alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Gede Dana Dampingi Gubernur Resmikan Wantilan Di Padangaji

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Wantilan Desa Adat Padangaji, Desa Peringsari, Kecamatan Selat, Karangasem, dibangun 1951 dengan sederhana. Tampak sederhana karena bahannya juga memakai bambu, serta pohon kelapa. Karena usianya tergolong tua, wantilan itu dipugar lima bulan lalu.

Masyarakat Padangaji pun menyambut senang selesainya perbaikan wantilan, awal Agustus lalu. Suka-cita diwarnai saat peresmian oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana, Rabu (2/9). Acara juga dihadiri Wabup Karangasem I Wayan Artha Dipa, perbekel, prajuru desa adat, dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca).

Gede Dana mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Wayan Koster, yang sudah memberikan bantuan sekaligus hadir meresmikan wantilan Adat Padangaji. Gede Dana berharap wantilan tersebut bisa digunakan maksimal oleh masyarakat setempat. Terpenting bisa memberi manfaat yang banyak.

Sementara itu, Wayan Koster mengungkap pembangunan wantilan bermula dari usulan Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana. Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng, itu mengapresiasi hasil renovasi wantilan mengingat kualitas bangunannya bagus. Pihaknya berharap bangunan ini bisa memberi manfaat.

Upacara pamalaspasan bangunan baru dilaksanakan, Rabu (2/9), tepat dengan rahina Purnama. Krama Adat sengaja mengundang gubernur meresmikan wantilan agar bisa dilihat langsung bantuan yang diberikannya. Bukan cuma itu, gubernur juga menyerahkan bantuan seragam sekaa gong untuk sekaa tabuh di Padangaji. Masing-masing satu paket.

Selain agenda peresmian wantilan, Wayan Koster juga menyempatkan diri menyuarakan gerakan wajib masker demi perangi pandemi Covid-19. Gerakan ini tertuang di dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 46 Tahun 2020. “Semoga penyebaran Covid-19 di Bali tak masif, sehingga kasusnya bisa ditekan,” ucap Koster.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Wantilan Desa Adat Padangaji, Desa Peringsari, Kecamatan Selat, Karangasem, dibangun 1951 dengan sederhana. Tampak sederhana karena bahannya juga memakai bambu, serta pohon kelapa. Karena usianya tergolong tua, wantilan itu dipugar lima bulan lalu.

Masyarakat Padangaji pun menyambut senang selesainya perbaikan wantilan, awal Agustus lalu. Suka-cita diwarnai saat peresmian oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana, Rabu (2/9). Acara juga dihadiri Wabup Karangasem I Wayan Artha Dipa, perbekel, prajuru desa adat, dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca).

Gede Dana mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Wayan Koster, yang sudah memberikan bantuan sekaligus hadir meresmikan wantilan Adat Padangaji. Gede Dana berharap wantilan tersebut bisa digunakan maksimal oleh masyarakat setempat. Terpenting bisa memberi manfaat yang banyak.

Sementara itu, Wayan Koster mengungkap pembangunan wantilan bermula dari usulan Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana. Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng, itu mengapresiasi hasil renovasi wantilan mengingat kualitas bangunannya bagus. Pihaknya berharap bangunan ini bisa memberi manfaat.

Upacara pamalaspasan bangunan baru dilaksanakan, Rabu (2/9), tepat dengan rahina Purnama. Krama Adat sengaja mengundang gubernur meresmikan wantilan agar bisa dilihat langsung bantuan yang diberikannya. Bukan cuma itu, gubernur juga menyerahkan bantuan seragam sekaa gong untuk sekaa tabuh di Padangaji. Masing-masing satu paket.

Selain agenda peresmian wantilan, Wayan Koster juga menyempatkan diri menyuarakan gerakan wajib masker demi perangi pandemi Covid-19. Gerakan ini tertuang di dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 46 Tahun 2020. “Semoga penyebaran Covid-19 di Bali tak masif, sehingga kasusnya bisa ditekan,” ucap Koster.


Most Read

Artikel Terbaru

/