alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Koster Serahkan Stimulus untuk UKM dan Sektor Informal

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebanyak 43.400 orang pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah), IKM (Industri Kecil Menengah), dan sektor usaha informal lainnya dari seluruh wilayah di Bali mendapatkan bantuan stimulus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Bantuan ini merupakan realisasi dari paket kebijakan Pemprov Bali dalam upaya penanggulangan dampak Covid-19 di sektor ekonomi. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis di Wiswa Sabha Utama, Jumat (3/7), oleh Gubernur Bali Wayan Koster kepada beberapa orang perwakilan pelaku usaha yang jadi penerima bantuan stimulus itu.

Per satu orang penerimanya memperoleh bantuan dengan total Rp 1,8 juta. Ini berlaku selama tiga bulan. Sehingga dalam sebulan mereka memperoleh Rp 600 ribu.

Sedangkan total anggaran yang disiapkan untuk program bantuan ini mencapai Rp 78 miliar lebih. Itu pun dengan target awal penerima sebanyak 55 ribu orang.

“Kami targetkan 55 ribu penerima. Realisasi 43.400 yang memenuhi syarat dan verifikasi,” ujar Koster saat memberikan sambutan.

Dia pun menuturkan latar belakang dibuatnya program bantuan stimulus itu. Katanya, dampak pandemi Covid-19 sejatinya terjadi di berbagai komponen. Sektor ekonomi termasuk salah satunya, khususnya mereka yang bergerak di bidang usaha kecil dan informal.

Bantuan sebesar Rp 1,8 juta, diakui Koster, tidaklah besar nilainya. Namun, dia berharap bantuan ini bisa meringankan beban akibat usaha yang tidak jalan atau sempat mandek. “Tidak banyak. Mudah-mudahan bisa meringankan. Kanggoang bedik, pang liu jak maan,” tegasnya seraya mengingatkan agar bantuan ini jangan dikorupsi. Jangan ada potongan ini itu. “Harus diterima utuh,” imbuhnya.

Menjelang akhir sambutannya, Koster juga membeberkan mengenai program di bidang pemberdayaan UKM, IKM, dan sektor informal. Arahnya pada pengembangan. Dan saat ini sedang dalam proses pemetaan mulai dari bahan baku, hambatan, permodalan, pasar, sampai dengan kemasan maupun branding.

“Saya sudah pikirkan. Sabar dulu ya. Saya pikir UKM, IKM, dan sektor informal ini usaha rakyat yang akan menopang perekonomian Bali,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebanyak 43.400 orang pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah), IKM (Industri Kecil Menengah), dan sektor usaha informal lainnya dari seluruh wilayah di Bali mendapatkan bantuan stimulus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Bantuan ini merupakan realisasi dari paket kebijakan Pemprov Bali dalam upaya penanggulangan dampak Covid-19 di sektor ekonomi. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis di Wiswa Sabha Utama, Jumat (3/7), oleh Gubernur Bali Wayan Koster kepada beberapa orang perwakilan pelaku usaha yang jadi penerima bantuan stimulus itu.

Per satu orang penerimanya memperoleh bantuan dengan total Rp 1,8 juta. Ini berlaku selama tiga bulan. Sehingga dalam sebulan mereka memperoleh Rp 600 ribu.

Sedangkan total anggaran yang disiapkan untuk program bantuan ini mencapai Rp 78 miliar lebih. Itu pun dengan target awal penerima sebanyak 55 ribu orang.

“Kami targetkan 55 ribu penerima. Realisasi 43.400 yang memenuhi syarat dan verifikasi,” ujar Koster saat memberikan sambutan.

Dia pun menuturkan latar belakang dibuatnya program bantuan stimulus itu. Katanya, dampak pandemi Covid-19 sejatinya terjadi di berbagai komponen. Sektor ekonomi termasuk salah satunya, khususnya mereka yang bergerak di bidang usaha kecil dan informal.

Bantuan sebesar Rp 1,8 juta, diakui Koster, tidaklah besar nilainya. Namun, dia berharap bantuan ini bisa meringankan beban akibat usaha yang tidak jalan atau sempat mandek. “Tidak banyak. Mudah-mudahan bisa meringankan. Kanggoang bedik, pang liu jak maan,” tegasnya seraya mengingatkan agar bantuan ini jangan dikorupsi. Jangan ada potongan ini itu. “Harus diterima utuh,” imbuhnya.

Menjelang akhir sambutannya, Koster juga membeberkan mengenai program di bidang pemberdayaan UKM, IKM, dan sektor informal. Arahnya pada pengembangan. Dan saat ini sedang dalam proses pemetaan mulai dari bahan baku, hambatan, permodalan, pasar, sampai dengan kemasan maupun branding.

“Saya sudah pikirkan. Sabar dulu ya. Saya pikir UKM, IKM, dan sektor informal ini usaha rakyat yang akan menopang perekonomian Bali,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/