alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Polantas Denpasar Sosialisasi Kejahatan ODOL dan Tindak Knalpot Brong

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kendaraan muat barang yang melanggar dimensi dan kelebihan beban muatan alias Over Dimension Over Load (ODOL) disebut kejahatan lalu lintas. Hal itu disosialisasikan Polresta Denpasar di wilayah hukumnya melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas).

Kasatlantas Polresta Denpasar, Kompol Ni Putu Utariani menerangkan, ODOL merupakan kejahatan lalu lintas dalam hal modifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe serta tidak memenuhi kewajiban uji tipe. Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 277 UU NO 22 TAHUN 2009 tentang LLAJ, dengan sanksi pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

“Kejahatan ODOL sangat membahayakan bagi pengendaranya maupun pengguna jalan lain di sekitar kendaraan tersebut, sehingga diharapkan kepada pemilik kendaraan atau perusahaan muat barang lebih memperhatikan kelayakan jalan kendaraannya, tidak hanya unsur keuntungan semata,” tandasnya, dikonfirmasi pada Jumat (4/2). Intuk saat ini, pihaknya memang masih dalam tahap mensosialisasikan tentang kejahatan lalu lintas ini.

Namun kedepannya, jajaran Satlantas Polresta Denpasar tentu akan menggalakan penindakan terhadap pelanggaran ODOL. Selain sosialisasi terkait ODOL tersebut, Satlantas Polresta Denpasar juga sudah berulang kali melakukan sosialisasi tentang maraknya pengguna knalpot brong terutama bagi kendaraan roda dua.

Baik kepada anak sekolah, perkumpulan motor, serta bengkel penjual knalpot di wilayah Denpasar. Mantan Wakapolres Badung ini mengaku akan menindak tegas setiap pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong yang tidak sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 tahun 2009.

Bahwa motor berkubikasi 80-175 cc tingkat maksimal kebisingan 80 desibel, sedangkan motor diatas 175 cc kebisingan maksimal 83 db. Sehingga knalpot motor dengan kebisingan maksimal diatas 100 desibel maka termasuk motor tidak layak jalan.

“Kami akan menahan kendaraan sampai pemiliknya mengganti knalpot dengan yang asli,” tegasnya. Apalagi setiap pengguna motor dengan knalpot brong tentunya telah melanggar pasal 285 ayat (1) UU LLAJ karena termasuk kendaraan tidak layak jalan dan mengganggu ketenangan masyarakat lainnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kendaraan muat barang yang melanggar dimensi dan kelebihan beban muatan alias Over Dimension Over Load (ODOL) disebut kejahatan lalu lintas. Hal itu disosialisasikan Polresta Denpasar di wilayah hukumnya melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas).

Kasatlantas Polresta Denpasar, Kompol Ni Putu Utariani menerangkan, ODOL merupakan kejahatan lalu lintas dalam hal modifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe serta tidak memenuhi kewajiban uji tipe. Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 277 UU NO 22 TAHUN 2009 tentang LLAJ, dengan sanksi pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

“Kejahatan ODOL sangat membahayakan bagi pengendaranya maupun pengguna jalan lain di sekitar kendaraan tersebut, sehingga diharapkan kepada pemilik kendaraan atau perusahaan muat barang lebih memperhatikan kelayakan jalan kendaraannya, tidak hanya unsur keuntungan semata,” tandasnya, dikonfirmasi pada Jumat (4/2). Intuk saat ini, pihaknya memang masih dalam tahap mensosialisasikan tentang kejahatan lalu lintas ini.

Namun kedepannya, jajaran Satlantas Polresta Denpasar tentu akan menggalakan penindakan terhadap pelanggaran ODOL. Selain sosialisasi terkait ODOL tersebut, Satlantas Polresta Denpasar juga sudah berulang kali melakukan sosialisasi tentang maraknya pengguna knalpot brong terutama bagi kendaraan roda dua.

Baik kepada anak sekolah, perkumpulan motor, serta bengkel penjual knalpot di wilayah Denpasar. Mantan Wakapolres Badung ini mengaku akan menindak tegas setiap pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong yang tidak sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 tahun 2009.

Bahwa motor berkubikasi 80-175 cc tingkat maksimal kebisingan 80 desibel, sedangkan motor diatas 175 cc kebisingan maksimal 83 db. Sehingga knalpot motor dengan kebisingan maksimal diatas 100 desibel maka termasuk motor tidak layak jalan.

“Kami akan menahan kendaraan sampai pemiliknya mengganti knalpot dengan yang asli,” tegasnya. Apalagi setiap pengguna motor dengan knalpot brong tentunya telah melanggar pasal 285 ayat (1) UU LLAJ karena termasuk kendaraan tidak layak jalan dan mengganggu ketenangan masyarakat lainnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/