alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Pilkel Klungkung, Panitia Izinkan Kampanye Lewat Medsos

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Masa kampanye pemilihan perbekel (pilkel) serentak di Klungkung dijadwalkan 3-5 Agustus 2020. Melihat pandemi Covid-19 yang belum berakhir, panitia kabupaten memberikan pilihan kampanye lewat media sosial (medsos).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung I Wayan Suteja mengungkapkan, pilihan kampanye lewat medsos tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Itu juga sah, karena telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemilihan, Pemberhentian dan Pengangkatan Perbekel. Meskipun demikian, harus tetap memperhatikan perkembangan di masing-masing desa. Sebab tidak semua warga melek medsos. “Kami serahkan kepada panitia dan para calon di desa. Bisa lewat medsos, pertemuan langsung tatap muka,” ujar Suteja, Jumat (3/7).

Jika memang calon harus bertatap muka dengan pemilihnya, panitia desa harus memperhatikan protokol kesehatan. Misalnya, dibatasi hanya melibatkan maksimal 25 orang. Tempat pertemuan harus steril dengan terlebih dulu disemprotkan disinfektan. Sebelum masuk areal pertemuan, wajib mencuci tangan. Atur jarak yang hadir. Ketika menggunakan pengeras suara, tidak boleh satu dipakai bergiliran. “Kalau sebelum Covid-19 ada yang menyelenggarakan debat, calon turun ke masing-masing banjar menyampaikan visi dan misi. Sekarang itu dibatasi,” jelasnya.

Ia pun kembali menegaskan, semua kegiatan kaitan dengan tahapan pilkel harus memperhatikan protokol kesehatan. Dari sisi anggaran juga sudah disiapkan oleh panitia desa. Seperti anggaran disinfektan, tempat cuci tangan dan lainnya.

Sekadar mengingatkan, terdapat 22 desa yang bakal melaksanakan pilkel di Klungkung tahun ini, tersebar di empat kecamatan. Tujuh desa di Kecamatan Nusa Penida (Desa Tanglad, Batukandik, Kutampi, Klumpu, Ped, Jungutbatu dan Batununggul). Lalu empat desa di Kecamatan Klungkung (Desa Tangkas, Jumpai, Kamasan dan Gelgel). Tujuh desa di Kecamatan Dawan (Paksebali, Sampalan Klod, Sampalan Tengah, Sulang, Dawan Klod, Pesinggahan dan Kampung Kusamba), serta empat desa di Kecamatan Banjarangkan (Desa Timuhun, Takmung, Tusan dan Tohpati).

Pandemi Covdi-19 tidak hanya membuat tahapan pilkel harus memperhatikan protokol kesehatan. Jadwal pencoblosan juga diubah. Dari sebelumnya 14 Juni 2020 menjadi menjadi 9 Agustus 2020.


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Masa kampanye pemilihan perbekel (pilkel) serentak di Klungkung dijadwalkan 3-5 Agustus 2020. Melihat pandemi Covid-19 yang belum berakhir, panitia kabupaten memberikan pilihan kampanye lewat media sosial (medsos).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung I Wayan Suteja mengungkapkan, pilihan kampanye lewat medsos tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Itu juga sah, karena telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemilihan, Pemberhentian dan Pengangkatan Perbekel. Meskipun demikian, harus tetap memperhatikan perkembangan di masing-masing desa. Sebab tidak semua warga melek medsos. “Kami serahkan kepada panitia dan para calon di desa. Bisa lewat medsos, pertemuan langsung tatap muka,” ujar Suteja, Jumat (3/7).

Jika memang calon harus bertatap muka dengan pemilihnya, panitia desa harus memperhatikan protokol kesehatan. Misalnya, dibatasi hanya melibatkan maksimal 25 orang. Tempat pertemuan harus steril dengan terlebih dulu disemprotkan disinfektan. Sebelum masuk areal pertemuan, wajib mencuci tangan. Atur jarak yang hadir. Ketika menggunakan pengeras suara, tidak boleh satu dipakai bergiliran. “Kalau sebelum Covid-19 ada yang menyelenggarakan debat, calon turun ke masing-masing banjar menyampaikan visi dan misi. Sekarang itu dibatasi,” jelasnya.

Ia pun kembali menegaskan, semua kegiatan kaitan dengan tahapan pilkel harus memperhatikan protokol kesehatan. Dari sisi anggaran juga sudah disiapkan oleh panitia desa. Seperti anggaran disinfektan, tempat cuci tangan dan lainnya.

Sekadar mengingatkan, terdapat 22 desa yang bakal melaksanakan pilkel di Klungkung tahun ini, tersebar di empat kecamatan. Tujuh desa di Kecamatan Nusa Penida (Desa Tanglad, Batukandik, Kutampi, Klumpu, Ped, Jungutbatu dan Batununggul). Lalu empat desa di Kecamatan Klungkung (Desa Tangkas, Jumpai, Kamasan dan Gelgel). Tujuh desa di Kecamatan Dawan (Paksebali, Sampalan Klod, Sampalan Tengah, Sulang, Dawan Klod, Pesinggahan dan Kampung Kusamba), serta empat desa di Kecamatan Banjarangkan (Desa Timuhun, Takmung, Tusan dan Tohpati).

Pandemi Covdi-19 tidak hanya membuat tahapan pilkel harus memperhatikan protokol kesehatan. Jadwal pencoblosan juga diubah. Dari sebelumnya 14 Juni 2020 menjadi menjadi 9 Agustus 2020.


Most Read

Artikel Terbaru

/