alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Tiba di Bali, PPLN dari Jepang Langsung Warm Up Vacation di Bubble Area, Grand Hyatt

BADUNG, BALI EXPRESS – Pada Kamis (3/2), pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) pertama asal Jepang akhirnya tiba di Bali, sejak pintu internasional Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibuka pada 14 Oktober 2021 lalu. PPLN Jepang yang diangkut maskapai Garuda Indonesia itu, langsung menjalani masa Warm Up Vacation di Grand Hyatt, Nusa Dua usai melakukan pemeriksaan ketat di bandara. Begitu tiba pukul 19.00 wita, sebanyak 9 orang PPLN ini, langsung diarahkan ke kawasan bubble area yang ada di hotel tersebut.

Marketing Communications Manager Grand Hyatt Bali, Ketut Narendra Wiriadijaya mengatakan, dari 9 orang ini, sebanyak 4 orang merupakan warga negara Jepang. Setibanya di hotel, mereka langsung ditangani sesuai dengan prosedur protokol keaehatan yang ditentukan.

“Terkait prosedur penerimaan mereka, setelah tiba, seperti biasa dilakukan pengecekan sesuai protokol kesehatan. Selanjutnya prosedur yang kami terapkan, mereka langsung masuk bubble area,” katanya, Jumat (4/2).

Menurutnya, Grand Hyatt Bali, ditunjuk menjadi salah satu hotel untuk menjadi pionir Warm Up Vacation. Upaya ini, kata dia, merupakan kampanye terbaru yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, untuk menyambut wisatawan internasional ke Pulau Dewata, Bali. “Grand Hyatt Bali, menjadi hotel pertama di Bali yang menyambut wisatawan internasional,” ujarnya.

Untuk diketahui sebelumnya, pemerintah Republik Indonesia mulai melayani kembali penerbangan Internasional ke Bali, yang berlaku efektif pada 4 Februari 2022, ditandai dengan mendaratnya penerbangan inagurasi oleh pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Narita, Jepang, ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Pembukaan pelayanan penerbangan Bali bagi wisatawan mancanegara (wisman) menjadi kabar baik untuk semua pihak, khususnya pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Oleh karenanya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyambut baik kedatangan wisman ke Bali.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baperekraf, Nia Niscaya, saat menyambut kedatangan wisman di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menyampaikan, pembukaan kembali pintu masuk Internasional bertujuan untuk memulihkan kembali perekonomian Bali yang terdampak pandemi Covid-19. Meski begitu prinsip kehati-hatian dalam mencegah penyebaran Covid-19 tetap dikedepankan.

“Dengan dibukanya kembali akses pintu masuk penerbangan Internasional ke Bali, maka peluang peningkatan ekonomi nasional dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sudah di depan mata. Keputusan membuka kembali akses penerbangan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah telah menimbang berbagai risiko dan potensi terkait pembukaan kembali pintu masuk Internasional di Bali,” ujar Nia.

Nia menjelaskan, meski resmi dibuka kembali, namun pemerintah tetap memberlakukan persyaratan ketat bagi wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke Bali. Pemberlakuan syarat ini dilakukan untuk meminimalisi risiko penyebaran Covid-19, baik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

“Kami mewajibkan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) mengikuti paket warm up vacation serta mengikuti surat edaran yang berlaku,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nia menjelaskan Bali menyediakan dua opsi tambahan untuk paket warm up vacation bagi PPLN. Opsi tambahan pertama adalah warm up vacation di hotel bubble.

Sedangkan opsi tambahan kedua adalah live on board (LoB) dengan menyiapkan 6 kapal live on board yang sudah tersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Ia menyebutkan, ada 64 hotel yang disiapkan untuk program warm up vacation. Pada tahap awal baru 5 hotel dengan total 447 kamar siap melayani warm up vacation PPLN. Kelima hotel yang disiapkan untuk warm up vacation bagi PPLN di Bali tersebut adalah Grand Hyatt Nusa Dua (Nusa Dua), Westin Resort (Nusa Dua), Griya Santrian (Sanur), Viceroy (Ubud), dan Royal Tulip (Jimbaran).

Kelima hotel bubble tersebut memberikan pelayanan kepada wisatawan tidak dengan membatasi hanya boleh tinggal di kamar saja, tetapi lebih leluasa membolehkan PPLN beraktivitas di sekitar hotel.

“Kelima hotel ini juga memiliki fasilitas publik berbeda antara tamu reguler, dengan tamu warm up vacation termasuk untuk fasilitas kolam renang, tempat gym, dining room, maupun fasilitas lainnya. Untuk mengoptimalkan pelayanan warm up vacation, pengelola hotel tidak membolehkan karyawannya pulang dan mereka tetap tinggal di dalam hotel,” ujar Nia.

Nia melanjutkan, pemerintah juga memberikan kemudahan kepada PPLN di Bali dengan persyaratan antara lain mempunyai e-Visa yang kuotanya tidak dibatasi. Kemudian, mengikuti paket warm up vacation selama 5 hari/4 malam baik di hotel bubble maupun LoB (Live on Board). Dengan syarat, menunjukkan hasil PCR 48 jam sebelum berangkat. Mengikuti paket warm up vacation 7 hari untuk vaksin dosis pertama dan 5 hari untuk vaksin dosis lengkap.

“Test PCR saat kedatangan dan di hari ke-4 (5 hari warm up vacation) atau di hari ke-6 (7 hari warm up vacation). Dan, sebagai perlindungan, PPLN diwajibkan mempunyai asuransi wisata senilai 25.000 dolar AS,” ujar Nia.






Reporter: Rika Riyanti

BADUNG, BALI EXPRESS – Pada Kamis (3/2), pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) pertama asal Jepang akhirnya tiba di Bali, sejak pintu internasional Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibuka pada 14 Oktober 2021 lalu. PPLN Jepang yang diangkut maskapai Garuda Indonesia itu, langsung menjalani masa Warm Up Vacation di Grand Hyatt, Nusa Dua usai melakukan pemeriksaan ketat di bandara. Begitu tiba pukul 19.00 wita, sebanyak 9 orang PPLN ini, langsung diarahkan ke kawasan bubble area yang ada di hotel tersebut.

Marketing Communications Manager Grand Hyatt Bali, Ketut Narendra Wiriadijaya mengatakan, dari 9 orang ini, sebanyak 4 orang merupakan warga negara Jepang. Setibanya di hotel, mereka langsung ditangani sesuai dengan prosedur protokol keaehatan yang ditentukan.

“Terkait prosedur penerimaan mereka, setelah tiba, seperti biasa dilakukan pengecekan sesuai protokol kesehatan. Selanjutnya prosedur yang kami terapkan, mereka langsung masuk bubble area,” katanya, Jumat (4/2).

Menurutnya, Grand Hyatt Bali, ditunjuk menjadi salah satu hotel untuk menjadi pionir Warm Up Vacation. Upaya ini, kata dia, merupakan kampanye terbaru yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, untuk menyambut wisatawan internasional ke Pulau Dewata, Bali. “Grand Hyatt Bali, menjadi hotel pertama di Bali yang menyambut wisatawan internasional,” ujarnya.

Untuk diketahui sebelumnya, pemerintah Republik Indonesia mulai melayani kembali penerbangan Internasional ke Bali, yang berlaku efektif pada 4 Februari 2022, ditandai dengan mendaratnya penerbangan inagurasi oleh pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Narita, Jepang, ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Pembukaan pelayanan penerbangan Bali bagi wisatawan mancanegara (wisman) menjadi kabar baik untuk semua pihak, khususnya pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Oleh karenanya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyambut baik kedatangan wisman ke Bali.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baperekraf, Nia Niscaya, saat menyambut kedatangan wisman di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menyampaikan, pembukaan kembali pintu masuk Internasional bertujuan untuk memulihkan kembali perekonomian Bali yang terdampak pandemi Covid-19. Meski begitu prinsip kehati-hatian dalam mencegah penyebaran Covid-19 tetap dikedepankan.

“Dengan dibukanya kembali akses pintu masuk penerbangan Internasional ke Bali, maka peluang peningkatan ekonomi nasional dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sudah di depan mata. Keputusan membuka kembali akses penerbangan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah telah menimbang berbagai risiko dan potensi terkait pembukaan kembali pintu masuk Internasional di Bali,” ujar Nia.

Nia menjelaskan, meski resmi dibuka kembali, namun pemerintah tetap memberlakukan persyaratan ketat bagi wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke Bali. Pemberlakuan syarat ini dilakukan untuk meminimalisi risiko penyebaran Covid-19, baik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

“Kami mewajibkan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) mengikuti paket warm up vacation serta mengikuti surat edaran yang berlaku,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nia menjelaskan Bali menyediakan dua opsi tambahan untuk paket warm up vacation bagi PPLN. Opsi tambahan pertama adalah warm up vacation di hotel bubble.

Sedangkan opsi tambahan kedua adalah live on board (LoB) dengan menyiapkan 6 kapal live on board yang sudah tersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Ia menyebutkan, ada 64 hotel yang disiapkan untuk program warm up vacation. Pada tahap awal baru 5 hotel dengan total 447 kamar siap melayani warm up vacation PPLN. Kelima hotel yang disiapkan untuk warm up vacation bagi PPLN di Bali tersebut adalah Grand Hyatt Nusa Dua (Nusa Dua), Westin Resort (Nusa Dua), Griya Santrian (Sanur), Viceroy (Ubud), dan Royal Tulip (Jimbaran).

Kelima hotel bubble tersebut memberikan pelayanan kepada wisatawan tidak dengan membatasi hanya boleh tinggal di kamar saja, tetapi lebih leluasa membolehkan PPLN beraktivitas di sekitar hotel.

“Kelima hotel ini juga memiliki fasilitas publik berbeda antara tamu reguler, dengan tamu warm up vacation termasuk untuk fasilitas kolam renang, tempat gym, dining room, maupun fasilitas lainnya. Untuk mengoptimalkan pelayanan warm up vacation, pengelola hotel tidak membolehkan karyawannya pulang dan mereka tetap tinggal di dalam hotel,” ujar Nia.

Nia melanjutkan, pemerintah juga memberikan kemudahan kepada PPLN di Bali dengan persyaratan antara lain mempunyai e-Visa yang kuotanya tidak dibatasi. Kemudian, mengikuti paket warm up vacation selama 5 hari/4 malam baik di hotel bubble maupun LoB (Live on Board). Dengan syarat, menunjukkan hasil PCR 48 jam sebelum berangkat. Mengikuti paket warm up vacation 7 hari untuk vaksin dosis pertama dan 5 hari untuk vaksin dosis lengkap.

“Test PCR saat kedatangan dan di hari ke-4 (5 hari warm up vacation) atau di hari ke-6 (7 hari warm up vacation). Dan, sebagai perlindungan, PPLN diwajibkan mempunyai asuransi wisata senilai 25.000 dolar AS,” ujar Nia.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/