alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Sibadai PN Gianyar, Permudah Cek Data Perceraian hingga Urus SKCK

GIANYAR, BALI EXPRESS – Untuk mengatasi kebutuhan layanan hukum bagi masyarakat ditengah pandemi Covid-19, Pengadilan Negeri (PN) Gianyar meluncurkan aplikasi Sistem Bank Data Terintegrasi  (Sibadai), Jumat (3/12).

 

Selain peluncuran aplikasi Sibadai dengan tema ‘Pengadilan Negeri Gianyar sebagai Peradilan Modern Berbasis Teknologi Informasi’,  juga dilakukan penandatanganan MOU antara Pengadilan Negeri Gianyar dengan Polres Gianyar dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Gianyar. 

 

Kepala Pengadilan Negeri Gianyar,  Sonny Alfian Blegoer Laoemoery menjelaskan bahwa aplikasi Sibadai tersebut dibuat untuk menjawab tantangan kebutuhan layanan hukum masyarakat terutama di masa pandemi Covid-19. “Melalui aplikasi ini, dapat mengurangi interaksi langsung baik antar stakeholder maupun aparatur pemerintah dengan masyarakat. Selain itu juga dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 serta membangun sistem layanan birokrasi dengan zona integritas bebas dari korupsi dan mewujudkan birokrasi bersih melayani,” paparnya.

 

Sibadai ini kata dia akan mempermudah akses informasi terkait petikan putusan Pengadilan Negeri Gianyar yang bisa digunakan oleh Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Gianyar serta Polres Gianyar. “Untuk  Disdukcapil bisa mempermudah melihat petikan putusan terkait keabsahan verifikasi data perubahan status perkawinan. Seperti data perceraian. Setelah perceraian, sesuai PP Nomor 5 tahun 1975 itu pihak yang dikabulkan perceraiannya, dulu melapor ke Disdukcapil untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan menerbitkan akta perceraian,” bebernya.

 

Selanjutnya pihak Disdukcapil akan memverifikasi data atau petikan putusan cukup dengan membuka aplikasi Sibadai. “Apakah betul, produk disini dan isinya betul. Sehingga tidak perlu mengkonfirmasi kesini, petugas Disdukcapil tidak harus datang ke PN Gianyar untuk mempertanyakan apakah betul si A mohon perceraian dan betul cerai,” tuturnya.

 

Sehingga dengan aplikasi tersebut, pelaporan cerai bisa lebih cepat. Karena biasanya para pihak dalam waktu 30 hari sudah harus melaporkan putusan cerai. Hanya saja terkadang lewat dari 30 hari para pihak tidak juga melapor. “Sehingga mempermudah data. Bisa dirasakan oleh masyarakat. Kalau sesuai ketentuan, bisa mempercepat proses penerbitan akta cerai,” sambungnya.

 

Sementara untuk pihak kepolisian, aplikasi ini akan membantu terkait data putusan perkara pidana. Terlebih data yang terinput saat ini sudah dari tahun 2021. “Kepolisian punya kewenangan menerbitkan SKCK, surat kelakuan baik dari pihak Kasat Intel. Dia bisa menggunakan basis data dari aplikasi Sibada ini. Apakah benar yang mengajukan SKCK, benar tidak pernah tersangkut perkara pidana,” terangnya sembari mengatakan jika SKCK sangat diperlukan untuk berbagi kepentingan.

 

Ditambahkannya jika perubahan dalam layanan berbasis inovasi teknologi informasi adalah suatu keniscayaan, dalam memenuhi kebutuhan hukum masyarakat kekinian. Sehingga keabsahan data baik pada Pengadilan Negeri Gianyar, Kepolisian Resort Gianyar maupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Gianyar terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan data hukum dapat dijawab melalui aplikasi Sibadai ini. “Besar harapan kami sinergitas dapat terbangun baik saat ini maupun di masa mendatang demi mewujudkan pelayanan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat di Kabupaten Gianyar,” imbuhnya.

 

Kabag Ops Polres Gianyar, Kompol Wayan Latra pun menyambut baik diluncurkannya Sibadai tersebut untuk membantu kerja kepolisian. “Aplikasi ini dapat membantu Polres agar tidak bolak-balik. Ini diperlukan dalam pendataan di Polres Gianyar. Dengan aplikasi ini, bagi residivis, penyidik akan mudah menetapkan pasal terhadap residivis,” tandasnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Untuk mengatasi kebutuhan layanan hukum bagi masyarakat ditengah pandemi Covid-19, Pengadilan Negeri (PN) Gianyar meluncurkan aplikasi Sistem Bank Data Terintegrasi  (Sibadai), Jumat (3/12).

 

Selain peluncuran aplikasi Sibadai dengan tema ‘Pengadilan Negeri Gianyar sebagai Peradilan Modern Berbasis Teknologi Informasi’,  juga dilakukan penandatanganan MOU antara Pengadilan Negeri Gianyar dengan Polres Gianyar dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Gianyar. 

 

Kepala Pengadilan Negeri Gianyar,  Sonny Alfian Blegoer Laoemoery menjelaskan bahwa aplikasi Sibadai tersebut dibuat untuk menjawab tantangan kebutuhan layanan hukum masyarakat terutama di masa pandemi Covid-19. “Melalui aplikasi ini, dapat mengurangi interaksi langsung baik antar stakeholder maupun aparatur pemerintah dengan masyarakat. Selain itu juga dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 serta membangun sistem layanan birokrasi dengan zona integritas bebas dari korupsi dan mewujudkan birokrasi bersih melayani,” paparnya.

 

Sibadai ini kata dia akan mempermudah akses informasi terkait petikan putusan Pengadilan Negeri Gianyar yang bisa digunakan oleh Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Gianyar serta Polres Gianyar. “Untuk  Disdukcapil bisa mempermudah melihat petikan putusan terkait keabsahan verifikasi data perubahan status perkawinan. Seperti data perceraian. Setelah perceraian, sesuai PP Nomor 5 tahun 1975 itu pihak yang dikabulkan perceraiannya, dulu melapor ke Disdukcapil untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan menerbitkan akta perceraian,” bebernya.

 

Selanjutnya pihak Disdukcapil akan memverifikasi data atau petikan putusan cukup dengan membuka aplikasi Sibadai. “Apakah betul, produk disini dan isinya betul. Sehingga tidak perlu mengkonfirmasi kesini, petugas Disdukcapil tidak harus datang ke PN Gianyar untuk mempertanyakan apakah betul si A mohon perceraian dan betul cerai,” tuturnya.

 

Sehingga dengan aplikasi tersebut, pelaporan cerai bisa lebih cepat. Karena biasanya para pihak dalam waktu 30 hari sudah harus melaporkan putusan cerai. Hanya saja terkadang lewat dari 30 hari para pihak tidak juga melapor. “Sehingga mempermudah data. Bisa dirasakan oleh masyarakat. Kalau sesuai ketentuan, bisa mempercepat proses penerbitan akta cerai,” sambungnya.

 

Sementara untuk pihak kepolisian, aplikasi ini akan membantu terkait data putusan perkara pidana. Terlebih data yang terinput saat ini sudah dari tahun 2021. “Kepolisian punya kewenangan menerbitkan SKCK, surat kelakuan baik dari pihak Kasat Intel. Dia bisa menggunakan basis data dari aplikasi Sibada ini. Apakah benar yang mengajukan SKCK, benar tidak pernah tersangkut perkara pidana,” terangnya sembari mengatakan jika SKCK sangat diperlukan untuk berbagi kepentingan.

 

Ditambahkannya jika perubahan dalam layanan berbasis inovasi teknologi informasi adalah suatu keniscayaan, dalam memenuhi kebutuhan hukum masyarakat kekinian. Sehingga keabsahan data baik pada Pengadilan Negeri Gianyar, Kepolisian Resort Gianyar maupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Gianyar terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan data hukum dapat dijawab melalui aplikasi Sibadai ini. “Besar harapan kami sinergitas dapat terbangun baik saat ini maupun di masa mendatang demi mewujudkan pelayanan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat di Kabupaten Gianyar,” imbuhnya.

 

Kabag Ops Polres Gianyar, Kompol Wayan Latra pun menyambut baik diluncurkannya Sibadai tersebut untuk membantu kerja kepolisian. “Aplikasi ini dapat membantu Polres agar tidak bolak-balik. Ini diperlukan dalam pendataan di Polres Gianyar. Dengan aplikasi ini, bagi residivis, penyidik akan mudah menetapkan pasal terhadap residivis,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/