alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Daun Beringin Depan Puri Anom Berwarna Kuning Keemasan

TABANAN, BALI EXPRESS – Pohon beringin tua yang tumbuh di depan Puri Anom Tabanan menunjukkan keanehannya, Rabu (2/9). Bertepatan dengan rahina Purnama, satu cabang warna daunnya kuning keemasan.

Fenomena itu pertama kali disaksikan oleh Babinsa Dajan Peken Pelda I Wayan Suardika, saat sedang berpatroli. Pohon dengan nama latin Ficus benjamina sp  yang berusia ratusan tahun di Bencingah (halaman luar) Puri Anom Tabanan ini, cukup membuat heboh warga. Satu cabang daun beringin yang berada dekat puncaknya nampak seluruhnya berwarna kuning keemasan, jika dilihat dari sebelah barat Pura Desa lan Puseh Desa Adat Kota Tabanan.

“Awalnya seperti biasa saya melintas di sekitar Banjar Lebah. Kemudian secara tidak sengaja saat menengadah ke atas, karena terasa ada nuansa warna yang kontras, ternyata ada bagian daun beringin yang warnanya kuning emas yang pertama kali saya lihat di pohon beringin itu,” ujarnya, Kamis (3/9).

Hanya saja dirinya tidak mau berasumsi lebih jauh terkait hal tersebut. Namun, ia menganggap peristiwa ini sebagai fenomena alam yang sangat langka. Sehingga tak sedikit warga yang kebetulan melintas juga berhenti sekadar untuk mengambil gambar, dengan warna kuning emas di pohon beringin tersebut sebagai latarbelakangnya.

Seperti halnya Agung Parwatha, asal Tuakilang. Pria yang suka membaca kisah babad dan sejarah ini, menerjemahkan makna ‘kuning keemasan’ tersebut sebagai ilustrasi atau simbol sinar kewibawaan dan keajegan puri-puri di Tabanan.

“Kuning itu identik dengan prabawa, kewibawaan dan keajegan puri-puri yang ada di Tabanan. Sekalipun kita berada di zaman modern, namun eksistensi, sejarah, hubungan erat puri dengan masyarakat tetap terjalin baik,” paparnya.

Pohon beringin berumur ratusan tahun yang berada di areal Bencingah Puri Anom tersebut, diperkirakan ditanam pada saat pembangunan puri yang berarsitektur klasik tersebut pada masa pemerintahan Raja ke-19, Ida I Gusti Ngurah Agung Tabanan, sekitar tahun 1810-1843.

Di bawah rindangnya pohon beringin itu pula, legenda pencipta Tari Oleg Tamulilingan dan Kebyar Duduk, Ketut Maria, kerap melatih tari dan tetabuhan gambelan Bali bersama sekaa dan murid-murid binaannya di era 1930-an. 

Beringin merupakan simbol pengayoman terhadap masyarakat. Pada zaman dahulu pasar berlokasi di depan Bencingah Puri Singasana. Karena melalui Bencingah, Raja akan dapat memantau aktivitas dan perkembangan ekonomi rakyatnya. Di Bencingah Puri Anom ini terdapat sebuah bangunan yang disebut Bale Bengong, tempat Raja memantau langsung kegiatan perdagangan dan ekonomi rakyat. Di depan pintu masuk puri merupakan Catus Pata Agung atau pusat atau titik nol Kota Tabanan, dimana sehari menjelang Hari Raya Nyepi selalu digelar Tawur Agung Kasanga untuk keharmonisan dan kesejahteraan dunia.


TABANAN, BALI EXPRESS – Pohon beringin tua yang tumbuh di depan Puri Anom Tabanan menunjukkan keanehannya, Rabu (2/9). Bertepatan dengan rahina Purnama, satu cabang warna daunnya kuning keemasan.

Fenomena itu pertama kali disaksikan oleh Babinsa Dajan Peken Pelda I Wayan Suardika, saat sedang berpatroli. Pohon dengan nama latin Ficus benjamina sp  yang berusia ratusan tahun di Bencingah (halaman luar) Puri Anom Tabanan ini, cukup membuat heboh warga. Satu cabang daun beringin yang berada dekat puncaknya nampak seluruhnya berwarna kuning keemasan, jika dilihat dari sebelah barat Pura Desa lan Puseh Desa Adat Kota Tabanan.

“Awalnya seperti biasa saya melintas di sekitar Banjar Lebah. Kemudian secara tidak sengaja saat menengadah ke atas, karena terasa ada nuansa warna yang kontras, ternyata ada bagian daun beringin yang warnanya kuning emas yang pertama kali saya lihat di pohon beringin itu,” ujarnya, Kamis (3/9).

Hanya saja dirinya tidak mau berasumsi lebih jauh terkait hal tersebut. Namun, ia menganggap peristiwa ini sebagai fenomena alam yang sangat langka. Sehingga tak sedikit warga yang kebetulan melintas juga berhenti sekadar untuk mengambil gambar, dengan warna kuning emas di pohon beringin tersebut sebagai latarbelakangnya.

Seperti halnya Agung Parwatha, asal Tuakilang. Pria yang suka membaca kisah babad dan sejarah ini, menerjemahkan makna ‘kuning keemasan’ tersebut sebagai ilustrasi atau simbol sinar kewibawaan dan keajegan puri-puri di Tabanan.

“Kuning itu identik dengan prabawa, kewibawaan dan keajegan puri-puri yang ada di Tabanan. Sekalipun kita berada di zaman modern, namun eksistensi, sejarah, hubungan erat puri dengan masyarakat tetap terjalin baik,” paparnya.

Pohon beringin berumur ratusan tahun yang berada di areal Bencingah Puri Anom tersebut, diperkirakan ditanam pada saat pembangunan puri yang berarsitektur klasik tersebut pada masa pemerintahan Raja ke-19, Ida I Gusti Ngurah Agung Tabanan, sekitar tahun 1810-1843.

Di bawah rindangnya pohon beringin itu pula, legenda pencipta Tari Oleg Tamulilingan dan Kebyar Duduk, Ketut Maria, kerap melatih tari dan tetabuhan gambelan Bali bersama sekaa dan murid-murid binaannya di era 1930-an. 

Beringin merupakan simbol pengayoman terhadap masyarakat. Pada zaman dahulu pasar berlokasi di depan Bencingah Puri Singasana. Karena melalui Bencingah, Raja akan dapat memantau aktivitas dan perkembangan ekonomi rakyatnya. Di Bencingah Puri Anom ini terdapat sebuah bangunan yang disebut Bale Bengong, tempat Raja memantau langsung kegiatan perdagangan dan ekonomi rakyat. Di depan pintu masuk puri merupakan Catus Pata Agung atau pusat atau titik nol Kota Tabanan, dimana sehari menjelang Hari Raya Nyepi selalu digelar Tawur Agung Kasanga untuk keharmonisan dan kesejahteraan dunia.


Most Read

Artikel Terbaru

/