alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Lahirkan Bayi Kembar Tiga, Ibu Asal Petang Ngaku Plong

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ni Luh Putu Korniati, 22 pasien yang melahirkan di RSUP Sanglah tidak menyangka dirinya akan melahirkan bayi triplet alias kembar tiga. Wanita asal Petang ini sudah setahun menikah dengan suaminya, I Made Umum, 31.

Bayi triplet ini dinyatakan lahir pada tanggal 2 September 2020, pukul 03.51. Ketiga bayi berjenis kelamin perempuan tersebut lahir lewat operasi sesar.

Ni Wayan Murniati, kepala Ruang Vk IGD, menceritakan, pasien tersebut datang pada hari Rabu pukul 01.40 dengan keluhan keluar air ketuban. “Setelah dilakukan pemeriksaan di IGD Kebidanan oleh dokter bidang obgyn, didapatkan hasil bayi kembar 3 dengan posisi bayi pertama letak kepala, bayi kedua dan ketiga letak lintang. Setelah dilakukan pemeriksaan dalam, didapatkan pembukaan 8 cm, ketuban sudah pecah, sehingga dilakukan operasi segera tanpa menunggu hasil rapid test,” jelasnya. 

Murniati juga menyamaikan, pada era pandemik ini setiap ibu hamil yang akan bersalin, wajib dilakukan pemeriksaan  rapid test. Namun pada kasus ini pihaknya melakukan tindakan SC tanpa menunggu hasil rapid test, dikarenakan  ada kegawatandaruratan  obstetric.

“Setelah selesai tindakan,  hasil test rapidnya reaktif. Selanjutnya pasien akan dilakukan pemeriksaan swab di ruang perawatan. Untuk penanganan pasien ini, kami melibatkan beberapa dokter, yaitu dokter obgyn, anastesi, dokter anak, dokter paru dan bidan yang bertugas di Ruang Kebidanan IGD,” paparnya. 

“Kami sebagai bidan sangat bangga ikut terlibat dalam proses kelahiran bayi kembar tiga yang lahir dalam keadaan sehat dan bisa segera  rawat gabung , dimana kasus ini sangat jarang kami temukan di lapangan,” tandasnya. 

Selama periode 2020 ternyata RSUP Sanglah menangani kasus triplet sebanyak dua kali. Saat ini bayi sedang rawat bersama dengan sang ibu di ruang Cempaka obstetri RSUP Sanglah. 

Sementara itu, ibu bayi mengaku ada rasa takut ketika mengetahui dirinya mengandung bayi triplet. “Ada rasa takut sih karena bayi kembar tiga resikonya tinggi, buat bayi dan ibunya,” paparnya. 

Pada saat melahirkan, dia merasa takut apalagi usia kandungannya baru menginjak 34 minggu atau sekitar 8,5 bulan, namun dia tetap bersyukur. “Tapi saya syukur karena berat bayi semua lumayan. Rasanya setelah melahirkan ini plong, terharu bersyukur bisa lahir bayi lengkap dan anugerah banget buat keluarga,” katanya.

Hingga saat ini ketiga bayi tersebut belum diberi nama. Sebagai orang tua, Korniati berharap anak-anaknya akan menjadi anak suputri dan dapat membanggakan orang tua.

Dia juga memberikan apresiasi pada pihak rumah sakit. “Saya mengucapkan banyak terima kasih pada RSUP Sanglah yang sudah melayani kami dengan sangat baik. Semua sudah melayani saya dengan baik. Penangannya cepat dan tangkas,” katanya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Ni Luh Putu Korniati, 22 pasien yang melahirkan di RSUP Sanglah tidak menyangka dirinya akan melahirkan bayi triplet alias kembar tiga. Wanita asal Petang ini sudah setahun menikah dengan suaminya, I Made Umum, 31.

Bayi triplet ini dinyatakan lahir pada tanggal 2 September 2020, pukul 03.51. Ketiga bayi berjenis kelamin perempuan tersebut lahir lewat operasi sesar.

Ni Wayan Murniati, kepala Ruang Vk IGD, menceritakan, pasien tersebut datang pada hari Rabu pukul 01.40 dengan keluhan keluar air ketuban. “Setelah dilakukan pemeriksaan di IGD Kebidanan oleh dokter bidang obgyn, didapatkan hasil bayi kembar 3 dengan posisi bayi pertama letak kepala, bayi kedua dan ketiga letak lintang. Setelah dilakukan pemeriksaan dalam, didapatkan pembukaan 8 cm, ketuban sudah pecah, sehingga dilakukan operasi segera tanpa menunggu hasil rapid test,” jelasnya. 

Murniati juga menyamaikan, pada era pandemik ini setiap ibu hamil yang akan bersalin, wajib dilakukan pemeriksaan  rapid test. Namun pada kasus ini pihaknya melakukan tindakan SC tanpa menunggu hasil rapid test, dikarenakan  ada kegawatandaruratan  obstetric.

“Setelah selesai tindakan,  hasil test rapidnya reaktif. Selanjutnya pasien akan dilakukan pemeriksaan swab di ruang perawatan. Untuk penanganan pasien ini, kami melibatkan beberapa dokter, yaitu dokter obgyn, anastesi, dokter anak, dokter paru dan bidan yang bertugas di Ruang Kebidanan IGD,” paparnya. 

“Kami sebagai bidan sangat bangga ikut terlibat dalam proses kelahiran bayi kembar tiga yang lahir dalam keadaan sehat dan bisa segera  rawat gabung , dimana kasus ini sangat jarang kami temukan di lapangan,” tandasnya. 

Selama periode 2020 ternyata RSUP Sanglah menangani kasus triplet sebanyak dua kali. Saat ini bayi sedang rawat bersama dengan sang ibu di ruang Cempaka obstetri RSUP Sanglah. 

Sementara itu, ibu bayi mengaku ada rasa takut ketika mengetahui dirinya mengandung bayi triplet. “Ada rasa takut sih karena bayi kembar tiga resikonya tinggi, buat bayi dan ibunya,” paparnya. 

Pada saat melahirkan, dia merasa takut apalagi usia kandungannya baru menginjak 34 minggu atau sekitar 8,5 bulan, namun dia tetap bersyukur. “Tapi saya syukur karena berat bayi semua lumayan. Rasanya setelah melahirkan ini plong, terharu bersyukur bisa lahir bayi lengkap dan anugerah banget buat keluarga,” katanya.

Hingga saat ini ketiga bayi tersebut belum diberi nama. Sebagai orang tua, Korniati berharap anak-anaknya akan menjadi anak suputri dan dapat membanggakan orang tua.

Dia juga memberikan apresiasi pada pihak rumah sakit. “Saya mengucapkan banyak terima kasih pada RSUP Sanglah yang sudah melayani kami dengan sangat baik. Semua sudah melayani saya dengan baik. Penangannya cepat dan tangkas,” katanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/