alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Jelang Pilkada, KPU Denpasar Lakukan Simulasi Coklit

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar melakukan simulasi pencocokan dan penelitian (coklit). Simulasi tersebut dilakukan sebagai bahan bimbingan teknis (bimtek) bagi Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan bertugas nantinya. Simulasi pun menyasar Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Jumat (3/7). Pelaksanaan simulasi ke rumah-rumah warga dipimpin Komisioner KPU Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggreni didampingi Ni Ketut Dharmayanti bersama Bawaslu Kota Denpasar. Kegiatan itu melibatkan pihak Desa Dauh Puri Kaja, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Komisioner KPU Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggreni mengungkapkan, simulasi yang dilakukan sebagai bahan untuk PPDP saat bimtek. Melalui video simulasi coklit ini akan menjadi bekal sebelum terjun ke lapangan untuk melakukan pemutakhiran data secara resmi. “PPDP yang datang resmi dari KPU untuk pemutakhiran data. Jangan sampai ada penolakan saat kedatangan PPDP oleh masyarakat. Ini sebagai bahan bimtek PPDP dan sosialsi nantinya kepada masyarakat Kota Denpasar,” ucapnya.

Anggreni menambahkan, sebelum melakukan tugasnya sebagai PPDP, para petugas akan mengikuti rapid test di RS Wangaya tanggal 15 Juli 2020 mendatang dan 14 Agustus 2020. “Sebelumnya kami akan tes juga petugasnya untuk memastikan kesehatan mereka. Karena saat ini masih kondisi pandemi Covid-19, mereka harus sehat sebelum bertugas,” imbuhnya.

Saat rapid test, jika ada yang terdeteksi reaktif, pihaknya akan langsung mengganti petugas tersebut dengan yang baru, sehingga mereka yang bertugas benar-benar sehat karena akan bertatap muka langsung dengan warga yang didata. “Kalau ada yang reaktif langsung kami ganti. Jadi, mereka akan dirapid test sekali saja,” sambungnya.

Untuk melakukan tugasnya, KPU merekrut 1.202 petugas PPDP sesuai dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) saat ini. TPS bertambah dari pemilihan sebelumnya karena pembatasan pemilih dalam satu TPS hanya 500 orang yang sebelumnya bisa mencapai 800 orang.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar melakukan simulasi pencocokan dan penelitian (coklit). Simulasi tersebut dilakukan sebagai bahan bimbingan teknis (bimtek) bagi Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan bertugas nantinya. Simulasi pun menyasar Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Jumat (3/7). Pelaksanaan simulasi ke rumah-rumah warga dipimpin Komisioner KPU Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggreni didampingi Ni Ketut Dharmayanti bersama Bawaslu Kota Denpasar. Kegiatan itu melibatkan pihak Desa Dauh Puri Kaja, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Komisioner KPU Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggreni mengungkapkan, simulasi yang dilakukan sebagai bahan untuk PPDP saat bimtek. Melalui video simulasi coklit ini akan menjadi bekal sebelum terjun ke lapangan untuk melakukan pemutakhiran data secara resmi. “PPDP yang datang resmi dari KPU untuk pemutakhiran data. Jangan sampai ada penolakan saat kedatangan PPDP oleh masyarakat. Ini sebagai bahan bimtek PPDP dan sosialsi nantinya kepada masyarakat Kota Denpasar,” ucapnya.

Anggreni menambahkan, sebelum melakukan tugasnya sebagai PPDP, para petugas akan mengikuti rapid test di RS Wangaya tanggal 15 Juli 2020 mendatang dan 14 Agustus 2020. “Sebelumnya kami akan tes juga petugasnya untuk memastikan kesehatan mereka. Karena saat ini masih kondisi pandemi Covid-19, mereka harus sehat sebelum bertugas,” imbuhnya.

Saat rapid test, jika ada yang terdeteksi reaktif, pihaknya akan langsung mengganti petugas tersebut dengan yang baru, sehingga mereka yang bertugas benar-benar sehat karena akan bertatap muka langsung dengan warga yang didata. “Kalau ada yang reaktif langsung kami ganti. Jadi, mereka akan dirapid test sekali saja,” sambungnya.

Untuk melakukan tugasnya, KPU merekrut 1.202 petugas PPDP sesuai dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) saat ini. TPS bertambah dari pemilihan sebelumnya karena pembatasan pemilih dalam satu TPS hanya 500 orang yang sebelumnya bisa mencapai 800 orang.


Most Read

Artikel Terbaru

/