alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Tamu Sepi karena Pandemi, Tekor Embat Brankas BUMDes

NUSA PENIDA, BALI EXPRESS-  Polsek Nusa Penida, Klungkung mengungkap kasus pencurian brankas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kembang Sakti, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Pelakunya adalah I Ketut Sastrawan alias Tekor, 40, asal Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.  

Kepada polisi, Tekor mengaku membobol brankas itu karena himpitan ekonomi. Sebelum pandemi Covid-19, dia adalah sopir freelance pariwisata. Namun karena tamu sepi, dia akhirnya tidak bekerja. Timbul niat mencuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.  “Dia dulu sopir freelance,” ujar Kapolsek Nusa Penida Kompol I Gede Sukadana, Selasa (3/8).

Tekor membobol brankas itu seorang diri pada pertengahan Juni 2021. Tekor masuk ke kantor BUMDes dengan cara mendobrak pintu bagian depan. Kemudian dia memukul-mukul brankas di sana hingga baut yang menempel di dinding lepas. “Pelaku membawa kotak brankas tersebut dengan berjalan kaki dan disembunyikan di semak-semak,” terang Sukadana.

Hanya saja, setelah dibuka, brankas tersebut tidak berisi uang.  Isinya adalah 14 BPKB dan dua sertifikat tanah. Setelah kasus tersebut terendus polisi, Tekor berusaha menghilangkan barang bukti dengan membakar 13 BPKB dan satu sertifikat tanah.  Sedangkan satu sertifikat dipakai jaminan meminjam uang Rp 25 juta kepada seseorang di Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida.

Sertifikat yang dijadikan agunan ini pun terendus polisi. Polisi mendapat informasi ada sesorang yang belakangan diketahui bernama I Ketut Sastrawan pinjam uang kepada  seorang warga Kutampi. Jaminannya sertifikat tanah atas nama I Nyoman Kursa, sama dengan sertifikat uang hilang di BUMDes Kembang Sakti. Akhirnya Tekor pun ditangkap.  Atas perbuatannya, dia disangkakan Pasal 363 Ayat (1) ke-5 e.


NUSA PENIDA, BALI EXPRESS-  Polsek Nusa Penida, Klungkung mengungkap kasus pencurian brankas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kembang Sakti, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Pelakunya adalah I Ketut Sastrawan alias Tekor, 40, asal Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.  

Kepada polisi, Tekor mengaku membobol brankas itu karena himpitan ekonomi. Sebelum pandemi Covid-19, dia adalah sopir freelance pariwisata. Namun karena tamu sepi, dia akhirnya tidak bekerja. Timbul niat mencuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.  “Dia dulu sopir freelance,” ujar Kapolsek Nusa Penida Kompol I Gede Sukadana, Selasa (3/8).

Tekor membobol brankas itu seorang diri pada pertengahan Juni 2021. Tekor masuk ke kantor BUMDes dengan cara mendobrak pintu bagian depan. Kemudian dia memukul-mukul brankas di sana hingga baut yang menempel di dinding lepas. “Pelaku membawa kotak brankas tersebut dengan berjalan kaki dan disembunyikan di semak-semak,” terang Sukadana.

Hanya saja, setelah dibuka, brankas tersebut tidak berisi uang.  Isinya adalah 14 BPKB dan dua sertifikat tanah. Setelah kasus tersebut terendus polisi, Tekor berusaha menghilangkan barang bukti dengan membakar 13 BPKB dan satu sertifikat tanah.  Sedangkan satu sertifikat dipakai jaminan meminjam uang Rp 25 juta kepada seseorang di Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida.

Sertifikat yang dijadikan agunan ini pun terendus polisi. Polisi mendapat informasi ada sesorang yang belakangan diketahui bernama I Ketut Sastrawan pinjam uang kepada  seorang warga Kutampi. Jaminannya sertifikat tanah atas nama I Nyoman Kursa, sama dengan sertifikat uang hilang di BUMDes Kembang Sakti. Akhirnya Tekor pun ditangkap.  Atas perbuatannya, dia disangkakan Pasal 363 Ayat (1) ke-5 e.


Most Read

Artikel Terbaru

/