alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Polresta Denpasar Bekuk Dua Bule Pengedar Sabu dan Ekstasi

DENPASAR, BALI EXPRESS – Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar kembali mengungkap kasus narkoba. Kali ini dua orang Warga Negara Asing (WNA) bernama Collum, 32, asal Inggris dan Aaron Wayne Colle, 44, asal Australia dibekuk.

Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, kedua tersangka ditangkap, Selasa (1/9), setelah disanggong di depan kosnya di Jalan Dewi Sri VIII No 17, Kuta, Badung. “Awalnya kami mendapat informasi dari masyarakat kalau di wilayah Dwi Sri sering terjadi transaksi narkoba. kami kemudian melakukan penyelidikan,” jelas Kombespol Dodi.

Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar yang di-backup Satgas CTOC Polda Bali kemudian melakukan penyanggongan selama beberapa hari di sekitar kos Collum. “Pada Selasa kemarin kami berhasil menangkap korban di depan kosnya. Kami kemudian melakukan penggeledahan di badan tersangka Collum. Selanjutnya kami menggeledah kamar kos tersangka dan mendapatkan 14 paket sabu dan 15  butir ektasi,” beber Jansen.

Setelah diinterogasi, tersangka mengaku mendapatkan barang haram dari seseorang yang tidak dikenal oleh tersangka. “Tersangka mengaku mendapatkan barang dari seseorang yang dipanggil no name dengan cara mengambil tempelan di suatu tempat menunggu perintah dari no name,” jelasnya lagi. Setiap beraksi mengedarkan narkoba, tersangka Collum mendapat upah sekali antar Rp 500 ribu. Collum juga mengaku tinggal di Bali sejak tahun 2019 lalu dan sejak saat itu sudah menjadi pengedar sabu dan ekstasi.

Sementara itu, tersangka Aaron ditangkap, Rabu (2/9), pukul 00.45 di Jalan Nakula Dipta Villa Nomor 2 Seminyak, Kuta, Badung. “Kami menangkap tersangka di kosnya dan dilakukan penggeledahan di kamar badannya. Kami kemudian melakukan penggeledahan dalam kamar kosnya dan menemukan 1 paket sabu dengan berat 1,2 gram,” ungkapnya.

Tersangka yang berperan sebagai kurir mengaku mendapat upah Rp 200 ribu setelah berhasil melakukan aksinya. “Motif mereka mengedarkan narkoba karena faktor ekonomi,” jelasnya lagi.

Tersangka diganjar dengan Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar kembali mengungkap kasus narkoba. Kali ini dua orang Warga Negara Asing (WNA) bernama Collum, 32, asal Inggris dan Aaron Wayne Colle, 44, asal Australia dibekuk.

Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, kedua tersangka ditangkap, Selasa (1/9), setelah disanggong di depan kosnya di Jalan Dewi Sri VIII No 17, Kuta, Badung. “Awalnya kami mendapat informasi dari masyarakat kalau di wilayah Dwi Sri sering terjadi transaksi narkoba. kami kemudian melakukan penyelidikan,” jelas Kombespol Dodi.

Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar yang di-backup Satgas CTOC Polda Bali kemudian melakukan penyanggongan selama beberapa hari di sekitar kos Collum. “Pada Selasa kemarin kami berhasil menangkap korban di depan kosnya. Kami kemudian melakukan penggeledahan di badan tersangka Collum. Selanjutnya kami menggeledah kamar kos tersangka dan mendapatkan 14 paket sabu dan 15  butir ektasi,” beber Jansen.

Setelah diinterogasi, tersangka mengaku mendapatkan barang haram dari seseorang yang tidak dikenal oleh tersangka. “Tersangka mengaku mendapatkan barang dari seseorang yang dipanggil no name dengan cara mengambil tempelan di suatu tempat menunggu perintah dari no name,” jelasnya lagi. Setiap beraksi mengedarkan narkoba, tersangka Collum mendapat upah sekali antar Rp 500 ribu. Collum juga mengaku tinggal di Bali sejak tahun 2019 lalu dan sejak saat itu sudah menjadi pengedar sabu dan ekstasi.

Sementara itu, tersangka Aaron ditangkap, Rabu (2/9), pukul 00.45 di Jalan Nakula Dipta Villa Nomor 2 Seminyak, Kuta, Badung. “Kami menangkap tersangka di kosnya dan dilakukan penggeledahan di kamar badannya. Kami kemudian melakukan penggeledahan dalam kamar kosnya dan menemukan 1 paket sabu dengan berat 1,2 gram,” ungkapnya.

Tersangka yang berperan sebagai kurir mengaku mendapat upah Rp 200 ribu setelah berhasil melakukan aksinya. “Motif mereka mengedarkan narkoba karena faktor ekonomi,” jelasnya lagi.

Tersangka diganjar dengan Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.


Most Read

Artikel Terbaru

/