alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Pasien Sembuh di Denpasar Capai 86,63 Persen, 38 Desa Nihil Kasus

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus Covid-19 di Kota Denpasar berangsur-angsur menurun. Angka kesembuhan pun semakin meningkat. Pada Senin (3/8), tercatat 38 desa/kelurahan nihil penambahan kasus baru. Pun demikian, sebanyak 5 desa/kelurahan masih menunjukkan penambahan kasus. Ke-5 desa/kelurahan itu yakni Kelurahan Dauh Puri seorang perempuan usia 52 tahun, Desa Kesiman Petilan seorang perempuan usia 40 tahun, Kelurahan Sumerta seorang perempuan usia 45 tahun, Desa Sumerta Kaja dua orang perempuan usia 31 dan 58 tahun serta seorang laki-laki usia 3 tahun dan Desa Sumerta Kauh dua orang laki-laki usia 41 dan 45 tahun.

Untuk angka kesembuhan, sebanyak 22 pasien dinyatakan sembuh. Hal ini secara otomatis menambah persentase kesembuhan pasien di ibukota Provinsi Bali ini menjadi 86,63 persen. Pun demikian, pada hari yang sama kasus positif masih ditemukan di 5 wilayah desa/kelurahan, sedangkan 38 desa/kelurahan lainnya tercatat nihil kasus.

“Kasus sembuh mengalami penambahan sebanyak 22 orang, dan kasus positif juga tercatat bertambah sebanyak 8 orang yang tersebar di 5 desa/kelurahan. Sementara sebanyak 38 desa/kelurahan mencatatkan nihil penambahan kasus positif baru. Jika dilihat dari data, penyebaran kasus baru bisa dikatakan mengalami penurunan. Hal ini tak terlepas dari peran serta masyarakat dalam mencegah penularan.” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Baca Juga :  Pentas Seni TK/PAUD sebagai Ajang Penyeimbang Otak Anak

Secara kumulatif, papar Dewa Rai, kasus Covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 1.354 kasus positif. Rincianya adalah 1.173 atau 86,63 persen orang sembuh, 14 atau 1,03 persen orang meninggal dunia, dan 167 atau 12,33 persen orang masih dalam perawatan. 

 

Dewa Rai menjelaskan, angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif Covid-19 masih fluktuatif. Sebab, di tengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif Covid-19. Oleh karenanya, diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.  

Dewa Rai menambahkan, walaupun saat ini sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru, namun kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah  masih menunjukkan peningkatan. Kedua klaster baru inilah yang patut diwaspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar. 

Baca Juga :  Satpol PP Denpasar Warning Pedagang Bermobil di Trotoar

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih  mendominasi. Hal ini disebabkan arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19.  Dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini terdapat dua cara, yakni tracing masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kasus Covid-19 di Kota Denpasar berangsur-angsur menurun. Angka kesembuhan pun semakin meningkat. Pada Senin (3/8), tercatat 38 desa/kelurahan nihil penambahan kasus baru. Pun demikian, sebanyak 5 desa/kelurahan masih menunjukkan penambahan kasus. Ke-5 desa/kelurahan itu yakni Kelurahan Dauh Puri seorang perempuan usia 52 tahun, Desa Kesiman Petilan seorang perempuan usia 40 tahun, Kelurahan Sumerta seorang perempuan usia 45 tahun, Desa Sumerta Kaja dua orang perempuan usia 31 dan 58 tahun serta seorang laki-laki usia 3 tahun dan Desa Sumerta Kauh dua orang laki-laki usia 41 dan 45 tahun.

Untuk angka kesembuhan, sebanyak 22 pasien dinyatakan sembuh. Hal ini secara otomatis menambah persentase kesembuhan pasien di ibukota Provinsi Bali ini menjadi 86,63 persen. Pun demikian, pada hari yang sama kasus positif masih ditemukan di 5 wilayah desa/kelurahan, sedangkan 38 desa/kelurahan lainnya tercatat nihil kasus.

“Kasus sembuh mengalami penambahan sebanyak 22 orang, dan kasus positif juga tercatat bertambah sebanyak 8 orang yang tersebar di 5 desa/kelurahan. Sementara sebanyak 38 desa/kelurahan mencatatkan nihil penambahan kasus positif baru. Jika dilihat dari data, penyebaran kasus baru bisa dikatakan mengalami penurunan. Hal ini tak terlepas dari peran serta masyarakat dalam mencegah penularan.” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Baca Juga :  Dewan Minta Eksekutif Perketat Portal, Kebocoran Galian C Tinggi

Secara kumulatif, papar Dewa Rai, kasus Covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 1.354 kasus positif. Rincianya adalah 1.173 atau 86,63 persen orang sembuh, 14 atau 1,03 persen orang meninggal dunia, dan 167 atau 12,33 persen orang masih dalam perawatan. 

 

Dewa Rai menjelaskan, angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif Covid-19 masih fluktuatif. Sebab, di tengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif Covid-19. Oleh karenanya, diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.  

Dewa Rai menambahkan, walaupun saat ini sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru, namun kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah  masih menunjukkan peningkatan. Kedua klaster baru inilah yang patut diwaspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar. 

Baca Juga :  Mengapresiasi Aksi Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih  mendominasi. Hal ini disebabkan arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19.  Dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini terdapat dua cara, yakni tracing masif yang agresif disertai tes dan isolasi, serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan.


Most Read

Artikel Terbaru

/