alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Kasus Ayah Cabuli Anak Tiri Terus Didalami, Pelaku Terancam Hukuman 15 Tahun

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kasus pencabulan ayah terhadap anak tirinya di Banjar Pupuan, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar terus didalami oleh pihak kepolisian. Total sudah ada enam orang saksi yang diperiksa penyidik untuk segera merampungkan berkas perkara dengan tersangka I Ketut R, 32, tersebut.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan proses penyidikan terhadap kasus pencabulan tersebut. “Termasuk terus melakukan pemeriksaan saksi, hingga saat ini total ada 6 orang saksi yang kita periksa termasuk korban,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (3/7).

Selain itu, pihaknya didampingi pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan psikiater juga tengah melakukan pengecekan terhadap kejiwaan korban. “Memang secara langsung kita lihat korban syok dan trauma, tetapi kita juga lakukan pemeriksaan terhadap kejiwaannya,” imbuhnya.

Pelaku juga telah ditahan di Rutan Polres Gianyar dan akan dilakukan perpanjangan panahanan hingga berkar perkara rampung dan siap dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gianyar. “Unsurnya sudah memenuhi, hasil visum juga sudah keluar. Begitu juga dengan keterangan saksi yang paling penting itu adalah keterangan dari ibu kandung korban dan korban sendiri,” paparnya.

Baca Juga :  Polres Gianyar Tetapkan Lima Orang Tersangka

Tersangka pun disangkakan pasal 81 ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan bahwa tersangka I Ketut R nekat menggagahi anak tirinya sejak usia 7 tahun hingga kini berusia 12 tahun.

Kasus asusila itu terungkap setelah ibu kandung korban yang juga istri pelaku melapor kepada pihak kepolisian tanggal 21 Juni 2022. Ni Made YA, 31, menyampaikan kepada polisi bahwa anak kandungnya berinisial IT telah menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah tirinya.

Hal itu berawal pada Sabtu 18 Juni 2022 dimana ibu kandung korban melihat ada noda darah pada tempat tidur anaknya. Tak berselang lama, tepatnya pada tanggal 21 Juni 2022 ibu kandung korban juga menemukan alat kontrasepsi bekas pakai (kondom) di kamar anaknya.

Baca Juga :  Disebut Preman Pungli di Pasar Payangan, Ternyata Petugas BUMDes

Hal itu pun membuat dirinya semakin curiga dan menanyakan perihal kondom bekas kepada suaminya sekaligus pelaku. Pelaku berdalih jika kondom bekas itu merupakan kondom yang dulu pernah mereka pakai berhubungan intim.

Alasan itu tak serta merta dipercaya oleh ibu korban karena ia sudah menggunakan alat kontrasepsi IUD sejak tahun 2020, sedangkan kondom tersebut terbilang masih baru. Kecurigaan ibu korban pun semakin menjadi-jadi sehingga memutuskan untuk menanyakan hal tersebut kepada sang anak.

Setelah dibujuk, korban pun akhirnya mengaku jika memang telah dipaksa oleh ayah tirinya untuk memenuhi nafsu bejatnya. Parahnya lagi, perbuatan tersebut telah dilakukan pelaku sejak korban duduk dikelas 2 SD. Korban bahkan menyebutkan jika terakhir kali disetubuhi dua hari sebelum Hari Raya Galungan sekitar pukul 22.00 WITA di rumahnya.

Meskipun pelaku sempat mengelak namun akhirnya pelaku mengakui perbuatannya setelah ibu korban melapor kepada polisi. Pelaku kemudian diamankan ke Polres Gianyar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Kasus pencabulan ayah terhadap anak tirinya di Banjar Pupuan, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar terus didalami oleh pihak kepolisian. Total sudah ada enam orang saksi yang diperiksa penyidik untuk segera merampungkan berkas perkara dengan tersangka I Ketut R, 32, tersebut.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan proses penyidikan terhadap kasus pencabulan tersebut. “Termasuk terus melakukan pemeriksaan saksi, hingga saat ini total ada 6 orang saksi yang kita periksa termasuk korban,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (3/7).

Selain itu, pihaknya didampingi pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan psikiater juga tengah melakukan pengecekan terhadap kejiwaan korban. “Memang secara langsung kita lihat korban syok dan trauma, tetapi kita juga lakukan pemeriksaan terhadap kejiwaannya,” imbuhnya.

Pelaku juga telah ditahan di Rutan Polres Gianyar dan akan dilakukan perpanjangan panahanan hingga berkar perkara rampung dan siap dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gianyar. “Unsurnya sudah memenuhi, hasil visum juga sudah keluar. Begitu juga dengan keterangan saksi yang paling penting itu adalah keterangan dari ibu kandung korban dan korban sendiri,” paparnya.

Baca Juga :  Polres Gianyar Tetapkan Lima Orang Tersangka

Tersangka pun disangkakan pasal 81 ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan bahwa tersangka I Ketut R nekat menggagahi anak tirinya sejak usia 7 tahun hingga kini berusia 12 tahun.

Kasus asusila itu terungkap setelah ibu kandung korban yang juga istri pelaku melapor kepada pihak kepolisian tanggal 21 Juni 2022. Ni Made YA, 31, menyampaikan kepada polisi bahwa anak kandungnya berinisial IT telah menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah tirinya.

Hal itu berawal pada Sabtu 18 Juni 2022 dimana ibu kandung korban melihat ada noda darah pada tempat tidur anaknya. Tak berselang lama, tepatnya pada tanggal 21 Juni 2022 ibu kandung korban juga menemukan alat kontrasepsi bekas pakai (kondom) di kamar anaknya.

Baca Juga :  Jaya Negara Buka Talkshow “Membedah Pencegahan Gratifikasi Menuju Denpasar Maju”

Hal itu pun membuat dirinya semakin curiga dan menanyakan perihal kondom bekas kepada suaminya sekaligus pelaku. Pelaku berdalih jika kondom bekas itu merupakan kondom yang dulu pernah mereka pakai berhubungan intim.

Alasan itu tak serta merta dipercaya oleh ibu korban karena ia sudah menggunakan alat kontrasepsi IUD sejak tahun 2020, sedangkan kondom tersebut terbilang masih baru. Kecurigaan ibu korban pun semakin menjadi-jadi sehingga memutuskan untuk menanyakan hal tersebut kepada sang anak.

Setelah dibujuk, korban pun akhirnya mengaku jika memang telah dipaksa oleh ayah tirinya untuk memenuhi nafsu bejatnya. Parahnya lagi, perbuatan tersebut telah dilakukan pelaku sejak korban duduk dikelas 2 SD. Korban bahkan menyebutkan jika terakhir kali disetubuhi dua hari sebelum Hari Raya Galungan sekitar pukul 22.00 WITA di rumahnya.

Meskipun pelaku sempat mengelak namun akhirnya pelaku mengakui perbuatannya setelah ibu korban melapor kepada polisi. Pelaku kemudian diamankan ke Polres Gianyar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Most Read

Artikel Terbaru

/