alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Smanser Produksi Hand Sanitizer Ramah Lingkungan Berbahan Eco Enzim

SERIRIT, BALI EXPRESS-Sebuah inovasi dilakukan siswa yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 1 Seririt (Smanser). Mereka membuat hand sanitizer berbaha cairan limbah Eco Enzim. Menariknya, hand sanitizer tersebut dikemas dalam bentuk botol dan dipasarkan di wilayah Seririt.

Ida Kade Ayu Putri Monika, 17, menceritakan, pembuatan hand sanitzer ini berawal saat ia dan timnya mengikuti lomba esai. Dari sana mereka terketuk untuk mencari formula hand sanitizer alami yang ramah lingkungan. Terlebih, bahan dari Eco Enzim disebutnya berasal dari sampah.

“Selain Eco Enzim ada juga campuran dari air yang sudah diubah keasamannya atau PH-nya, Strong Acid dan Kangen Water. Jadi itu dimix sehingga dihasilkan hand sanitizer yang ramah lingkungan,” ujar Monika, Kamis (4/3) siang.

Dikataka Monika, langkah ini diklaimnya bisa menumbuhkan jiwa wirausaha, khususnya bagi generasi muda. Terlebih hand sanitzer yang diproduksi akan dijual sebesar Rp 12 ribu per botolnya. Hasil penjualannya pun nantinya akan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.

“Ini peluang bagus. Apalagi saat ini kebutuhan akan hand sanitizer meningkat di masa pandemi Covid-19. Kami sebagai siswa ingin memberikan solusi yang ramah lingkungan dan murah,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota lainnya Ni Luh Anggita Eka Marsani menyebutkan, proses pembuatan hand sanitizer berbahan Eco Enzim dikaji dari berbagai literarur jurnal. Sejauh ini, pihaknya tidak menemukan kendala dalam proses pembuatannya. Pasalnya, sudah dipersiapkan dengan baik. “Produknya sudah dijual. Banyak masyarakat yang sudah beli. Produksinya masih terbatas,” ujar Anggita.

Sementara itu, Pembina Ekstrakurikuler KIR Sang Ayu Made Rasmini,S.Pd.M.Ag menyebut, tidak ada kendala berarti selama membina anak-anak. Pihaknya berharap agar siswanya tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.

“Anak-anak selalu semangat dan gampang diarahkan. Mereka ingin berkontribusi di masyarakat. Hasilnya mereka membuat hand sanitizer yang ramah lingkungan. Tidak ada masalah selama ini,” jelasnya.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Seririt I Gde Suparta, S.Pd.,M.Pd mengapresiasi kreativitas dan inovasi siswanya yang tergabung dalam Ekstrakurikuler KIR. Menurutnya, kreasi itu sudah sejalan dengan visi-misi sekolah yang Cerdas, Kompetitif, dan Berwawasan Lingkungan

Pihaknya pun tetap mendorong agar anak didiknya menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Utamanya membantu mengatasi masalah sosial dan lingkungan. Terkait dengan produk ini, pihaknya juga mendorong agar Tim KIR Smanser melakukan uji klinis terhadap produk yang dihasilkan, sehingga nantinya kualitasnya semakin baik.

“Selama ini sekolah tetap memberikan dukungan dan berusaha memfasilitasi, baik berupa alat atau bahan agar siswa tetap bisa berkreativitas. Hasil ini kami minta agar diduji klinis di lab dengan menggandeng BPOM,” singkatnya. 


SERIRIT, BALI EXPRESS-Sebuah inovasi dilakukan siswa yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 1 Seririt (Smanser). Mereka membuat hand sanitizer berbaha cairan limbah Eco Enzim. Menariknya, hand sanitizer tersebut dikemas dalam bentuk botol dan dipasarkan di wilayah Seririt.

Ida Kade Ayu Putri Monika, 17, menceritakan, pembuatan hand sanitzer ini berawal saat ia dan timnya mengikuti lomba esai. Dari sana mereka terketuk untuk mencari formula hand sanitizer alami yang ramah lingkungan. Terlebih, bahan dari Eco Enzim disebutnya berasal dari sampah.

“Selain Eco Enzim ada juga campuran dari air yang sudah diubah keasamannya atau PH-nya, Strong Acid dan Kangen Water. Jadi itu dimix sehingga dihasilkan hand sanitizer yang ramah lingkungan,” ujar Monika, Kamis (4/3) siang.

Dikataka Monika, langkah ini diklaimnya bisa menumbuhkan jiwa wirausaha, khususnya bagi generasi muda. Terlebih hand sanitzer yang diproduksi akan dijual sebesar Rp 12 ribu per botolnya. Hasil penjualannya pun nantinya akan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.

“Ini peluang bagus. Apalagi saat ini kebutuhan akan hand sanitizer meningkat di masa pandemi Covid-19. Kami sebagai siswa ingin memberikan solusi yang ramah lingkungan dan murah,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota lainnya Ni Luh Anggita Eka Marsani menyebutkan, proses pembuatan hand sanitizer berbahan Eco Enzim dikaji dari berbagai literarur jurnal. Sejauh ini, pihaknya tidak menemukan kendala dalam proses pembuatannya. Pasalnya, sudah dipersiapkan dengan baik. “Produknya sudah dijual. Banyak masyarakat yang sudah beli. Produksinya masih terbatas,” ujar Anggita.

Sementara itu, Pembina Ekstrakurikuler KIR Sang Ayu Made Rasmini,S.Pd.M.Ag menyebut, tidak ada kendala berarti selama membina anak-anak. Pihaknya berharap agar siswanya tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.

“Anak-anak selalu semangat dan gampang diarahkan. Mereka ingin berkontribusi di masyarakat. Hasilnya mereka membuat hand sanitizer yang ramah lingkungan. Tidak ada masalah selama ini,” jelasnya.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Seririt I Gde Suparta, S.Pd.,M.Pd mengapresiasi kreativitas dan inovasi siswanya yang tergabung dalam Ekstrakurikuler KIR. Menurutnya, kreasi itu sudah sejalan dengan visi-misi sekolah yang Cerdas, Kompetitif, dan Berwawasan Lingkungan

Pihaknya pun tetap mendorong agar anak didiknya menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Utamanya membantu mengatasi masalah sosial dan lingkungan. Terkait dengan produk ini, pihaknya juga mendorong agar Tim KIR Smanser melakukan uji klinis terhadap produk yang dihasilkan, sehingga nantinya kualitasnya semakin baik.

“Selama ini sekolah tetap memberikan dukungan dan berusaha memfasilitasi, baik berupa alat atau bahan agar siswa tetap bisa berkreativitas. Hasil ini kami minta agar diduji klinis di lab dengan menggandeng BPOM,” singkatnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/