alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

36 Outlet Ditutup, Holywings Bali Justru Bersiap Dibuka

BADUNG, BALI EXPRESS – Setelah 36 outlet milik Holywings ditutup, namun salah satu usahanya yang berada di pinggir pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara masih dalam proses pengerjaan. Bahkan dari hasil pemantauan terlihat masih ada aktivitas dari pekerja di Holywings Beach Fest. Beberapa pengerjaan pun hampir selesai, seperti di area kolam renang, dan Solitaire Bar yang berada di bibir pantai.

 

Beach club yang digadang-gadang menjadi yang terbesar di Asia ini tinggal menghitung hari untuk proses finishing bangunan. Dari informasi yang dihimpun koran ini, rencananya beach club seluas 3 hektar ini akan dibuka pada 17 Juni 2022. Bahkan sudah dilakukan proses rekrutmen pegawai sejak September 2021. Sayangnya dari rekrutmen tersebut belum ada warga asli Banjar Berawa, Desa Tibubeneng yang diterima.

 

Kelian Dinas Banjar Berawa, Gede Agus saat dikonfirmasi pun membenarkan hal tersebut. Namun pihaknya menerangkan, masyarakat Berawa jumlahnya sedikit dan banyak yang masih seklolah. Sehingga belum ada yang diterima bekerja di Holywings Beach Fest.

Baca Juga :  Kariani Takut Suami, Enggan Pulang dan Pilih Main dengan Anjing Bosnya

 

“Sudah dari dulu (rekrutmen tenaga kerja) dari September 2021 kalau tidak salah. Kurang lebih di Banjar Berawa penduduknya sedikit, mungkin di Banjar lainnya ada se-Desa Tibubeneng, di Berawa belum karena masih banyak yang sekolah,” ujar Agus, Minggu (3/7).

 

Menurutnya, ada kesepakatan antara Holywings dengan Desa Tibubeneng terkait penyerapan tenaga kerja lokal. Namun pihaknya tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah pekerja lokal yang akan diterima. “Itu ada di desa, saya tidak tahu jumlahnya. Tapi itu untuk seluruh wilayah Desa Tibubeneng,” ungkapnya.

 

Sementara Prebekel Desa Tibubeneng Made Kamajaya menjelaskan, Holywing Beach Fest dibangun sejak pertengahan tahun 2021. Lahan yang digunakan kurang lebih 3 hektar melalui sistem kerjasama dengan perusahaan lainnya. Namun pihaknya tidak mengetahui pemilik Holywings Beach Fest tersebut. “Saya belum pernah ketemu dengan pemiliknya, hanya ada komunikasi dengan manajemen saja. Kalau lahanya kalau tidak salah milik Kompas Grup,” jelas Kamajaya.

Baca Juga :  Septyan Bekap Tiga Anaknya dengan Boneka Hingga Tewas Secara Bergilir

 

Selama ini, Ia mengaku tidak banyak komunikasi yang dilakukan dengan pihak manajemen. Hanya saja sudah ada kerjasama untuk penyerapan tenaga kerja lokal yang akan diprioritaskan. Namun pihaknya belum mengetahui berapa jumlah keseluruhan tenaga kerja yang akan diterima.

 

“Kalau MoU kita itu 30-40 persen tenaga kerja lokal. Itu untuk seluruh kompetensi yang dimiliki masyarakat. Kalau kompetensi yang diperlukan dan hasil seleksi nilainya sama, kami mendapat prioritas,” terangnya.

 

Lebih lanjut ia menambahkan, rencana pembukaan Holywing pada akhir bulan ini. Namun dirinya tidak berani memastikan, lantaran rencana pembukaan terus berubah-ubah. “Rencanaha sudah di kemarin-kemarin, tapi terus diundur. Pernah di April, Mei, dan terakhir Juli, bisa atau tidak dibuka ini,” imbuhnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Setelah 36 outlet milik Holywings ditutup, namun salah satu usahanya yang berada di pinggir pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara masih dalam proses pengerjaan. Bahkan dari hasil pemantauan terlihat masih ada aktivitas dari pekerja di Holywings Beach Fest. Beberapa pengerjaan pun hampir selesai, seperti di area kolam renang, dan Solitaire Bar yang berada di bibir pantai.

 

Beach club yang digadang-gadang menjadi yang terbesar di Asia ini tinggal menghitung hari untuk proses finishing bangunan. Dari informasi yang dihimpun koran ini, rencananya beach club seluas 3 hektar ini akan dibuka pada 17 Juni 2022. Bahkan sudah dilakukan proses rekrutmen pegawai sejak September 2021. Sayangnya dari rekrutmen tersebut belum ada warga asli Banjar Berawa, Desa Tibubeneng yang diterima.

 

Kelian Dinas Banjar Berawa, Gede Agus saat dikonfirmasi pun membenarkan hal tersebut. Namun pihaknya menerangkan, masyarakat Berawa jumlahnya sedikit dan banyak yang masih seklolah. Sehingga belum ada yang diterima bekerja di Holywings Beach Fest.

Baca Juga :  Septyan Bekap Tiga Anaknya dengan Boneka Hingga Tewas Secara Bergilir

 

“Sudah dari dulu (rekrutmen tenaga kerja) dari September 2021 kalau tidak salah. Kurang lebih di Banjar Berawa penduduknya sedikit, mungkin di Banjar lainnya ada se-Desa Tibubeneng, di Berawa belum karena masih banyak yang sekolah,” ujar Agus, Minggu (3/7).

 

Menurutnya, ada kesepakatan antara Holywings dengan Desa Tibubeneng terkait penyerapan tenaga kerja lokal. Namun pihaknya tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah pekerja lokal yang akan diterima. “Itu ada di desa, saya tidak tahu jumlahnya. Tapi itu untuk seluruh wilayah Desa Tibubeneng,” ungkapnya.

 

Sementara Prebekel Desa Tibubeneng Made Kamajaya menjelaskan, Holywing Beach Fest dibangun sejak pertengahan tahun 2021. Lahan yang digunakan kurang lebih 3 hektar melalui sistem kerjasama dengan perusahaan lainnya. Namun pihaknya tidak mengetahui pemilik Holywings Beach Fest tersebut. “Saya belum pernah ketemu dengan pemiliknya, hanya ada komunikasi dengan manajemen saja. Kalau lahanya kalau tidak salah milik Kompas Grup,” jelas Kamajaya.

Baca Juga :  BNNP Bali Musnahkan Narkoba Rp 1,7 Miliar

 

Selama ini, Ia mengaku tidak banyak komunikasi yang dilakukan dengan pihak manajemen. Hanya saja sudah ada kerjasama untuk penyerapan tenaga kerja lokal yang akan diprioritaskan. Namun pihaknya belum mengetahui berapa jumlah keseluruhan tenaga kerja yang akan diterima.

 

“Kalau MoU kita itu 30-40 persen tenaga kerja lokal. Itu untuk seluruh kompetensi yang dimiliki masyarakat. Kalau kompetensi yang diperlukan dan hasil seleksi nilainya sama, kami mendapat prioritas,” terangnya.

 

Lebih lanjut ia menambahkan, rencana pembukaan Holywing pada akhir bulan ini. Namun dirinya tidak berani memastikan, lantaran rencana pembukaan terus berubah-ubah. “Rencanaha sudah di kemarin-kemarin, tapi terus diundur. Pernah di April, Mei, dan terakhir Juli, bisa atau tidak dibuka ini,” imbuhnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/