alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Hilang Usai Mesaiban, Dadong Ditemukan Tewas di Sungai Penet

BADUNG, BALI EXPRESS – Nasib nahas dialami seorang dadong (nenek) bernama Ni Ketut Ceblok, 85. Setelah dikabarkan hilang selama sembilan hari, dadong itu ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Penet, Banjar Senapan, Desa Carangsari, Petang, Badung, pada Minggu (3/7).

 

Diketahui, korban terakhir kali dilihat oleh keponakannya Putu Gede Suta, 55, di rumahnya yang dekat dengan aliran Sungai Penet, pada Jumat (24/6). Hal itu disampaikan Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana.

 

Dijelaskan, saat itu saksi melihat sang bibi sedang mebanten saiban (tradisi menghaturkan makanan yang dimasak setiap pagi hari) di sekitar rumah pukul 12.15. Setelah itu, dadong Ceblok keluar rumah. “Saksi juga sempat bertanya kepada korban mau kemana setelah mesaiban,” tutur Sudana.

Baca Juga :  Mulai Hari Ini, Bus AKAP Dilarang Masuk Ubung, Penumpang Makin Susah

 

Namun hingga pukul 16.00, dadong yang berprofesi sebagai petani ini tidak kunjung kembali. Sehingga Suta melaporkan hilangnya sang bibi ke Kepala Dusun Banjar Senapan serta diteruskan ke Bhabinkamtimas Desa Carangsari. Berikutnya dilakukan pencarian bersama warga Carangsari dan tim BPBD Kabupaten Badung.

 

Hingga pada Minggu (3/7), keponakan korban yang lain bernama I Nyoman Merta, 55, bersama warga menelusuri aliran sungai Penet sekitar pukul 05.00. Akhirnya, korban berhasil ditemukan sekitar pukul 10.00. Sayangnya Ceblok sudah dalam keadaan tak bernyawa.

 

“Korban didapati tergeletak di aliran sungai dengan kepala menghadap utara, kaki menghadap ke selatan, mengunakan baju kaos warna loreng, dan bagian bawah mengunakan kain,” tambah Perwira Balok Dua di pundak itu. Temuan ini lantas disampaikan ke Polsek Petang guna melakukan pemeriksaan.

Baca Juga :  Komplotan Pencuri Traktor Ngaku Beraksi di Sembilan Tempat di Bali

 

Unit Identifikasi Polres Badung juga ke lokasi. Hasil identifikasi sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Hanya saja sebagian tubuh dan tengkorak kepala sudah mengelupas, serta iga sebelah kanan telah terlihat tulang.

 

Selanjutnya jenazah Ceblok dibawa menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung menuju RSD Mangusada, Kapal, untuk dilakukan visum. Sehingga petugas dapat lebih memastikan penyebab kematiannya.






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Nasib nahas dialami seorang dadong (nenek) bernama Ni Ketut Ceblok, 85. Setelah dikabarkan hilang selama sembilan hari, dadong itu ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Penet, Banjar Senapan, Desa Carangsari, Petang, Badung, pada Minggu (3/7).

 

Diketahui, korban terakhir kali dilihat oleh keponakannya Putu Gede Suta, 55, di rumahnya yang dekat dengan aliran Sungai Penet, pada Jumat (24/6). Hal itu disampaikan Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana.

 

Dijelaskan, saat itu saksi melihat sang bibi sedang mebanten saiban (tradisi menghaturkan makanan yang dimasak setiap pagi hari) di sekitar rumah pukul 12.15. Setelah itu, dadong Ceblok keluar rumah. “Saksi juga sempat bertanya kepada korban mau kemana setelah mesaiban,” tutur Sudana.

Baca Juga :  Tak Hati-Hati, Tabrak Pejalan Kaki Hingga Cidera Berat

 

Namun hingga pukul 16.00, dadong yang berprofesi sebagai petani ini tidak kunjung kembali. Sehingga Suta melaporkan hilangnya sang bibi ke Kepala Dusun Banjar Senapan serta diteruskan ke Bhabinkamtimas Desa Carangsari. Berikutnya dilakukan pencarian bersama warga Carangsari dan tim BPBD Kabupaten Badung.

 

Hingga pada Minggu (3/7), keponakan korban yang lain bernama I Nyoman Merta, 55, bersama warga menelusuri aliran sungai Penet sekitar pukul 05.00. Akhirnya, korban berhasil ditemukan sekitar pukul 10.00. Sayangnya Ceblok sudah dalam keadaan tak bernyawa.

 

“Korban didapati tergeletak di aliran sungai dengan kepala menghadap utara, kaki menghadap ke selatan, mengunakan baju kaos warna loreng, dan bagian bawah mengunakan kain,” tambah Perwira Balok Dua di pundak itu. Temuan ini lantas disampaikan ke Polsek Petang guna melakukan pemeriksaan.

Baca Juga :  Curi Vario untuk Tajen, Residivis Kembali Dibekuk

 

Unit Identifikasi Polres Badung juga ke lokasi. Hasil identifikasi sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Hanya saja sebagian tubuh dan tengkorak kepala sudah mengelupas, serta iga sebelah kanan telah terlihat tulang.

 

Selanjutnya jenazah Ceblok dibawa menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung menuju RSD Mangusada, Kapal, untuk dilakukan visum. Sehingga petugas dapat lebih memastikan penyebab kematiannya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/