alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

PLN Catat Beban Puncak Saat Nyepi 545,5 MW

DENPASAR, BALI EXPRESS – PLN UID Bali mencatat beban puncak kelistrikan saat Hari Raya Nyepi tahun 2022 (3/3) mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Yang mana, beban puncak saat Nyepi hingga pukul 19.00 Wita mencapai 545,5 MegaWatt (MW), mengalami peningkatan dari tahun 2021 lalu yang tercatat sebesar 485 MW.

 

Sebelumnya, PLN UID Bali memperkirakan beban puncak Nyepi ada pada angka 615 MW. “Tahun 2021 lalu sebesar 485 MW. Nyepi tahun ini 545,5 MW sampai pukul 19.00 Wita. Untuk data detail tarifnya kami belum ada, tetapi secara garis besar tarif tertinggi ada di pemakaian rumah tangga,” kata Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya, saat dihubungi Jumat (4/3).

 

Terkait soal nyala listrik pada Hari Raya Nyepi tahun ini, PLN menegaskan bahwa pihaknya tidak mematikan listrik pada saat Nyepi. Hal ini, lantaran masih banyak masyarakat yang berasumsi bahwa pada saat Nyepi, PLN akan mematikan listrik. “Tidak, kecuali di daerah-daerah Nusa Penida, itu karena masih menggunakan pembangkit dan berdasarkan permintaan dari aparatur setempat dari tahun ke tahun listriknya pada saat Nyepi dipadamkan,” jelasnya.

 

Selain itu, pihaknya pun menyiagakan personil yang bersiaga di kantor PLN. Namun hingga Nyepi berakhir, Arya mengungkapkan, tidak ada gangguan kelistrikan yang bersifat urgent selama Nyepi kali ini. “Aman, tidak ada laporan gangguan listrik yang bersifat urgent,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – PLN UID Bali mencatat beban puncak kelistrikan saat Hari Raya Nyepi tahun 2022 (3/3) mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Yang mana, beban puncak saat Nyepi hingga pukul 19.00 Wita mencapai 545,5 MegaWatt (MW), mengalami peningkatan dari tahun 2021 lalu yang tercatat sebesar 485 MW.

 

Sebelumnya, PLN UID Bali memperkirakan beban puncak Nyepi ada pada angka 615 MW. “Tahun 2021 lalu sebesar 485 MW. Nyepi tahun ini 545,5 MW sampai pukul 19.00 Wita. Untuk data detail tarifnya kami belum ada, tetapi secara garis besar tarif tertinggi ada di pemakaian rumah tangga,” kata Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya, saat dihubungi Jumat (4/3).

 

Terkait soal nyala listrik pada Hari Raya Nyepi tahun ini, PLN menegaskan bahwa pihaknya tidak mematikan listrik pada saat Nyepi. Hal ini, lantaran masih banyak masyarakat yang berasumsi bahwa pada saat Nyepi, PLN akan mematikan listrik. “Tidak, kecuali di daerah-daerah Nusa Penida, itu karena masih menggunakan pembangkit dan berdasarkan permintaan dari aparatur setempat dari tahun ke tahun listriknya pada saat Nyepi dipadamkan,” jelasnya.

 

Selain itu, pihaknya pun menyiagakan personil yang bersiaga di kantor PLN. Namun hingga Nyepi berakhir, Arya mengungkapkan, tidak ada gangguan kelistrikan yang bersifat urgent selama Nyepi kali ini. “Aman, tidak ada laporan gangguan listrik yang bersifat urgent,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/