alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Distanak Imbau Peternak Waspadai Makelar Sapi yang Manfaatkan Kasus PMK

GIANYAR, BALI EXPRESS – Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar mengimbau peternak untuk tidak tergesa-gesa menjual sapinya karena khawatir akan terserang virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belakangan ini meresahkan para peternak. Sebab kekhawatiran itu justru dimanfaatkan oleh makelar sapi untuk bisa mendapatkan sapi dengan harga murah.

Kekhawatiran itu pun dirasakan oleh salah seorang peternak, I Ketut Samika. Dimana dirinya mulai menawarkan sapi yang dipeliharanya kepada pedagang. Hal itu menyusul dengan ditemukannya 26 ekor sapi yang terjangkit virus PMK di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. “Saya takut nanti sapi saya kena PMK makanya saya jual. Dapat lebih sedikit saja dari harga saat saya beli anakannya dulu, saya kasi daripada nanti mati sia-sia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Seorang WNA dalam Pengawasan Korona, Suwirta Lakukan Antisipasi

Namun beberapa calon pembeli nampaknya memanfaatkan situasi tersebut dengan menawar sapi milik Samika dengan harga yang jauh dari harga pasar. “Sudah ada beberapa yang datang melihat sapi saya. Ada yang datang tidak menawar harga lalu pergi. Ada juga yang menawar tapi harganya jauh dari pasaran, ya mereka tahu lah kalau sekarang lagi ada PMK,” imbuhnya.

Dirinya pun menduga hal itu merupakan strategi makelar agar mendapatkan sapi dengan harga terendah. Hanya saja dirinya tetap bertekad untuk menjual sapinya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, I Made Raka mengimbau para peternak untuk tidak panik dan tidak terburu-buru menjual sapinya. Apalagi jika sapinya dalam kondisi sehat. “Kami imbau peternak tidak tergesa-gesa dan jangan panik menyikapi kondisi ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Rawan Abrasi, 31 Km Pantai di Karangasem Perlu Penanganan

Namun apabila peternak tetap ingin menjual sapinya, maka pihaknya mengimbau agar identitas pembeli jelas. “Jika mencurigakan, bisa hubungi Bhabinkamtibmas,” lanjutnya.

Pihaknya pun mengajak semua pihak agar tidak memanfaatkan situasi ini untuk meraup keuntungan pribadi terutama makelar ternak yang membeli sapi peternak dengan harga murah. Karena jika nilai jual sapi anjlok, maka kerugian akan berdampak pada semua hal. “Misalnya, masyarakat Gianyar bagian utara, biasanya menggantungkan ekonomi keluarganya dari ternak sapi. Seperti, biaya sekolah anak dan kebutuhan besar lain. Jangan sampai hal ini menimbulkan kesulitan ekonomi. Jadi mari kita awasi bersama, agar jangan sampai kasus PMK ini dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab,” pungkasnya. (ras)


GIANYAR, BALI EXPRESS – Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar mengimbau peternak untuk tidak tergesa-gesa menjual sapinya karena khawatir akan terserang virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belakangan ini meresahkan para peternak. Sebab kekhawatiran itu justru dimanfaatkan oleh makelar sapi untuk bisa mendapatkan sapi dengan harga murah.

Kekhawatiran itu pun dirasakan oleh salah seorang peternak, I Ketut Samika. Dimana dirinya mulai menawarkan sapi yang dipeliharanya kepada pedagang. Hal itu menyusul dengan ditemukannya 26 ekor sapi yang terjangkit virus PMK di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. “Saya takut nanti sapi saya kena PMK makanya saya jual. Dapat lebih sedikit saja dari harga saat saya beli anakannya dulu, saya kasi daripada nanti mati sia-sia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penutupan Pasar Kumbasari Diperpanjang, 382 Pedagang Diswab dan Rapid

Namun beberapa calon pembeli nampaknya memanfaatkan situasi tersebut dengan menawar sapi milik Samika dengan harga yang jauh dari harga pasar. “Sudah ada beberapa yang datang melihat sapi saya. Ada yang datang tidak menawar harga lalu pergi. Ada juga yang menawar tapi harganya jauh dari pasaran, ya mereka tahu lah kalau sekarang lagi ada PMK,” imbuhnya.

Dirinya pun menduga hal itu merupakan strategi makelar agar mendapatkan sapi dengan harga terendah. Hanya saja dirinya tetap bertekad untuk menjual sapinya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, I Made Raka mengimbau para peternak untuk tidak panik dan tidak terburu-buru menjual sapinya. Apalagi jika sapinya dalam kondisi sehat. “Kami imbau peternak tidak tergesa-gesa dan jangan panik menyikapi kondisi ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Nihil Kasus Baru dan Capaian Vaksinasi 87 Persen, Gianyar Zona Hijau PMK

Namun apabila peternak tetap ingin menjual sapinya, maka pihaknya mengimbau agar identitas pembeli jelas. “Jika mencurigakan, bisa hubungi Bhabinkamtibmas,” lanjutnya.

Pihaknya pun mengajak semua pihak agar tidak memanfaatkan situasi ini untuk meraup keuntungan pribadi terutama makelar ternak yang membeli sapi peternak dengan harga murah. Karena jika nilai jual sapi anjlok, maka kerugian akan berdampak pada semua hal. “Misalnya, masyarakat Gianyar bagian utara, biasanya menggantungkan ekonomi keluarganya dari ternak sapi. Seperti, biaya sekolah anak dan kebutuhan besar lain. Jangan sampai hal ini menimbulkan kesulitan ekonomi. Jadi mari kita awasi bersama, agar jangan sampai kasus PMK ini dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab,” pungkasnya. (ras)


Most Read

Artikel Terbaru

/