alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Sepi Pengunjung, Perpustakaan Bangli Rancang E-Library

BANGLI, BALI EXPRESS – Perpustakaan Kabupaten Bangli yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli sepi pengunjung. Di tengah pandemi Covid-19, kunjungan rata-rata dua orang per hari. Sedangkan sebelum Covid-19, 10 orang per hari. Salah satu penyebabnya karena lokasi jauh dari Kota Bangli.  

Seperti diketahui, lokasinya berada di wilayah Kelurahan Kubu. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli I Wayan Sugiarta mengakui perpustakaan sepi pengunjung, salah satunya karena jauh dari kota. Saat berada di Kota Bangli, kunjungan bisa sampai 30 orang per hari. Namun, ditegaskannya, kembali ke kota seperti dulu bukan solusi. Lebih baik membuat inovasi, misalnya mengikuti perkembangan zaman untuk merangsang minat baca pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum. “Tidak harus balik ke sana (ke kota). Tetapi bagaimana caranya membuat magnet agar tertarik membaca,” ungkap Sugiarta ditemui Senin (3/8).

Baca Juga :  Bupati Bangli Serahkan Sapi Kurban ke Masjid Agung

Dikatakannya, pihaknya tengah merancang electronic library (e-library/perpustakaan digital). Tanpa menghilangkan perpustakaan yang ada saat ini, dinas setempat bekerja sama dengan pengarang atau penerbit buku untuk mengisi e-library. Dengan e-library, pengunjung tidak perlu lagi datang ke perpustakaan. Tinggal klik gadget atau komputer yang telah tersambung internet. “Mudah-mudahan e-library ini bisa terealisasi,” harapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berupaya membuat nyaman pengunjung perpustakaan yang ada sekarang. Sebab, diakuinya, perpustakaan tersebut kurang representatif. Ruangannya sempit, tempat baca tidak nyaman. Di samping itu, stok buku terbatas dan belum mampu mengakomodasi kebutuhan pembaca. Misalnya, perpustakaan dekat dengan kampus dan beberapa sekolah dari tingkat SD hingga SMA, tetapi tidak banyak buku yang terkait.

Baca Juga :  Kerabat Kru Meninggal, Ajang Uji Nyali di Bekas RSU Bangli Batal

Mantan kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Bangli ini menyebutkan, terdapat sekitar 4.300 buku di sana. Jumlah itu sangat sedikit dan banyak buku terbitan zaman dulu. Dinas setempat tidak bisa menambah koleksi dengan buku-buku terbitan baru karena terkendala anggaran.


BANGLI, BALI EXPRESS – Perpustakaan Kabupaten Bangli yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli sepi pengunjung. Di tengah pandemi Covid-19, kunjungan rata-rata dua orang per hari. Sedangkan sebelum Covid-19, 10 orang per hari. Salah satu penyebabnya karena lokasi jauh dari Kota Bangli.  

Seperti diketahui, lokasinya berada di wilayah Kelurahan Kubu. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli I Wayan Sugiarta mengakui perpustakaan sepi pengunjung, salah satunya karena jauh dari kota. Saat berada di Kota Bangli, kunjungan bisa sampai 30 orang per hari. Namun, ditegaskannya, kembali ke kota seperti dulu bukan solusi. Lebih baik membuat inovasi, misalnya mengikuti perkembangan zaman untuk merangsang minat baca pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum. “Tidak harus balik ke sana (ke kota). Tetapi bagaimana caranya membuat magnet agar tertarik membaca,” ungkap Sugiarta ditemui Senin (3/8).

Baca Juga :  Meilan Catut Nama Wagub untuk Toko China, Pemprov Minta Ditelusuri

Dikatakannya, pihaknya tengah merancang electronic library (e-library/perpustakaan digital). Tanpa menghilangkan perpustakaan yang ada saat ini, dinas setempat bekerja sama dengan pengarang atau penerbit buku untuk mengisi e-library. Dengan e-library, pengunjung tidak perlu lagi datang ke perpustakaan. Tinggal klik gadget atau komputer yang telah tersambung internet. “Mudah-mudahan e-library ini bisa terealisasi,” harapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berupaya membuat nyaman pengunjung perpustakaan yang ada sekarang. Sebab, diakuinya, perpustakaan tersebut kurang representatif. Ruangannya sempit, tempat baca tidak nyaman. Di samping itu, stok buku terbatas dan belum mampu mengakomodasi kebutuhan pembaca. Misalnya, perpustakaan dekat dengan kampus dan beberapa sekolah dari tingkat SD hingga SMA, tetapi tidak banyak buku yang terkait.

Baca Juga :  Kenalan di IG, Pacaran Sebulan, Siswi SMP Disetubuhi hingga Depresi

Mantan kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Bangli ini menyebutkan, terdapat sekitar 4.300 buku di sana. Jumlah itu sangat sedikit dan banyak buku terbitan zaman dulu. Dinas setempat tidak bisa menambah koleksi dengan buku-buku terbitan baru karena terkendala anggaran.


Most Read

Artikel Terbaru

/