alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

13 Desa di Karangasem Masuk Zona Merah Covid

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Satgas Penanganan Covid-19 di Karangasem belum lama ini merilis data perkembangan kasus Covid-19 di wilayah setempat. Angka warga yang terpapar korona menunjukkan fluktuasi tiap harinya. Akhir Juli lalu, Dinas Kesehatan Karangasem pernah melaporkan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 78 orang dalam satu hari. 

Fluktuasi kasus Covid-19 setidaknya berdampak terhadap peta risiko penyebaran korona di suatu wilayah. Satgas Covid-19 Karangasem pun merilis penambahan wilayah yang masuk peta risiko penyebaran dengan status zona merah Covid-19. Dari sebelumnya delapan desa/kelurahan menjadi 13 desa/kelurahan zona merah.

Kondisi ini tidak lepas dari lonjakan kasus di desa/kelurahan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid -19 Kabupaten Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama, mengungkapkan, penambahan kasus positif Covid-19 di Karangasem masih terjadi setiap harinya.

Berdasarkan hasil evaluasi mingguan, 13 desa/kelurahan menyandang zona merah. Di antaranya Kelurahan Karangasem, Kelurahan Subagan, Kelurahan Padangkerta, Desa Bebandem, Bungaya Kangin, Ababi, Sibetan, Seraya Tengah, Bhuana Giri, Tulamben, Nongan, Dukuh, dan Desa Kubu. “Sedangkan 23 desa zona oranye, 31desa zona kuning dan 11 desa masuk zona hijau,” ujar Putra Pertama.

Tak hanya penambahan kasus positif yang terus meningkat. Jumlah angka kematian akibat Covid-19 juga dilaporkan terus terjadi. Data per 1 hingga 2 Agustus lalu, tercatat tujuh warga meninggal terkonfirmasi positif Covid-19. Angka kumulatif korban meninggal akibat terkonfirmasi mencapai 160 lebih kasus sejak awal pandemi.

Pihaknya khawatir, bertambahnya pasien korona, terutama yang bergejala, membuat penanganan pasien umum di rumah sakit terganggu. Sebab ketersediaan tempat tidur untuk pasien korona juga perlu dipertimbangkan. Begitu pula penanganan awal atau screening pasien suspect korona, agar sebisa mungkin tidak sampai menimbulkan penumpukan pasien secara umum.

Putra Pertama mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan demi menekan angka penularan. Pihaknya tidak menampik, potensi sembuh dari infeksi Covid-19 sangat tinggi, dibuktikan dengan adanya penambahan pasien yang sembuh tiap harinya.

Di sisi lain, potensi menularkan ke masyarakat dengan daya tahan tubuh yang lemah dan memiliki penyakit penyerta juga diperhatikan. “Kami imbau masyarakat agar selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus,” ajaknya.

 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Satgas Penanganan Covid-19 di Karangasem belum lama ini merilis data perkembangan kasus Covid-19 di wilayah setempat. Angka warga yang terpapar korona menunjukkan fluktuasi tiap harinya. Akhir Juli lalu, Dinas Kesehatan Karangasem pernah melaporkan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 78 orang dalam satu hari. 

Fluktuasi kasus Covid-19 setidaknya berdampak terhadap peta risiko penyebaran korona di suatu wilayah. Satgas Covid-19 Karangasem pun merilis penambahan wilayah yang masuk peta risiko penyebaran dengan status zona merah Covid-19. Dari sebelumnya delapan desa/kelurahan menjadi 13 desa/kelurahan zona merah.

Kondisi ini tidak lepas dari lonjakan kasus di desa/kelurahan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid -19 Kabupaten Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama, mengungkapkan, penambahan kasus positif Covid-19 di Karangasem masih terjadi setiap harinya.

Berdasarkan hasil evaluasi mingguan, 13 desa/kelurahan menyandang zona merah. Di antaranya Kelurahan Karangasem, Kelurahan Subagan, Kelurahan Padangkerta, Desa Bebandem, Bungaya Kangin, Ababi, Sibetan, Seraya Tengah, Bhuana Giri, Tulamben, Nongan, Dukuh, dan Desa Kubu. “Sedangkan 23 desa zona oranye, 31desa zona kuning dan 11 desa masuk zona hijau,” ujar Putra Pertama.

Tak hanya penambahan kasus positif yang terus meningkat. Jumlah angka kematian akibat Covid-19 juga dilaporkan terus terjadi. Data per 1 hingga 2 Agustus lalu, tercatat tujuh warga meninggal terkonfirmasi positif Covid-19. Angka kumulatif korban meninggal akibat terkonfirmasi mencapai 160 lebih kasus sejak awal pandemi.

Pihaknya khawatir, bertambahnya pasien korona, terutama yang bergejala, membuat penanganan pasien umum di rumah sakit terganggu. Sebab ketersediaan tempat tidur untuk pasien korona juga perlu dipertimbangkan. Begitu pula penanganan awal atau screening pasien suspect korona, agar sebisa mungkin tidak sampai menimbulkan penumpukan pasien secara umum.

Putra Pertama mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan demi menekan angka penularan. Pihaknya tidak menampik, potensi sembuh dari infeksi Covid-19 sangat tinggi, dibuktikan dengan adanya penambahan pasien yang sembuh tiap harinya.

Di sisi lain, potensi menularkan ke masyarakat dengan daya tahan tubuh yang lemah dan memiliki penyakit penyerta juga diperhatikan. “Kami imbau masyarakat agar selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus,” ajaknya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/