alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Denfest 2020 Jadi Ruang Bagi Seniman Sekaligus Stimulus Ekonomi

DENPASAR, BALI EXPRESS – Meski di tengah situasi pandemi Covid-19 yang serba terbatas, beragam inovasi justru muncul guna mewadahi kreativitas seniman dan pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Seperti yang dilakukan Pemkot Denpasar melalui gelaran Denpasar Festival (Denfest) ke-13 yang digelar secara virtual. Selain memberikan ruang berkreasi, kegiatan ini juga sebagai wahana untuk memberikan stimulus ekonomi bagi seniman dan pelaku ekraf.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar MA Dezire Mulyani didampingi Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I Wayan Hendaryana, Rabu (2/12), menjelaskan, pelaksanaan Denfest ke-13 tahun ini tak lepas dari komitmen besar Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra untuk memberikan ruang sekaligus stimulus bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif. Lantaran dengan kondisi yang serba terbatas saat ini, seniman dan pelaku ekonomi kreatif merasakan goncangan.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam pelaksanaan Denfest ke-13, Pemkot Denpasar menganggarkan sekitar Rp 1 miliar lebih untuk biaya pementasan seniman dan pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut dibagi dalam beberapa program utama yakni Virtual Fashion Show, Band Cafe, Art & Creative Talk Show, Denpasar Young Creative, Denpasar Maprawerti dan UMKM Denfest 2020 dengan melibatkan sedikitnya 2.915 seniman dan penggiat ekraf di Kota Denpasar.

“Jadi kami bisa lihat bersama bahwa seniman dan pelaku ekraf sangat terdampak akibat keterbatasan situasi saat ini. Dan sebagai kota kreatif berwawasan budaya, kami memberikan dukungan penuh terhadap seniman dan pelaku ekraf di Kota Denpasar,” jelasnya.

Hendaryana menambahkan, gelaran Denfest juga membangkitkan pasar UMKM Denpasar. Khususnya yang bergerak di bidang kuliner dan ekraf. Karena dengan dibukanya jaringan pemasaran ke luar Denpasar, maka dapat mengundang keterlibatan tujuh kota (sister cities) di berbagai belahan dunia turut bergabung dalam helatan ini. “Semoga dengan suksesnya pelaksanaan Denfest yang menjadi festival hybrid terbesar dan terlama di masa pandemi ini, dapat membangkitkan geliat pasar sekaligus memberikan stimulus ekonomi bagi UMKM, pelaku seni dan ekraf,” harapnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Meski di tengah situasi pandemi Covid-19 yang serba terbatas, beragam inovasi justru muncul guna mewadahi kreativitas seniman dan pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Seperti yang dilakukan Pemkot Denpasar melalui gelaran Denpasar Festival (Denfest) ke-13 yang digelar secara virtual. Selain memberikan ruang berkreasi, kegiatan ini juga sebagai wahana untuk memberikan stimulus ekonomi bagi seniman dan pelaku ekraf.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar MA Dezire Mulyani didampingi Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I Wayan Hendaryana, Rabu (2/12), menjelaskan, pelaksanaan Denfest ke-13 tahun ini tak lepas dari komitmen besar Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra untuk memberikan ruang sekaligus stimulus bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif. Lantaran dengan kondisi yang serba terbatas saat ini, seniman dan pelaku ekonomi kreatif merasakan goncangan.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam pelaksanaan Denfest ke-13, Pemkot Denpasar menganggarkan sekitar Rp 1 miliar lebih untuk biaya pementasan seniman dan pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut dibagi dalam beberapa program utama yakni Virtual Fashion Show, Band Cafe, Art & Creative Talk Show, Denpasar Young Creative, Denpasar Maprawerti dan UMKM Denfest 2020 dengan melibatkan sedikitnya 2.915 seniman dan penggiat ekraf di Kota Denpasar.

“Jadi kami bisa lihat bersama bahwa seniman dan pelaku ekraf sangat terdampak akibat keterbatasan situasi saat ini. Dan sebagai kota kreatif berwawasan budaya, kami memberikan dukungan penuh terhadap seniman dan pelaku ekraf di Kota Denpasar,” jelasnya.

Hendaryana menambahkan, gelaran Denfest juga membangkitkan pasar UMKM Denpasar. Khususnya yang bergerak di bidang kuliner dan ekraf. Karena dengan dibukanya jaringan pemasaran ke luar Denpasar, maka dapat mengundang keterlibatan tujuh kota (sister cities) di berbagai belahan dunia turut bergabung dalam helatan ini. “Semoga dengan suksesnya pelaksanaan Denfest yang menjadi festival hybrid terbesar dan terlama di masa pandemi ini, dapat membangkitkan geliat pasar sekaligus memberikan stimulus ekonomi bagi UMKM, pelaku seni dan ekraf,” harapnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/