ingin situasi tetap kondusif,” tandasnya.

 


GIANYAR – Eksekusi sebuah toko dan warung di Terminal Payangan, Kecamatan Payangan, Gianyar, yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Jumat (3/6) dikawal ketat oleh pihak kepolisian guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, lahan toko dan warung yang dieksekusi sudah dilelang oleh Bank BPD Bali seharga Rp 1,8 Miliar. Pengadilan pun menugaskan sejumlah pekerja untuk mengevakuasi barang dagangan ke gudang yang disediakan pemenang lelang.

Juru Sita PN, Nyoman Darwin Saputra Kembar, usai membacakan surat eksekusi menjelaskan jika eksekusi dilakukan setelah awalnya penghuni toko dan warung, Made Sujana berhutang ke bank dengan jaminan dua sertifikat. Yakni sertifikat toko seluas 125 M2 dan sertifikat rumah warung seluas 216 M2.

Namun karena tidak sanggup membayar, maka diajukan lelang terhadap lahan tersebut. “Dan kemudian lelang dimenangkan oleh Pak Sunarta, lalu pak Sunarta memohon eksekusi karena merasa menang lelang,” ujarnya.

Hanya saja, meskipun sudah dibacakan putusan pengadilan, penghuni toko, Made Sujana tetap bertahan. Berdasarkan putusan pengadilan, panitera bersama kepolisian dan pekerja tukang angkut melakukan pengosongan dengan memasukkan barang dagangan ke truk dan mobil bak terbuka. “Pihak pemohon sudaj menyiapkan gudang. Lalu sudah dicatat, karena ada petugas mencatat. Nanti ada catatan dari pengosongan itu yang diberikan kepada termohon,” paparnya.

Disisi lain, Kabag Ops Polres Gianyar, Kompol Wayan Latra didampingi Kapolsek Payangan, AKP I Putu Agus Ady Wijaya, mengatakan jika pihaknya menerjunkan 60 orang personil dari Polres dan Polsek. “Selama eksekusi, sementara tidak ada kendala. Berjalan kondusif, karena ini sudah inkrah sesuai keputusan pengadilan,” tegasnya.

Ditambahkannya jika untuk membuat situasi tetap kondusif, pihaknya mengamankan kegiatan dengan memberikan pemahaman kepada termohon mengenai proses eksekusi. “Untuk mediasi, dari Payangan sudah ingatkan, karena ini demi masyarakat kita. Dan kita ingin situasi tetap kondusif,” tandasnya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/