alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Selain Antisipasi Pelanggaran, Polda Bali Atensi Prokes di Pilkada

DENPASAR, BALI EXPRESS – Selain mengantisipasi potensi pelanggaran, Polda Bali juga menaruh perhatian penuh atau atensi pada penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam setiap tahapan Pilkada Serentak 2020. Bahkan tiap personel Polda Bali yang bertugas melakukan pengawasan akan dilengkapi dengan alat pelindung diri atau APD. Dipastikan sehat dan sudah menjalani tes cepat.

Gambaran kerja jajaran Polda Bali dalam pengamanan pilkada yang akan berlangsung dalam hitungan hari ini disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, usai bertemu jajaran Bawaslu Bali, Rabu (2/11).

“Perhatian kami tentunya untuk penyelenggaraan Pilkada jangan sampai sebagai klaster baru. Seperti itu ya sehingga protokol kesehatan akan kami terapkan. Akan kami awasi. Dan akan kami terapkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Berbagai simulasi yang terkait dengan tahapan pilkada yang disesuaikan dengan penerapan prokes akan dipastikan untuk diterapkan sebaik-baiknya sehingga di internal jajarannya sendiri, seluruh personel yang ditugaskan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum bertugas menjalankan pengawasan, khususnya pada saat pemungutan suara.

“Petugas kami dilengkapi APD. Sebelum berangkat diyakinkan tidak komorbid (tidak memiliki penyakit penyerta). Kemudian yang bersangkutan juga dalam kondisi sehat dan sudah di-rapid test sebelum melaksanakan tugas,” tukasnya.

Dia juga menjelaskan, kedatangannya ke Bawaslu Bali juga sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergitas. Terlebih unsur kepolisian masuk ke dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Pihaknya juga akan mendukung Bawaslu Bali melakukan tugasnya sebagai pengawas pemilihan agar berjalan optimal.

Terlebih, kata dia, menjelang berakhirnya masa kampanye dan masuk ke masa tenang merupakan fase kritis. Potensi-potensi pelanggaran pilkada bisa saja terjadi, sebagaimana paparan yang dia terima dari pihak Bawaslu Bali. “Pada masa kritis ini perlu adanya kerja sama yang baik antara unsur-unsur yang ada sehingga dapat meminimalkan pelanggaran-pelanggaran yang dimungkinkan terjadi. Kami harapkan tidak ada pelanggaran. Tapi kalau ada pelanggaran, cepat dideteksi dan ditanggulangi bersama,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani menyebutkan, penerapan prokes dalam tahapan-tahapan pilkada menjadi salah satu perhatian pihaknya. Selain memastikan potensi pelanggaran tidak terjadi saat pilkada. “Pertama, terkait kesiapan kami dari sisi pengawas. Kami sudah bentuk pengawas TPS di enam kabupaten dan kota yang menyelenggarakan pilkada. Bahkan pengawas TPS itu dipastikan tidak terpapar Covid-19. Karena kami sudah me-rapid test (pengawas TPS),” ujar Ariyana, seraya menyebutkan jumlah pengawas TPS di enam kabupaten/kota sebanyak 5.964 orang.

Kedua, sambung dia, dalam pertemuan dengan Kapolda Bali, jajarannya berharap sinergi yang sudah terbangun tetap terjaga. Baik dengan Kepolisian maupun TNI. “Kami berharap banyak, TNI dan Polri, sejauh ini masih terjaga sinerginya dari sisi pengamanan, nanti pada saat pungut hitung dan masa tenang sinergitas itu tetap dilakukan. Khususnya untuk mencegah pelanggaran politik uang. Meskipun sekarang belum terdeteksi di daerah mana itu terjadi. Tetapi tetap pada masa tenang kami melakukan patroli pengawasan,” pungkas Ariyani.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Selain mengantisipasi potensi pelanggaran, Polda Bali juga menaruh perhatian penuh atau atensi pada penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam setiap tahapan Pilkada Serentak 2020. Bahkan tiap personel Polda Bali yang bertugas melakukan pengawasan akan dilengkapi dengan alat pelindung diri atau APD. Dipastikan sehat dan sudah menjalani tes cepat.

Gambaran kerja jajaran Polda Bali dalam pengamanan pilkada yang akan berlangsung dalam hitungan hari ini disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, usai bertemu jajaran Bawaslu Bali, Rabu (2/11).

“Perhatian kami tentunya untuk penyelenggaraan Pilkada jangan sampai sebagai klaster baru. Seperti itu ya sehingga protokol kesehatan akan kami terapkan. Akan kami awasi. Dan akan kami terapkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Berbagai simulasi yang terkait dengan tahapan pilkada yang disesuaikan dengan penerapan prokes akan dipastikan untuk diterapkan sebaik-baiknya sehingga di internal jajarannya sendiri, seluruh personel yang ditugaskan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum bertugas menjalankan pengawasan, khususnya pada saat pemungutan suara.

“Petugas kami dilengkapi APD. Sebelum berangkat diyakinkan tidak komorbid (tidak memiliki penyakit penyerta). Kemudian yang bersangkutan juga dalam kondisi sehat dan sudah di-rapid test sebelum melaksanakan tugas,” tukasnya.

Dia juga menjelaskan, kedatangannya ke Bawaslu Bali juga sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergitas. Terlebih unsur kepolisian masuk ke dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Pihaknya juga akan mendukung Bawaslu Bali melakukan tugasnya sebagai pengawas pemilihan agar berjalan optimal.

Terlebih, kata dia, menjelang berakhirnya masa kampanye dan masuk ke masa tenang merupakan fase kritis. Potensi-potensi pelanggaran pilkada bisa saja terjadi, sebagaimana paparan yang dia terima dari pihak Bawaslu Bali. “Pada masa kritis ini perlu adanya kerja sama yang baik antara unsur-unsur yang ada sehingga dapat meminimalkan pelanggaran-pelanggaran yang dimungkinkan terjadi. Kami harapkan tidak ada pelanggaran. Tapi kalau ada pelanggaran, cepat dideteksi dan ditanggulangi bersama,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani menyebutkan, penerapan prokes dalam tahapan-tahapan pilkada menjadi salah satu perhatian pihaknya. Selain memastikan potensi pelanggaran tidak terjadi saat pilkada. “Pertama, terkait kesiapan kami dari sisi pengawas. Kami sudah bentuk pengawas TPS di enam kabupaten dan kota yang menyelenggarakan pilkada. Bahkan pengawas TPS itu dipastikan tidak terpapar Covid-19. Karena kami sudah me-rapid test (pengawas TPS),” ujar Ariyana, seraya menyebutkan jumlah pengawas TPS di enam kabupaten/kota sebanyak 5.964 orang.

Kedua, sambung dia, dalam pertemuan dengan Kapolda Bali, jajarannya berharap sinergi yang sudah terbangun tetap terjaga. Baik dengan Kepolisian maupun TNI. “Kami berharap banyak, TNI dan Polri, sejauh ini masih terjaga sinerginya dari sisi pengamanan, nanti pada saat pungut hitung dan masa tenang sinergitas itu tetap dilakukan. Khususnya untuk mencegah pelanggaran politik uang. Meskipun sekarang belum terdeteksi di daerah mana itu terjadi. Tetapi tetap pada masa tenang kami melakukan patroli pengawasan,” pungkas Ariyani.


Most Read

Artikel Terbaru

/