alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Duh! Solar Langka, Sejumlah Petani Gigit Jari, Terpaksa Tunda Olah Lahan

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ternyata tak hanya membuat pusing para sopir truk, namun juga membuat para petani kelimpungan. Bagaimana tidak, para petani yang memasuki masa olah sawah terpaksa menunda untuk mengolah sawahnya karena kelangkaan solar. Pasalnya mereka mengolah sawah dengan traktor.

 

Seperti halnya yang disampaikan Pekaseh Subak Pering Tengah, I Ketut Lendra. Menurutnya sejak beberapa pekan lalu keberadaan solar langka diwilayahnya. Hal itu pun membuat sejumlah petani yang memiliki traktor diatas 8 PK tidak terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk mengolah sawahnya. “Petani kami terpaksa diam, karena pembelian solar untuk mesin traktor tidak dilayani. Katanya solarnya juga terbatas, harus bawa mobil khusus, kami tidak punya mobil itu, bawa jerigen ditolak,” ungkapnya Senin (4/4).

 

Kondisi itu membuat  beberapa petani menunda pengolahan sawah. Padahal saat ini air irigasi sudah lancar. Dan karena tidak bisa berbuat banyak, juga ada petani yang memilih untuk mengontrakkan lahannya untuk ditanami komoditi semangka dan mentimun hingga jagung dan kacang-kacangan. “Pengolahan sawah yang terhambat membuat masa tanam tidak sesuai jadwal, sehingga petani tidak bida dipaksa menanam padi,” lanjutnya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan jika Subak Pering terdiri dari empat tempek, ada lahan sekitar 180 hektar, namun sebagian sedang masa persiapan tanam. Sehingga pihaknya pun berharap pemerintah dapat memperhatikan petani.

 

“Kami berharap tidak dihambat dalam mendapatkan premium atau solar, karena mesin kecil di bawah 8 PK menggunakan premium. Apalagi kebutuhan solar untuk petani tidak banyak dan hanya satu kali masa tanam saja. Semoga keadaan segera normal,” pungkas Lendra.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ternyata tak hanya membuat pusing para sopir truk, namun juga membuat para petani kelimpungan. Bagaimana tidak, para petani yang memasuki masa olah sawah terpaksa menunda untuk mengolah sawahnya karena kelangkaan solar. Pasalnya mereka mengolah sawah dengan traktor.

 

Seperti halnya yang disampaikan Pekaseh Subak Pering Tengah, I Ketut Lendra. Menurutnya sejak beberapa pekan lalu keberadaan solar langka diwilayahnya. Hal itu pun membuat sejumlah petani yang memiliki traktor diatas 8 PK tidak terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk mengolah sawahnya. “Petani kami terpaksa diam, karena pembelian solar untuk mesin traktor tidak dilayani. Katanya solarnya juga terbatas, harus bawa mobil khusus, kami tidak punya mobil itu, bawa jerigen ditolak,” ungkapnya Senin (4/4).

 

Kondisi itu membuat  beberapa petani menunda pengolahan sawah. Padahal saat ini air irigasi sudah lancar. Dan karena tidak bisa berbuat banyak, juga ada petani yang memilih untuk mengontrakkan lahannya untuk ditanami komoditi semangka dan mentimun hingga jagung dan kacang-kacangan. “Pengolahan sawah yang terhambat membuat masa tanam tidak sesuai jadwal, sehingga petani tidak bida dipaksa menanam padi,” lanjutnya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan jika Subak Pering terdiri dari empat tempek, ada lahan sekitar 180 hektar, namun sebagian sedang masa persiapan tanam. Sehingga pihaknya pun berharap pemerintah dapat memperhatikan petani.

 

“Kami berharap tidak dihambat dalam mendapatkan premium atau solar, karena mesin kecil di bawah 8 PK menggunakan premium. Apalagi kebutuhan solar untuk petani tidak banyak dan hanya satu kali masa tanam saja. Semoga keadaan segera normal,” pungkas Lendra.


Most Read

Artikel Terbaru

/