24.8 C
Denpasar
Monday, November 28, 2022

SDN 2 Tulamben yang Rusak Belum Bisa Direnovasi, Ini Alasannya

BALI EXPRESS, AMLAPURA- Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem menanggapi persoalan ruang kelas bocor dan retak-retak di SDN 2 Tulamben, Kecamatan Kubu (Bali Express 3/5 kemarin). Kadisdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika mengaku akan segera mengutus staf teknis, mengecek kondisi riil sekolah yang berada di Dusun Batudawa Klod, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu itu.

Menurut Kartika, pihak sekolah tidak ada mengajukan proposal perbaikan ruangan sebagaimana disampaikan Kepala SD N 2 Tulamben I Made Sumerta. “Entah di mana dikirim proposalnya. Yang jelas tidak ada masuk ke kantor (Disdikpora),” ujar Kartika kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Kamis (3/5) kemarin.

Tanpa adanya proposal itu, Disdikpora tidak bisa menganggarkan perbaikan. Instansi tersebut hanya akan menganggarkan perbaikan bagi sekolah yang mengajukan proposal, disertai data kondisi sekolahnya.  Kartika juga memastikan, kerusakan  sekolah tersebut tidak bisa dilakukan tahun ini. Paling cepat bisa dianggarkan pada APBD 2019.

Baca Juga :  TPA Sente Masih jadi Tempat Mengais Rezeki bagi Sejumlah Warga

“Sekarang anggaran sudah berjalan. Dianggarkan APBD Perubahan 2018, saya kira sulit karena waktu mepet. Jadi ya kemungkinan 2019. Kami buat perencanaan dulu,” tegas pejabat asal Sidemen itu.

Disinggung terkait kondisi ruang kelas sekolah SD secara umum di Karangasem, Kartika  mengakui memang masih banyak yang perlu diperbaiki. Pemerintah, tegas dia, setiap tahun sudah menganggarkan rehab maupun pembangunan ruang kelas baru. Dananya bersumber dari APBD kabupaten, dan dana alokasi khusus (DAK). “Berapa jumlahnya yang rusak, termasuk anggaran perbaikan, saya lagi tidak pegang data. Biar tidak salah ya,” tandas Kartika.

Terpisah, Kasi Sarana dan Prasarana Disdikpora Karangasem, I Wayan Warjana menyebutkan sekitar 30 persen ruang kelas SDN di Karangasem mengalami kerusakan.  Hanya saja, tak dirinci jumlah yang rusak ringan, sedang maupun rusak berat. Pihaknya sebatas menyebutkan jumlah ruang kelas SDN secara keseluruhan tembus 2.200 ruang kelas.

Baca Juga :  Satpol PP Klungkung Rutin Pantau Prokes di Sekolah

Dari jumlah tersebut 30 persennya rusak.  Ia pun memastikan  pemerintah setiap tahun menganggarkan rehab maupun pembangunan ruang kelas baru. Tahun ini dianggarkan Rp 6,9 miliar untuk rehab termasuk pembangunan ruang kelas baru. Sepakat dengan kadisdikpora, pihaknya memastikan  SDN 2 Tulamben tidak terdaftar dalam rehab tahun ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ruang kelas SDN 2 Tulamben bertahun-tahun bocor.  Bangunan sekolah  itu juga sudah retak-retak, sehingga siswa khawatir. Mereka takut ruang kelas itu roboh. Kepala SDN 2 Tulamben I Made Sumerta mengaku sudah mengajukan proposal perbaikan, namun tak kunjung ada kejelasan dari Disdikpora Karangasem.

Selain SDN 2 Tulamben, sekolah rusak yang terungkap ke publik yakni SDN 7 Duda Timur, Kecamatan Selat. Lama tak dapat perbaikan, plafon ruang kelas II sekolah setempat akhirnya jebol, Rabu (4/4) lalu. 


BALI EXPRESS, AMLAPURA- Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem menanggapi persoalan ruang kelas bocor dan retak-retak di SDN 2 Tulamben, Kecamatan Kubu (Bali Express 3/5 kemarin). Kadisdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika mengaku akan segera mengutus staf teknis, mengecek kondisi riil sekolah yang berada di Dusun Batudawa Klod, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu itu.

Menurut Kartika, pihak sekolah tidak ada mengajukan proposal perbaikan ruangan sebagaimana disampaikan Kepala SD N 2 Tulamben I Made Sumerta. “Entah di mana dikirim proposalnya. Yang jelas tidak ada masuk ke kantor (Disdikpora),” ujar Kartika kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Kamis (3/5) kemarin.

Tanpa adanya proposal itu, Disdikpora tidak bisa menganggarkan perbaikan. Instansi tersebut hanya akan menganggarkan perbaikan bagi sekolah yang mengajukan proposal, disertai data kondisi sekolahnya.  Kartika juga memastikan, kerusakan  sekolah tersebut tidak bisa dilakukan tahun ini. Paling cepat bisa dianggarkan pada APBD 2019.

Baca Juga :  Disdik Serahkan Aturan Pembelian Seragam ke Masing-masing Sekolah

“Sekarang anggaran sudah berjalan. Dianggarkan APBD Perubahan 2018, saya kira sulit karena waktu mepet. Jadi ya kemungkinan 2019. Kami buat perencanaan dulu,” tegas pejabat asal Sidemen itu.

Disinggung terkait kondisi ruang kelas sekolah SD secara umum di Karangasem, Kartika  mengakui memang masih banyak yang perlu diperbaiki. Pemerintah, tegas dia, setiap tahun sudah menganggarkan rehab maupun pembangunan ruang kelas baru. Dananya bersumber dari APBD kabupaten, dan dana alokasi khusus (DAK). “Berapa jumlahnya yang rusak, termasuk anggaran perbaikan, saya lagi tidak pegang data. Biar tidak salah ya,” tandas Kartika.

Terpisah, Kasi Sarana dan Prasarana Disdikpora Karangasem, I Wayan Warjana menyebutkan sekitar 30 persen ruang kelas SDN di Karangasem mengalami kerusakan.  Hanya saja, tak dirinci jumlah yang rusak ringan, sedang maupun rusak berat. Pihaknya sebatas menyebutkan jumlah ruang kelas SDN secara keseluruhan tembus 2.200 ruang kelas.

Baca Juga :  Desa Devisa Garam Diresmikan, Gubernur Apresiasi LPEI dan DJKN

Dari jumlah tersebut 30 persennya rusak.  Ia pun memastikan  pemerintah setiap tahun menganggarkan rehab maupun pembangunan ruang kelas baru. Tahun ini dianggarkan Rp 6,9 miliar untuk rehab termasuk pembangunan ruang kelas baru. Sepakat dengan kadisdikpora, pihaknya memastikan  SDN 2 Tulamben tidak terdaftar dalam rehab tahun ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ruang kelas SDN 2 Tulamben bertahun-tahun bocor.  Bangunan sekolah  itu juga sudah retak-retak, sehingga siswa khawatir. Mereka takut ruang kelas itu roboh. Kepala SDN 2 Tulamben I Made Sumerta mengaku sudah mengajukan proposal perbaikan, namun tak kunjung ada kejelasan dari Disdikpora Karangasem.

Selain SDN 2 Tulamben, sekolah rusak yang terungkap ke publik yakni SDN 7 Duda Timur, Kecamatan Selat. Lama tak dapat perbaikan, plafon ruang kelas II sekolah setempat akhirnya jebol, Rabu (4/4) lalu. 


Most Read

Artikel Terbaru

/