alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Soroti Kelangkaan Pertalite, Nyoman Parta Nilai Menteri BUMN Salah Antisipasi

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax membuat pengguna Pertamax beralih menggunakan Pertalite. Sedangkan stok Pertalite sengaja dibatasi. Kondisi inilah yang membuat ketersediaan Pertalite menjadi langka.

 

Hal tersebut diungkapkan anggota DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta, Senin (4/4). Ia melihat Kementerian BUMN salah mengambil langkah antisipasi. Dimana diprediksi jika pengguna Pertamax akan tetap menggunakan Pertamax meskipun harganya naik. Mengingat pengguna Pertamax merupakan masyarakat kalangan menengah keatas. “Tapi kenyataannya saya amati keliling di SPBU di daerah Denpasar, justru banyak pengguna mobil mewah yang biasa dengan Pertamax malah mengisi bensin pada Pertalite,” ungkapnya Senin (4/4).

 

Disamping itu, kebijakan Pertamina juga menjadi penyebab kelangkaan Pertalite di lapangan saat ini. Pertamina ingin agar mayarakat beralih ke Pertamax di lain sisi Pertalite dibatasi. Namun politisi asal Guwang itu membantah hal ditu dikatakan monopoli. “Indikasi monopoli belum ada. Karena memang kebijakan Pertamina membatasi pembelian Pertalite agar beralih ke Pertamax. Pertamina saat ini menjatah orang, kalau dulu SPBU saat ini order barang langsung datang. Kalau sekarang belum tentu bisa datang hari ini. Karena kalau sekarang tergantung pengirimnya (pertamina),” bebernya.

 

Pemerintah mengurangi Pertalite agar pengguna Pertamax tetap pada Pertamax dan masyarakat beralih ke Pertamax. “Tapi di lapangan seperti itu. Justru pengguna mobil-mobil mewah yang biasa menggunakan Pertamax malah beralih ke Pertalite,” lanjutnya.

 

Sebab menurutnya situasi ekonomi masyarakat saat ini  belum memungkinkan masyarakat untuk beralih ke Pertamax. Sehingga pihaknya akan melakukan rapat dengan Kementerian BUMN membahas hal tersebut. “Terutama UMKM kita tukang sensor, nelayan, itu semua rakyat kecil yang merasakan dampaknya,” pungkasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax membuat pengguna Pertamax beralih menggunakan Pertalite. Sedangkan stok Pertalite sengaja dibatasi. Kondisi inilah yang membuat ketersediaan Pertalite menjadi langka.

 

Hal tersebut diungkapkan anggota DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta, Senin (4/4). Ia melihat Kementerian BUMN salah mengambil langkah antisipasi. Dimana diprediksi jika pengguna Pertamax akan tetap menggunakan Pertamax meskipun harganya naik. Mengingat pengguna Pertamax merupakan masyarakat kalangan menengah keatas. “Tapi kenyataannya saya amati keliling di SPBU di daerah Denpasar, justru banyak pengguna mobil mewah yang biasa dengan Pertamax malah mengisi bensin pada Pertalite,” ungkapnya Senin (4/4).

 

Disamping itu, kebijakan Pertamina juga menjadi penyebab kelangkaan Pertalite di lapangan saat ini. Pertamina ingin agar mayarakat beralih ke Pertamax di lain sisi Pertalite dibatasi. Namun politisi asal Guwang itu membantah hal ditu dikatakan monopoli. “Indikasi monopoli belum ada. Karena memang kebijakan Pertamina membatasi pembelian Pertalite agar beralih ke Pertamax. Pertamina saat ini menjatah orang, kalau dulu SPBU saat ini order barang langsung datang. Kalau sekarang belum tentu bisa datang hari ini. Karena kalau sekarang tergantung pengirimnya (pertamina),” bebernya.

 

Pemerintah mengurangi Pertalite agar pengguna Pertamax tetap pada Pertamax dan masyarakat beralih ke Pertamax. “Tapi di lapangan seperti itu. Justru pengguna mobil-mobil mewah yang biasa menggunakan Pertamax malah beralih ke Pertalite,” lanjutnya.

 

Sebab menurutnya situasi ekonomi masyarakat saat ini  belum memungkinkan masyarakat untuk beralih ke Pertamax. Sehingga pihaknya akan melakukan rapat dengan Kementerian BUMN membahas hal tersebut. “Terutama UMKM kita tukang sensor, nelayan, itu semua rakyat kecil yang merasakan dampaknya,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/