alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Kanker Serviks Dapat Dicegah dengan Vaksin HPV

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kanker pada manusia menjadi salah satu penyebab kematian yang sangat ditakuti, di Indonesia Kanker Serviks menjadi kanker yang mendudukinposiai pertama sebagai penyebab kematian wanita di Indonesia. Meskioun sangat ganas, namun kanker ini bisa dicegah, seperti apa pencegahannya?

 

Dokter Spesialis Kandungan Health360.id Klinik, dr. Yudi Prawira Winata, Sp.OG, mengatakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi nomor tiga di dunia. “Karena di Indonesia setiap satu jam dua wanita meninggal akibat kanker serviks,” jelasnya, Minggu (4/4).

 

Lantas apa itu kanker serviks? dr. Yudi menjelaskan serviks adalah leher yang menghubungkan antara vagina dan leher rahim. Kanker serviks adalah kanker yang menyerang leher rahim yang disebabkan oleh infeksi virus HPV atau Human Papilomavirus. Penyebab utama dari penyakit ini, dilanjutkan dr.Yudi 99,7 persen disebabkan oleh infeksi virus HPV.

Baca Juga :  Gek Mita, Gadis Miskin Kena Kanker Serviks, Butuh Bantuan

 

Virus ini terdapat dimana saja dan dapat menyerang siapa saja, sehingga bisa dikatakan 80 persen wanita yang sudah berhubungan seksual  tanpa disadari pernah terinfeksi HPV karena tidak menunjukkan gejala apapun.

 

Potensi terjangkitnya virus ini, bisa terjadi pada siapa saja, baik itu wanita dengan single patner seksual, apalagi wanita yang sering berganti pasangan, dipastikan potensi terinfeksi virus HPV sangat besar. “Tingginya angka kematian akibat kanker serviks disebabkan oleh ketidakpedulian dari wanita untuk memeriksakan diri ke dokter karena berbagai alasan,” lanjutnya.

 

Vaksin adalah salah satu upaya pencegahan terjangkit kanker serviks pada wanita. Untuk pemberian vaksin ini bisa diberikan sejak usia dini atau efektif diberikan sejak anak berusia 9-12 tahun. Ketika sudah dewasa dan aktif melakukan hubungan seksual, maka wajib melakukan reat direksi dini secara rutin.

Baca Juga :  Satu Korban Tertimpa Pohon Asam Meninggal, Dua Masih Dirawat¬† ¬†

 

Pap smear merupakan salah satu metode pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks. Tujuan dari pap smear ini adalah untuk melihat pertumbuhan sel. Selain itu saat ini sudah ada test yang lebih efektif dan akurat yakni year HPV. 

Jika pap smear bertujuan untuk melihat perubahan sel yang terjadi akibat virus HPV, maka test HVP bisa mendeteksi lebih awal dengan mengetahui ada atau tidaknya virus HPV, yakni virus yang menyebabkan terjadinya kanker serviks pada wanita. 

 

“Meskipun sudah pernah melakukan vaksin, tetap harus melakukan test HPV karena sub type virus HPV sangat banyak, sehingg jika sudah melakukan hubungan seksual, pencegahan yang paling tepat adalah melakukan mencegah kanker serviks,” tambahnya. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kanker pada manusia menjadi salah satu penyebab kematian yang sangat ditakuti, di Indonesia Kanker Serviks menjadi kanker yang mendudukinposiai pertama sebagai penyebab kematian wanita di Indonesia. Meskioun sangat ganas, namun kanker ini bisa dicegah, seperti apa pencegahannya?

 

Dokter Spesialis Kandungan Health360.id Klinik, dr. Yudi Prawira Winata, Sp.OG, mengatakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi nomor tiga di dunia. “Karena di Indonesia setiap satu jam dua wanita meninggal akibat kanker serviks,” jelasnya, Minggu (4/4).

 

Lantas apa itu kanker serviks? dr. Yudi menjelaskan serviks adalah leher yang menghubungkan antara vagina dan leher rahim. Kanker serviks adalah kanker yang menyerang leher rahim yang disebabkan oleh infeksi virus HPV atau Human Papilomavirus. Penyebab utama dari penyakit ini, dilanjutkan dr.Yudi 99,7 persen disebabkan oleh infeksi virus HPV.

Baca Juga :  Tabung Gas Setrika Uap Meledak di Bongan

 

Virus ini terdapat dimana saja dan dapat menyerang siapa saja, sehingga bisa dikatakan 80 persen wanita yang sudah berhubungan seksual  tanpa disadari pernah terinfeksi HPV karena tidak menunjukkan gejala apapun.

 

Potensi terjangkitnya virus ini, bisa terjadi pada siapa saja, baik itu wanita dengan single patner seksual, apalagi wanita yang sering berganti pasangan, dipastikan potensi terinfeksi virus HPV sangat besar. “Tingginya angka kematian akibat kanker serviks disebabkan oleh ketidakpedulian dari wanita untuk memeriksakan diri ke dokter karena berbagai alasan,” lanjutnya.

 

Vaksin adalah salah satu upaya pencegahan terjangkit kanker serviks pada wanita. Untuk pemberian vaksin ini bisa diberikan sejak usia dini atau efektif diberikan sejak anak berusia 9-12 tahun. Ketika sudah dewasa dan aktif melakukan hubungan seksual, maka wajib melakukan reat direksi dini secara rutin.

Baca Juga :  Soal Bule Naik Palinggih, KMHDI Bali Berharap Tak Terulang Kembali

 

Pap smear merupakan salah satu metode pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks. Tujuan dari pap smear ini adalah untuk melihat pertumbuhan sel. Selain itu saat ini sudah ada test yang lebih efektif dan akurat yakni year HPV. 

Jika pap smear bertujuan untuk melihat perubahan sel yang terjadi akibat virus HPV, maka test HVP bisa mendeteksi lebih awal dengan mengetahui ada atau tidaknya virus HPV, yakni virus yang menyebabkan terjadinya kanker serviks pada wanita. 

 

“Meskipun sudah pernah melakukan vaksin, tetap harus melakukan test HPV karena sub type virus HPV sangat banyak, sehingg jika sudah melakukan hubungan seksual, pencegahan yang paling tepat adalah melakukan mencegah kanker serviks,” tambahnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/