alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Wow, Gianyar Akan Bangun Patung Kapten Dipta Seberat 4 Ton

GIANYAR, BALI EXPRESS – Patung Kapten I Wayan Dipta setinggi 13,5 meter direncanakan akan menghiasi Kota Gianyar dalam waktu dekat ini. Jika tak ada halangan, patung yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru Kabupaten Gianyar ini akan rampung bulan Desember 2021.

Patung Kapten I Wayan Dipta tersebut akan diletakkan di pertigaan Bypass Dharma Giri, Buruan atau di sebelah selatan Patung Kebo Iwa. Sejumlah pekerja pun nampak mulai memasang pembatas proyek di lokasi tersebut. Papan juga telah dipasang, dimana tertulis nilai penataan di areal tersebut sebesar Rp 4,466 Miliar yang bersumber dari APBD kabupaten Gianyar tahun 2021. Lama pengerjaan proyek tersebut adalah 150 hari kelender. Proyek tersebut dimenangkan oleh PT. Sida Dadi Prakanti sebagai kontraktor dan PT. Tata Rencana Hijau sebagai konsultan perencana serta PT. Kencana Adhi Karma sebagai konsultan pengawas.

Terkait proyek tersebut, Kepala Dinas Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),  I Wayan Karya, mengatakan bahwa Pemkab Gianyar saat ini memang tengah menggarap ikon baru kota Gianyar yang diberi nama Taman Patung Kapten I Wayan Dipta di pertigaan Bypass Dharma Giri, Buruan atau di ujung barat Bypass Dharma Giri, Buruan . “Kalau tidak ada halangan, rencananya sudah bisa di nikmati masyarakat pada Desember 2021,” tegasnya Selasa (3/8).

Lebih lanjut dirinya menyebutkan bahwa patung Kapten I Wayan Dipta yang diletakkan pada taman tersebut memiliki tinggi mencapai 6,5 meter, ditambah dengan pedestal dengan tinggi 7 meter, sehingha total tinggi patung dari pedestal mencapai 13,5 meter. “Dan patung ini akan menjadi ikon baru kota Gianyar,” sambungnya.

Sebagai area publik, tentu taman itu akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, termasuk ATM Center. Pembuatan patung Kapten I Wayan Dipta ini dipercayakan kepada pematung I Nyoman Sudarwa.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Sudarwa menuturkan bahwa pembuatan patung Kapten I Wayan Dipta itu dimulai dengan membuat sket berdasarkan foto Kapten Dipta yang ada. “Bahkan foto itu merupakan foto satu-satunya yang ada waktu beliau masih muda,” ujarnya.

Setelah membuat sket, maka dilanjutkan dengan pembuatan miniatur patung dan miniatur wajah patung. Jika sudah rampung maka dilanjutkan dengan pembuatan kerangka patung. “Kebetulan sekarang sedang digarap kerangkanya, untuk pembuatan sket sekitar satu minggu sudah selesai,” lanjutnya.

Pria berusia 56 tahun itu menambahkan jika kerangka sudah selesai maka akan dilanjutkan dengan pengecoran. Namun pengerjaan patung itu akan lebih banyak dilakukan di lokasi langsung. Dengan kata lain ia hanya mengerjakan kerangka di studionya yang berlokasi Jalan Trengguli, Denpasar Timur. “Pengerjaan lebih banyak di lokasi langsung, sehingga pengecoran patung nanti sekalian, tidak dipotong-potong kemudian dijadikan satu,” sambung pematung asal Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan tersebut.

Nantinya patung Kapten Dipta tersebut akan memiliki tinggi 6,5 meter dengan berat sekitar 3 hingga 4 ton. Patung dengan pose Kapten Dipta berdiri memegang senjata sejenis samurai akan dipasang menghadap ke barat laut.

Sejauh ini, kata dia tak menemui kendala, namun biasanya akan muncul kendala apabila ada ketidakmiripan atau ketidaksesuaian pada wajah patung. Maka dari itu, ia akan bertemu dengan keluarga Kapten Dipta. “Sekarang masih menunggu jadwal dari Dinas PU untuk bersama-sama datang ke rumah keluarga beliau. Untuk memastikan apakah wajahnya sudah pas, apakah postur tubuhnya sudah pas,” sebutnya.

Menurutnya membuat patung Kapten Dipta adalah suatu hal yang istimewa, meskipun ia sudah sering membuat patung, mulai dari patung orang megambel di Denpasar, Badung, hingga patung kereta kuda di Beringkit.

“Ini sangat istimewa, bahkan sangat terikat karena menyangkut tokoh. Kalau memang ada revisi dari keluarga itu akan sulit dan terus diperbaiki. Kalau pas wajahnya ya itu artinya keberhasilan bagi saya,” tegas Sudarwa.

Maka dari itu ia juga harus menjalin ikatan dengan sosok Kapten Dipta agar patung yang dibuat dapat maksimal. 

Sebelumnya, Bupati Gianyar Made Mahayastra menyampaikan bahwa pembangunan patung Kapten I Wayan Dipta itu  merupakan salah satu langkah untuk menyerap aspirasi veteran di Gianyar. Aspirasi tersebut bahkan sudah dari zaman Bupati Cok Ace. “Kami tata sepanjang jalan itu, dan juga dibangun Patung Kapten Dipta. Itu merupakan aspirasi dari zaman Bupati Gianyar Cok Ace, dan saya bangun sekarang,” sebutnya beberapa waktu lalu.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Patung Kapten I Wayan Dipta setinggi 13,5 meter direncanakan akan menghiasi Kota Gianyar dalam waktu dekat ini. Jika tak ada halangan, patung yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru Kabupaten Gianyar ini akan rampung bulan Desember 2021.

Patung Kapten I Wayan Dipta tersebut akan diletakkan di pertigaan Bypass Dharma Giri, Buruan atau di sebelah selatan Patung Kebo Iwa. Sejumlah pekerja pun nampak mulai memasang pembatas proyek di lokasi tersebut. Papan juga telah dipasang, dimana tertulis nilai penataan di areal tersebut sebesar Rp 4,466 Miliar yang bersumber dari APBD kabupaten Gianyar tahun 2021. Lama pengerjaan proyek tersebut adalah 150 hari kelender. Proyek tersebut dimenangkan oleh PT. Sida Dadi Prakanti sebagai kontraktor dan PT. Tata Rencana Hijau sebagai konsultan perencana serta PT. Kencana Adhi Karma sebagai konsultan pengawas.

Terkait proyek tersebut, Kepala Dinas Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),  I Wayan Karya, mengatakan bahwa Pemkab Gianyar saat ini memang tengah menggarap ikon baru kota Gianyar yang diberi nama Taman Patung Kapten I Wayan Dipta di pertigaan Bypass Dharma Giri, Buruan atau di ujung barat Bypass Dharma Giri, Buruan . “Kalau tidak ada halangan, rencananya sudah bisa di nikmati masyarakat pada Desember 2021,” tegasnya Selasa (3/8).

Lebih lanjut dirinya menyebutkan bahwa patung Kapten I Wayan Dipta yang diletakkan pada taman tersebut memiliki tinggi mencapai 6,5 meter, ditambah dengan pedestal dengan tinggi 7 meter, sehingha total tinggi patung dari pedestal mencapai 13,5 meter. “Dan patung ini akan menjadi ikon baru kota Gianyar,” sambungnya.

Sebagai area publik, tentu taman itu akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, termasuk ATM Center. Pembuatan patung Kapten I Wayan Dipta ini dipercayakan kepada pematung I Nyoman Sudarwa.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Sudarwa menuturkan bahwa pembuatan patung Kapten I Wayan Dipta itu dimulai dengan membuat sket berdasarkan foto Kapten Dipta yang ada. “Bahkan foto itu merupakan foto satu-satunya yang ada waktu beliau masih muda,” ujarnya.

Setelah membuat sket, maka dilanjutkan dengan pembuatan miniatur patung dan miniatur wajah patung. Jika sudah rampung maka dilanjutkan dengan pembuatan kerangka patung. “Kebetulan sekarang sedang digarap kerangkanya, untuk pembuatan sket sekitar satu minggu sudah selesai,” lanjutnya.

Pria berusia 56 tahun itu menambahkan jika kerangka sudah selesai maka akan dilanjutkan dengan pengecoran. Namun pengerjaan patung itu akan lebih banyak dilakukan di lokasi langsung. Dengan kata lain ia hanya mengerjakan kerangka di studionya yang berlokasi Jalan Trengguli, Denpasar Timur. “Pengerjaan lebih banyak di lokasi langsung, sehingga pengecoran patung nanti sekalian, tidak dipotong-potong kemudian dijadikan satu,” sambung pematung asal Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan tersebut.

Nantinya patung Kapten Dipta tersebut akan memiliki tinggi 6,5 meter dengan berat sekitar 3 hingga 4 ton. Patung dengan pose Kapten Dipta berdiri memegang senjata sejenis samurai akan dipasang menghadap ke barat laut.

Sejauh ini, kata dia tak menemui kendala, namun biasanya akan muncul kendala apabila ada ketidakmiripan atau ketidaksesuaian pada wajah patung. Maka dari itu, ia akan bertemu dengan keluarga Kapten Dipta. “Sekarang masih menunggu jadwal dari Dinas PU untuk bersama-sama datang ke rumah keluarga beliau. Untuk memastikan apakah wajahnya sudah pas, apakah postur tubuhnya sudah pas,” sebutnya.

Menurutnya membuat patung Kapten Dipta adalah suatu hal yang istimewa, meskipun ia sudah sering membuat patung, mulai dari patung orang megambel di Denpasar, Badung, hingga patung kereta kuda di Beringkit.

“Ini sangat istimewa, bahkan sangat terikat karena menyangkut tokoh. Kalau memang ada revisi dari keluarga itu akan sulit dan terus diperbaiki. Kalau pas wajahnya ya itu artinya keberhasilan bagi saya,” tegas Sudarwa.

Maka dari itu ia juga harus menjalin ikatan dengan sosok Kapten Dipta agar patung yang dibuat dapat maksimal. 

Sebelumnya, Bupati Gianyar Made Mahayastra menyampaikan bahwa pembangunan patung Kapten I Wayan Dipta itu  merupakan salah satu langkah untuk menyerap aspirasi veteran di Gianyar. Aspirasi tersebut bahkan sudah dari zaman Bupati Cok Ace. “Kami tata sepanjang jalan itu, dan juga dibangun Patung Kapten Dipta. Itu merupakan aspirasi dari zaman Bupati Gianyar Cok Ace, dan saya bangun sekarang,” sebutnya beberapa waktu lalu.


Most Read

Artikel Terbaru

/