alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Bungkulan Jadi Sorotan Dewan

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sudah 4 tahun terakhir, jembatan yang menjadi akses utama warga dari Banjar Dinas Kubu Kelod menuju pusat Desa Bungkulan terputus, dan hingga kini  belum diperbaiki. Tak ayal hal itu pun menjadi perbincangan publik. Tak ketinggalan pula anggota DPRD Buleleng.

Salah satu anggota Komisi IV DPR RI Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, sempat meninjau langsung kondisi jembatan tersebut. Ia pun memberikan donasi sebesar Rp 10 juta untuk melakukan perbaikan alur sungai.

Sementaraitu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi mengaku sudah mengusulkan perbaikan sejak tahun lalu. Namun sayang, belum sempat terealisasi karena terjadi pemangkasan anggaran. Sehingga proses perbaikan jembatan terpaksa ditunda. 

“Kondisinya cukup memprihatinkan. Tahun lalu sudah diusulkan. Semoga tidak ada lagi pergeseran anggaran tahun ini,” ungkapnya, Rabu (3/3).

Wandira menyebut pemerintah lebih memilih memprioritaskan kegiatan lain, seperti pembangunan pasar yang dianggap lebih penting. Ia juga menyatakan pembangunan jembatan ini bisa dilakukan lebih awal, tergantung dari komitmen pemerintah daerah.

“Jadi kesannya yang ini (jembatan) terabaikan jadinya. Tapi sekarang sudah selesai. Kami berharap eksekutif segera menyelesaikannya. Karena ini menjadi kebutuhan warga serta untuk kegiatan adat juga,” tegasnya.

Di sisi lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra ST. MM, menegaskan, anggaran untuk perbaikan jembatan Bungkulan sudah disiapkan. Khusus untuk jembatan Bungkulan dialokasikan dalam pagu anggaran sebesar Rp 3,2 Miliar. 

Dokumennya juga sudah diajukan ke Bagian Layanan Pengadaan Setda Buleleng. Sehingga tender bisa segera dilakukan. Menurut Adipta ada tiga jembatan yang akan diperbaiki, yakni jembatan Bungkulan, Jembatan Bakung-Sari Mekar, dan Jembatan Dalem Wanagiri.

“Jembatan itu putus karena banjir bandang yang siklusnya 10 tahun. Rencananya akan kami buat lebih tinggi lagi kontruksinya, agar jika terjadi banjir kembali, tidak menimbulkan kerusakan yang parah,” katanya.

Putusnya jembatan Bungkulan itu diakibatkan karena banjir bandang yang terjadi Februari 2017 silam. Jembatan itu merupakan akses utama dalam kegiatan ekonomi warga, termasuk kegiatan upacara keagamaan, utamanya pitra yadnya. 

Dengan putusnya jembatan tersebut warga terpaksa harus menyeberang sungai apabila ada upacara. Sebab, warga Banjar Dinas Kubu Kelod bermukim di sisi timur sungai. Sementara areal setra (makam) ada di sisi barat sungai.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sudah 4 tahun terakhir, jembatan yang menjadi akses utama warga dari Banjar Dinas Kubu Kelod menuju pusat Desa Bungkulan terputus, dan hingga kini  belum diperbaiki. Tak ayal hal itu pun menjadi perbincangan publik. Tak ketinggalan pula anggota DPRD Buleleng.

Salah satu anggota Komisi IV DPR RI Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, sempat meninjau langsung kondisi jembatan tersebut. Ia pun memberikan donasi sebesar Rp 10 juta untuk melakukan perbaikan alur sungai.

Sementaraitu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi mengaku sudah mengusulkan perbaikan sejak tahun lalu. Namun sayang, belum sempat terealisasi karena terjadi pemangkasan anggaran. Sehingga proses perbaikan jembatan terpaksa ditunda. 

“Kondisinya cukup memprihatinkan. Tahun lalu sudah diusulkan. Semoga tidak ada lagi pergeseran anggaran tahun ini,” ungkapnya, Rabu (3/3).

Wandira menyebut pemerintah lebih memilih memprioritaskan kegiatan lain, seperti pembangunan pasar yang dianggap lebih penting. Ia juga menyatakan pembangunan jembatan ini bisa dilakukan lebih awal, tergantung dari komitmen pemerintah daerah.

“Jadi kesannya yang ini (jembatan) terabaikan jadinya. Tapi sekarang sudah selesai. Kami berharap eksekutif segera menyelesaikannya. Karena ini menjadi kebutuhan warga serta untuk kegiatan adat juga,” tegasnya.

Di sisi lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra ST. MM, menegaskan, anggaran untuk perbaikan jembatan Bungkulan sudah disiapkan. Khusus untuk jembatan Bungkulan dialokasikan dalam pagu anggaran sebesar Rp 3,2 Miliar. 

Dokumennya juga sudah diajukan ke Bagian Layanan Pengadaan Setda Buleleng. Sehingga tender bisa segera dilakukan. Menurut Adipta ada tiga jembatan yang akan diperbaiki, yakni jembatan Bungkulan, Jembatan Bakung-Sari Mekar, dan Jembatan Dalem Wanagiri.

“Jembatan itu putus karena banjir bandang yang siklusnya 10 tahun. Rencananya akan kami buat lebih tinggi lagi kontruksinya, agar jika terjadi banjir kembali, tidak menimbulkan kerusakan yang parah,” katanya.

Putusnya jembatan Bungkulan itu diakibatkan karena banjir bandang yang terjadi Februari 2017 silam. Jembatan itu merupakan akses utama dalam kegiatan ekonomi warga, termasuk kegiatan upacara keagamaan, utamanya pitra yadnya. 

Dengan putusnya jembatan tersebut warga terpaksa harus menyeberang sungai apabila ada upacara. Sebab, warga Banjar Dinas Kubu Kelod bermukim di sisi timur sungai. Sementara areal setra (makam) ada di sisi barat sungai.


Most Read

Artikel Terbaru

/