alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Dapat Kelonggaran, Pasar Senggol Boleh Buka sampai Pukul 22.00

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Pedagang Pasar Senggol di Kabupaten Klungkung mendapatkan kelonggaran. Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mereka boleh berjualan sampai pukul 22.00. Ini berlaku untuk semua Pasar Senggol di Gumi Serombotan.

Demikian disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat memantau pelaksanaan PPKM Darurat hari pertama, Sabtu (3/7) malam. Terlepas dari kelonggaran itu, Suwirta menegaskan bahwa ada rambu-rambu yang harus dipatuhi di Pasar Senggol.  Di antaranya, pembeli tidak diizinkan makan di lokasi.  

Makanan harus dibungkus untuk dibawa pulang. Hal tersebut guna menghindari timbulnya keramaian. Agar tidak ada pembeli makan di lokasi, lanjut Suwirta, para pedagang diimbau tidak menyediakan tempat duduk untuk pengunjung.

Selain memantau Pasar Senggol, hari pertama PPKM Darurta, Suwirta bersama Satgas Covid-19 Klungkung juga memantau sejumlah tempat. Di antaranya monumen, Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, pertokoan di Jalan Diponegoro, hingga patroli di Seputaran Kota Semarapura.  Secara umum, diakuinya masyarakat telah memahami PPKM Darurat. Toko modern seputaran kota sudah tutup pukul 20.00. “Kami paham psikologi masyarakat di  tengah situasi pandemi ini. Namun keselamatan masyarakat adalah yang utama,” jelas politikus PDIP itu.

Bupati  asal Ceningan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini berharap masyarakat mematuhi semua instruksi selama PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Sehingga kasus Covid-19 bisa turun, dan PPKM Darurat tidak diperpanjang lagi.


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Pedagang Pasar Senggol di Kabupaten Klungkung mendapatkan kelonggaran. Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mereka boleh berjualan sampai pukul 22.00. Ini berlaku untuk semua Pasar Senggol di Gumi Serombotan.

Demikian disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat memantau pelaksanaan PPKM Darurat hari pertama, Sabtu (3/7) malam. Terlepas dari kelonggaran itu, Suwirta menegaskan bahwa ada rambu-rambu yang harus dipatuhi di Pasar Senggol.  Di antaranya, pembeli tidak diizinkan makan di lokasi.  

Makanan harus dibungkus untuk dibawa pulang. Hal tersebut guna menghindari timbulnya keramaian. Agar tidak ada pembeli makan di lokasi, lanjut Suwirta, para pedagang diimbau tidak menyediakan tempat duduk untuk pengunjung.

Selain memantau Pasar Senggol, hari pertama PPKM Darurta, Suwirta bersama Satgas Covid-19 Klungkung juga memantau sejumlah tempat. Di antaranya monumen, Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, pertokoan di Jalan Diponegoro, hingga patroli di Seputaran Kota Semarapura.  Secara umum, diakuinya masyarakat telah memahami PPKM Darurat. Toko modern seputaran kota sudah tutup pukul 20.00. “Kami paham psikologi masyarakat di  tengah situasi pandemi ini. Namun keselamatan masyarakat adalah yang utama,” jelas politikus PDIP itu.

Bupati  asal Ceningan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini berharap masyarakat mematuhi semua instruksi selama PPKM Darurat 3-20 Juli 2021. Sehingga kasus Covid-19 bisa turun, dan PPKM Darurat tidak diperpanjang lagi.


Most Read

Artikel Terbaru

/