alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Pengedar Sabu dan 30 Ribu Pil Koplo di Tabanan Segera Diadili

TABANAN, BALI EXPRESS – Pemuda yang ditangkap dan diduga sebagai pengedar sabu dan 30 butir pil koplo, Bagus Imam Aidin,20, akan segera duduk di kursi pesakitan pada Pengadilan Negeri (PN) Tabanan.

 

Pasalnya, berkas penyidikannya telah dilimpahkan penyidik Satuan Reserse Narkoba (Satreskob) Polres Tabanan kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

 

Kepala Seksi Intelijen pada Kejari Tabanan, Pande Putu Wena Mahaputra, membenarkan bahwa kasus narkotika serta 30 ribu butir pil koplo itu telah dilimpahkan pihak Kepolisian.

 

“Baru akan segera kami limpahkan ke pengadilan negeri,” jelas Pande, Jumat (3/12).

 

Didampingi Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Tabanan, I Dewa GP Awatara, menambahkan bahwa tim jaksa yang mengawal perkarannya nanti di persidangan juga telah dibentuk. Tim penuntut umum akan dipimpin Jaksa Ida Ayu Ningrat Upayani.

 

“Akan segera kami limpahkan,” ujar Dewa Awatara mempertegas lagi.

 

Sebagai gambaran umum, akan ada empat pasal yang akan diterapkan untuk mendakwa Bagus terkait perbuatan pidana yang dilakukannya. Empat pasal tersebut akan diterapkan secara kombinasi.

 

Beberapa pasal dengan ancaman hukuman yang berat bagi Bagus di antaranya Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 

Diterapkannya pasal tersebut lantaran saat ditangkap Bagus juga diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Barang buktinya berupa dua paket kecil sabu-sabu yang berat kotonya 0,24 gram.

 

Sedangkan untuk barang bukti 30 ribu butir pil koplo, Bagus akan diancam dengan Pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

 

Sekadar mengingat, Bagus ditangkap Satreskoba Polres Tabanan pada pertengahan Agustus 2021 lalu. Itupun berbekal informasi adanya dugaan transaksi narkotika di wilayah Kediri.

Singkat cerita, terduganya mengarah kepada Bagus Imam Aidin. Namun saat ditangkap, petugas memang tidak menemukan barang bukti sabu-sabu, narkotika sentetis yang masuk dalam golongan narkotika satu.

 

Meski begitu, petugas justru menemukan barang bukti lainnya yakni 30 ribu butir pil koplo. Tidak puas, petugas lantas mengembangkan pemeriksaan. Sampai ke tempat kos-kosannya di Denpasar.

 

Dan petugas akhirnya menemukan barang bukti lainnya berupa sabu-sabu dalam kemasan paket hemat dengan berat kotor 0,24 gram.

 

Dalam nyanyiannya, Bagus mengaku sabu-sabu diperoleh dari seseorang yang berinisial T. Dia mengaku tidak pernah bertemu langsung. Hanya komunikasi melalui ponsel. Sedangkan 30 ribu pil koplo, Bagus mengaku itu merupakan kepunyaan temannya yang berinisial A. Namun kabur saat dirinya ditangkap. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Pemuda yang ditangkap dan diduga sebagai pengedar sabu dan 30 butir pil koplo, Bagus Imam Aidin,20, akan segera duduk di kursi pesakitan pada Pengadilan Negeri (PN) Tabanan.

 

Pasalnya, berkas penyidikannya telah dilimpahkan penyidik Satuan Reserse Narkoba (Satreskob) Polres Tabanan kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

 

Kepala Seksi Intelijen pada Kejari Tabanan, Pande Putu Wena Mahaputra, membenarkan bahwa kasus narkotika serta 30 ribu butir pil koplo itu telah dilimpahkan pihak Kepolisian.

 

“Baru akan segera kami limpahkan ke pengadilan negeri,” jelas Pande, Jumat (3/12).

 

Didampingi Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Tabanan, I Dewa GP Awatara, menambahkan bahwa tim jaksa yang mengawal perkarannya nanti di persidangan juga telah dibentuk. Tim penuntut umum akan dipimpin Jaksa Ida Ayu Ningrat Upayani.

 

“Akan segera kami limpahkan,” ujar Dewa Awatara mempertegas lagi.

 

Sebagai gambaran umum, akan ada empat pasal yang akan diterapkan untuk mendakwa Bagus terkait perbuatan pidana yang dilakukannya. Empat pasal tersebut akan diterapkan secara kombinasi.

 

Beberapa pasal dengan ancaman hukuman yang berat bagi Bagus di antaranya Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 

Diterapkannya pasal tersebut lantaran saat ditangkap Bagus juga diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Barang buktinya berupa dua paket kecil sabu-sabu yang berat kotonya 0,24 gram.

 

Sedangkan untuk barang bukti 30 ribu butir pil koplo, Bagus akan diancam dengan Pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

 

Sekadar mengingat, Bagus ditangkap Satreskoba Polres Tabanan pada pertengahan Agustus 2021 lalu. Itupun berbekal informasi adanya dugaan transaksi narkotika di wilayah Kediri.

Singkat cerita, terduganya mengarah kepada Bagus Imam Aidin. Namun saat ditangkap, petugas memang tidak menemukan barang bukti sabu-sabu, narkotika sentetis yang masuk dalam golongan narkotika satu.

 

Meski begitu, petugas justru menemukan barang bukti lainnya yakni 30 ribu butir pil koplo. Tidak puas, petugas lantas mengembangkan pemeriksaan. Sampai ke tempat kos-kosannya di Denpasar.

 

Dan petugas akhirnya menemukan barang bukti lainnya berupa sabu-sabu dalam kemasan paket hemat dengan berat kotor 0,24 gram.

 

Dalam nyanyiannya, Bagus mengaku sabu-sabu diperoleh dari seseorang yang berinisial T. Dia mengaku tidak pernah bertemu langsung. Hanya komunikasi melalui ponsel. Sedangkan 30 ribu pil koplo, Bagus mengaku itu merupakan kepunyaan temannya yang berinisial A. Namun kabur saat dirinya ditangkap. 


Most Read

Artikel Terbaru

/