alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Malam Pertama PPKM Darurat, Kapolres dan Sekda Borong Nasi Jinggo

GIANYAR, BALI EXPRESS – Penerapan PPKM Darurat membuat rumah makan, supermarket, mall, pedagang, dan usaha lainnya harus tutup pukul 20.00 WITA. Hal itu jelas membuat para pedagang dan pemilik usaha sangat kecewa terutama yang baru berjualan pada sore hingga malam hari. Maka dari itu tak sedikit pedagang dan pemilik usaha yang mencoba mengulur jam tutup pada pelaksanaan PPKM darurat hari pertama di Kabupaten Gianyar, Sabtu (3/7).

Dari pantauan di lapangan, saat Satgas Covid-19 melakukan patroli pada Sabtu malam, terpantau sebagian pedagang rupanya masih mencoba mengulur jam tutup dengan alasan dagangannya belum habis. Seperti halnya yang dikatakan Mustofa, 34, pedagang martabak di kawasan Kota Gianyar. Ia mengaku tak bisa berbuat banyak atas penerapan PPKM darurat tersebut. Padahal hal itu membuat pendapatannya jauh berkurang dari hari biasanya. “Saya baru mulai jualan jam 6, sedangkan jam 8 sudah tutup. Padahal ramenya itu ya jam-jam segitu,” ungkapnya.

Disisi lain, Kapolres Gianyar, bersama Sekda Gianyar, dan Danramil Gianyar, yang memimpin patroli langsung memborong nasi jinggo dari pada pedagang yang jumlahnya terbilang masih banyak namun waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WITA. Dan apabila ada pedagang yang membandel dan nekat tetap berjualan melebihi pukul 20.00 WITA maka pihaknya akan memberikan tindakan tegas.

Kendatipun demikian, sebagian besar toko di pusat Kota Gianyar sudah paham dan tutup pada pukul 20.00 WITA. Namun tak sedikit pula yang baru bergegas menutup warungnya begitu melihat ada rombongan petugas. 

Kapolres Gianyar AKBP I Made Bayu Sutha Sartana mengatakan bahwa  operasi yang digelar bukan bermaksud untuk membatasi kegiatan masyarakat khususnya untuk mencari nafkah. Namun upaya itu dilakukan untuk  mengajak seluruh komponen bersama-sama menekan penyebaran Virus Covid-19. 

“Dalam kondisi ini, Bali sebagai tempat wisata sangat rentan terpapar. Maka dari pihaknya yakin jika semua pihak memiliki kesadaran maka pandemi ini akan cepat  berlalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan pihaknya juga melakukan pemantauan di tempat-tempat keramaian lainnya. Ada juga tim yang bergerak di daerah pesisir yakni di Jalan Bypass IB Mantra. “Tapi kita tidak tidak menemukan kafe-kafe yang masih buka,” tandasnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Penerapan PPKM Darurat membuat rumah makan, supermarket, mall, pedagang, dan usaha lainnya harus tutup pukul 20.00 WITA. Hal itu jelas membuat para pedagang dan pemilik usaha sangat kecewa terutama yang baru berjualan pada sore hingga malam hari. Maka dari itu tak sedikit pedagang dan pemilik usaha yang mencoba mengulur jam tutup pada pelaksanaan PPKM darurat hari pertama di Kabupaten Gianyar, Sabtu (3/7).

Dari pantauan di lapangan, saat Satgas Covid-19 melakukan patroli pada Sabtu malam, terpantau sebagian pedagang rupanya masih mencoba mengulur jam tutup dengan alasan dagangannya belum habis. Seperti halnya yang dikatakan Mustofa, 34, pedagang martabak di kawasan Kota Gianyar. Ia mengaku tak bisa berbuat banyak atas penerapan PPKM darurat tersebut. Padahal hal itu membuat pendapatannya jauh berkurang dari hari biasanya. “Saya baru mulai jualan jam 6, sedangkan jam 8 sudah tutup. Padahal ramenya itu ya jam-jam segitu,” ungkapnya.

Disisi lain, Kapolres Gianyar, bersama Sekda Gianyar, dan Danramil Gianyar, yang memimpin patroli langsung memborong nasi jinggo dari pada pedagang yang jumlahnya terbilang masih banyak namun waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WITA. Dan apabila ada pedagang yang membandel dan nekat tetap berjualan melebihi pukul 20.00 WITA maka pihaknya akan memberikan tindakan tegas.

Kendatipun demikian, sebagian besar toko di pusat Kota Gianyar sudah paham dan tutup pada pukul 20.00 WITA. Namun tak sedikit pula yang baru bergegas menutup warungnya begitu melihat ada rombongan petugas. 

Kapolres Gianyar AKBP I Made Bayu Sutha Sartana mengatakan bahwa  operasi yang digelar bukan bermaksud untuk membatasi kegiatan masyarakat khususnya untuk mencari nafkah. Namun upaya itu dilakukan untuk  mengajak seluruh komponen bersama-sama menekan penyebaran Virus Covid-19. 

“Dalam kondisi ini, Bali sebagai tempat wisata sangat rentan terpapar. Maka dari pihaknya yakin jika semua pihak memiliki kesadaran maka pandemi ini akan cepat  berlalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan pihaknya juga melakukan pemantauan di tempat-tempat keramaian lainnya. Ada juga tim yang bergerak di daerah pesisir yakni di Jalan Bypass IB Mantra. “Tapi kita tidak tidak menemukan kafe-kafe yang masih buka,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/