alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Dinsos Buleleng Kembali Cairkan BST Tahap II Untuk 823 KPM

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dinas Sosial Kabupaten Buleleng kembali melakukan pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah penerima BST pada tahap II ini sejumlah 823 KPM. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dari penerima BST tahap I yang mencapai 2.542 KPM. Namun data itu masih diambil dari data DTKS Dinas Sosial Buleleng. Sedikitnya jumlah penerima pada pencairan BST tahap II ini merupakan hasil evaluasi yang dilakukan untuk menghindari data penerima ganda.

Kabid Pemeberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Nyoman Mariani Febrianti ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, pencairan BST tahap II mulai dilakukan Sabtu (4/12) hingga Selasa (7/12) sesuai jadwal. Namun Dinsos memberi kelonggaran bagi penerima hingga tanggal 10 Desember 2021. “Tapi pengambilannya masih bisa dilaksanakan sampai hari Jumat 10 desember. Kemudian untuk jumlah KPM yang menerima BST tahap II adalah 823 KPM. Jumlah ini berkurang dari tahap I karena ada beberapa KPM yang dinyatakan tidak layak, mninggal dan yang palig banyak adalah KPM menerima bantuan lain dari Kemensos RI,” ungkapnya Jumat (3/12).

Ditambahkan, dampak pandemi yang belum jelas waktu berakhirnya, terjadi perluasan penerima. Baik penerima bantuan PKH maupun BPNT. Di Buleleng sendiri dari data yang diterima Kementrian Sosial RI jumlah penerima bertambah sebanyal 15 ribu penerima. “Jadi untuk diketahui tahap I kemarin baru menerima data, ada perluasan penerima PKH dan ada perluasan penerima BPNT. Untuk perluasan BPNT ini istilahnya BPNT PPKM. Sebanyak 15 ribu di Buleleng. itu saat ini juga masih berproses untuk pembagian KKSnya. Jadi karena itu kami verivikasi kembali data penerima BST Kabupaten ini,” tambahnya.

Untuk tahap I pencairan BST, Maria mengakui terdapat penerima ganda. Pihaknya juga harus bekerja ekstra agar tidak ditemukan lagi penerima ganda. Untuk itu pada tahap II ini daftar penerima yang tercatat sebagai penerima ganda, tidak dicairkan kembali. “Lumayan banyak yang penerima ganda, ada seribuan lebih. Makanya di tahap II ini tidak kami cairkan lagi. Kami fokus kepada yang benar-benar belum mendapat bantuan,” lanjutnya.

Terkait teknis pencairan, Dinas Sosial bekerjasama dengan PT. POS Indonesia. Namun penciran juga dapat dilakukan di masing-masing komunitas yang telah disepakati oleh desa.  “Untuk sistem pembagian masih sama. Ada yang dibagikan di Kantor Pos Singaraja, dan Kantor Pos masing-masing Kecamatan. Kemudian ada di komunitas. Itu tergantung permintaan desa, ada yang di kantor desa, ada di Balai Desa. Untuk jadwal juga sudah diatur oleh kantor pos,” kata dia.

Bagi warga penerima yang tidak dapat melakukan pencairan pada kantor pos atau loket pencairan lainnya, pihak pos akan mendatangi rumah yang bersangkutan untuk melakukan pencairan. “Apakah yang bersangkutan sakit atau penyandang disabilitas, sehingga tidak bisa mengambil ke tempat yang ditentukan? kami ada program yaitu petugas pos langsung mendatangi ke rumahnya. Jadi maksimalkan di sana. Kalau warga itu tidak mengambil karena sudah pindah atau meninggal, itu kami langsung minta keterangan dari kepala desa. Jadi bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dinas Sosial Kabupaten Buleleng kembali melakukan pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah penerima BST pada tahap II ini sejumlah 823 KPM. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dari penerima BST tahap I yang mencapai 2.542 KPM. Namun data itu masih diambil dari data DTKS Dinas Sosial Buleleng. Sedikitnya jumlah penerima pada pencairan BST tahap II ini merupakan hasil evaluasi yang dilakukan untuk menghindari data penerima ganda.

Kabid Pemeberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Nyoman Mariani Febrianti ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, pencairan BST tahap II mulai dilakukan Sabtu (4/12) hingga Selasa (7/12) sesuai jadwal. Namun Dinsos memberi kelonggaran bagi penerima hingga tanggal 10 Desember 2021. “Tapi pengambilannya masih bisa dilaksanakan sampai hari Jumat 10 desember. Kemudian untuk jumlah KPM yang menerima BST tahap II adalah 823 KPM. Jumlah ini berkurang dari tahap I karena ada beberapa KPM yang dinyatakan tidak layak, mninggal dan yang palig banyak adalah KPM menerima bantuan lain dari Kemensos RI,” ungkapnya Jumat (3/12).

Ditambahkan, dampak pandemi yang belum jelas waktu berakhirnya, terjadi perluasan penerima. Baik penerima bantuan PKH maupun BPNT. Di Buleleng sendiri dari data yang diterima Kementrian Sosial RI jumlah penerima bertambah sebanyal 15 ribu penerima. “Jadi untuk diketahui tahap I kemarin baru menerima data, ada perluasan penerima PKH dan ada perluasan penerima BPNT. Untuk perluasan BPNT ini istilahnya BPNT PPKM. Sebanyak 15 ribu di Buleleng. itu saat ini juga masih berproses untuk pembagian KKSnya. Jadi karena itu kami verivikasi kembali data penerima BST Kabupaten ini,” tambahnya.

Untuk tahap I pencairan BST, Maria mengakui terdapat penerima ganda. Pihaknya juga harus bekerja ekstra agar tidak ditemukan lagi penerima ganda. Untuk itu pada tahap II ini daftar penerima yang tercatat sebagai penerima ganda, tidak dicairkan kembali. “Lumayan banyak yang penerima ganda, ada seribuan lebih. Makanya di tahap II ini tidak kami cairkan lagi. Kami fokus kepada yang benar-benar belum mendapat bantuan,” lanjutnya.

Terkait teknis pencairan, Dinas Sosial bekerjasama dengan PT. POS Indonesia. Namun penciran juga dapat dilakukan di masing-masing komunitas yang telah disepakati oleh desa.  “Untuk sistem pembagian masih sama. Ada yang dibagikan di Kantor Pos Singaraja, dan Kantor Pos masing-masing Kecamatan. Kemudian ada di komunitas. Itu tergantung permintaan desa, ada yang di kantor desa, ada di Balai Desa. Untuk jadwal juga sudah diatur oleh kantor pos,” kata dia.

Bagi warga penerima yang tidak dapat melakukan pencairan pada kantor pos atau loket pencairan lainnya, pihak pos akan mendatangi rumah yang bersangkutan untuk melakukan pencairan. “Apakah yang bersangkutan sakit atau penyandang disabilitas, sehingga tidak bisa mengambil ke tempat yang ditentukan? kami ada program yaitu petugas pos langsung mendatangi ke rumahnya. Jadi maksimalkan di sana. Kalau warga itu tidak mengambil karena sudah pindah atau meninggal, itu kami langsung minta keterangan dari kepala desa. Jadi bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/