alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Dua Pasien Covid-19 Meninggal, Denpasar Tambah 26 Kasus Positif

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kota Denpasar kembali mencatatkan adanya pasien meninggal dunia dengan status terkonfirmasi  positif Covid-19. Pada Kamis (3/9), tercatat 2 orang pasien Covid-19 meninggal dunia, sedangkan kasus positif bertambah sebanyak 26 orang dan kasus sembuh bertambah 10 orang. Dua orang yang meninggal tersebut yakni dari kelurahan Peguyangan seorang laki-laki usia 62 tahun, dinyatakan positif sejak 13 Agustus 2020 dan meninggal dunia pada 28 Agustus 2020 dengan riwayat hipertensi dan pneumenia

Yang kedua adakah dari Desa Pemecutan Kaja, seorang laki-laki usia 63 tahun, dinyatakan positif sejak 26 Agustus 2020 dan meninggal dunia pada 2 September 2020 dengan riwayat pneumenia. 

“Kabar duka kembali menyeruak. Dua orang pasien positif Covid-19 meninggal dunia, kasus sembuh bertambah 10 orang dan kasus positif tercatat bertambah 26 orang yang tersebar di 15 desa/kelurahan. Masyarakat diimbau lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat kasus Covid-19 kembali meningkat,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar di ruang kerjanya, Kamis (3/9).

Dewa Rai merinci bahwa 15 desa/kelurahan yang mencatatkan penambahan kasus positif yakni Kelurahan Padangsambian dan Desa Kesiman Kertalangu yang mencatatkan penambahan kasus positif masing-masing sebanyak 4 orang. Disusul Desa Pemecutan Kaja yang mencatatkan kasus positif sebanyak 3 orang. Selanjutnya Kelurahan Sanur, Kelurahan Dauh Puri dan Kelurahan Pemecutan mencatatkan penambahan masing-masing 2 kasus. Sedangkan 9 desa/kelurahan lainnya mencatatkan masing-masing 1 kasus positif. 

Terkait kasus dua  orang pasien positif Covid 19 yang dinyatakan meninggal dunia, Dewa Rai menegaskan bahwa keduanya tidak terkait dalam hubungan keluarga. Dimana, pasien Covid-19 yang meninggal dunia asal Kelurahan Peguyangan berjenis kelamin laki-laki usia 62 tahun. Dinyatakan positif Covid-19 sejak 13 Agustus 2020, dan dinyatakan meninggal dunia sejak 28 Agustus 2020 lalu. 

Untuk pasien meninggal kedua, diketahui berasal dari Desa Pemecutan Kaja, berjenis kelamin laki-laki usia 63 tahun. Dinyatakan positif sejak 26 Agustus 2020 dan meninggal dunia pada 2 September 2020. 

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan, angka kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar mengalami tren peningkatan dalam beberapa hari terakhir.  Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak.  Terlebih saat ini kita bersama-sama sedang bersiap untuk pemulihan ekonomi daerah dan nasional. 

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih  mendominasi, karena arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan semua pihak ikut agar berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid 19 tidak semakin meluas.  “Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas,” kata Dewa Rai.

Secara kumulatif kasus positif tercatat sebanyak 1.705 kasus. Jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar menjadi 1.564 (91,74 persen), 23 (1,34 persen) orang meninggal dunia, dan  118 (6,92 persen) orang masih dalam perawatan. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kota Denpasar kembali mencatatkan adanya pasien meninggal dunia dengan status terkonfirmasi  positif Covid-19. Pada Kamis (3/9), tercatat 2 orang pasien Covid-19 meninggal dunia, sedangkan kasus positif bertambah sebanyak 26 orang dan kasus sembuh bertambah 10 orang. Dua orang yang meninggal tersebut yakni dari kelurahan Peguyangan seorang laki-laki usia 62 tahun, dinyatakan positif sejak 13 Agustus 2020 dan meninggal dunia pada 28 Agustus 2020 dengan riwayat hipertensi dan pneumenia

Yang kedua adakah dari Desa Pemecutan Kaja, seorang laki-laki usia 63 tahun, dinyatakan positif sejak 26 Agustus 2020 dan meninggal dunia pada 2 September 2020 dengan riwayat pneumenia. 

“Kabar duka kembali menyeruak. Dua orang pasien positif Covid-19 meninggal dunia, kasus sembuh bertambah 10 orang dan kasus positif tercatat bertambah 26 orang yang tersebar di 15 desa/kelurahan. Masyarakat diimbau lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat kasus Covid-19 kembali meningkat,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar di ruang kerjanya, Kamis (3/9).

Dewa Rai merinci bahwa 15 desa/kelurahan yang mencatatkan penambahan kasus positif yakni Kelurahan Padangsambian dan Desa Kesiman Kertalangu yang mencatatkan penambahan kasus positif masing-masing sebanyak 4 orang. Disusul Desa Pemecutan Kaja yang mencatatkan kasus positif sebanyak 3 orang. Selanjutnya Kelurahan Sanur, Kelurahan Dauh Puri dan Kelurahan Pemecutan mencatatkan penambahan masing-masing 2 kasus. Sedangkan 9 desa/kelurahan lainnya mencatatkan masing-masing 1 kasus positif. 

Terkait kasus dua  orang pasien positif Covid 19 yang dinyatakan meninggal dunia, Dewa Rai menegaskan bahwa keduanya tidak terkait dalam hubungan keluarga. Dimana, pasien Covid-19 yang meninggal dunia asal Kelurahan Peguyangan berjenis kelamin laki-laki usia 62 tahun. Dinyatakan positif Covid-19 sejak 13 Agustus 2020, dan dinyatakan meninggal dunia sejak 28 Agustus 2020 lalu. 

Untuk pasien meninggal kedua, diketahui berasal dari Desa Pemecutan Kaja, berjenis kelamin laki-laki usia 63 tahun. Dinyatakan positif sejak 26 Agustus 2020 dan meninggal dunia pada 2 September 2020. 

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan, angka kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar mengalami tren peningkatan dalam beberapa hari terakhir.  Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak.  Terlebih saat ini kita bersama-sama sedang bersiap untuk pemulihan ekonomi daerah dan nasional. 

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih  mendominasi, karena arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” ujar Dewa Rai

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan semua pihak ikut agar berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid 19 tidak semakin meluas.  “Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas,” kata Dewa Rai.

Secara kumulatif kasus positif tercatat sebanyak 1.705 kasus. Jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar menjadi 1.564 (91,74 persen), 23 (1,34 persen) orang meninggal dunia, dan  118 (6,92 persen) orang masih dalam perawatan. 


Most Read

Artikel Terbaru

/