alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

PPKM Darurat, Lomba Kartun Strip Berbahasa Bali Digelar Hybrid

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kendati di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Bali, Yayasan Puri Kauhan Ubud tetap semangat untuk meningkatkan dan melestarikan budaya berbahasa Bali yang dikemas dalam Lomba Kartun Strip Berbahasa Bali bersama Bog-Bog. Bertemakan “Mai Mabasa Bali”, gelaran seni ini diselenggarakan secara hybrid. Namun, penonton bisa menyimak lomba dalam jaringan (daring), sedangkan perlombaan akan berlangsung di studio dengan pembatasan jumlah orang. 

“Lomba ini kami lakukan secara offline dan online. Misalnya workshop, kami gelar Saraswati Sewana, kami lakukan hybrid. Narasumber ada di studio, pendengarnya lewat online, yang diikuti sekitar 200-300 orang,” ujar Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, AA. Ari Dwipayana, dalam sesi jumpa pers di Denpasar, Sabtu (3/7). Di lokasi juga turut hadir kartunis Kadek Pramartha alias Jango dan IB Martinaya alias Gus Martin.

Ari menuturkan, pandemi menjadi momentum transformasi seni, dari konvensional menuju digital. Yang mana, kondisi ini justru memberi kemudahan dalam berkomunikasi. Sehingga pengenalan sastra maupun kesenian kepada generasi muda menjadi lebih efektif. “Nantinya untuk penyerahan hadiah kami juga hybrid. Bahkan kami akan buat pementasan virtual. Ini adalah tantangan baru, bagaimana membuat acara tetap menarik dengan konsep hybrid,” kata dia.

Di sisi lain, kartunis senior, Gus Martin, menyambut baik gelaran pelestarian seni dan budaya Bali semacam ini tetap eksis di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, ini merupakan lomba kartun berbahasa Bali yang pertama dilakukan di Bali. Gelaran ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ia sangat bersyukur Puri Kauhan Ubud mau mengambil peran pelestarian kartun berbahasa Bali. “Karya kartun itu harus bersifat komedikal dan otokritik. Otokritik, di dalam kartun, bukanlah hal asing, bagaiamana kita mengkritik diri kita sendiri. Kartun merupakan salah satu seni bisa masuk ke era milenial dengan lancar, karena berupa gambar,” tuturnya. 

Sementara itu, menurut salah seorang jurnalis yang hadir, Sui Suadnyana, mengapresiasi pagelaran lomba ini. Pelestarian berbahasa Bali dinilainya penting dilakukan di tengah derasnya budaya global masuk ke Bali. “Lomba kartun ini saya harapkan bisa menggugah generasi muda kita untuk kembali bangga menggunakan Bahasa Bali. Sehingga bahasa Bali bisa ajeg,” komentarnya. 

Sebagai informasi, pengiriman karya kartun dapat dilakukan 4 Juli-4 Agustus 2021 mendatang. Karya bisa dikirim ke madebloger@gmail.com dengan tema “Mai Mabasa Bali” dengan menyertakan identitas diri seperti KTP atau SIM dan nomor WA. Sedangkan karya manual bisa dikirim ke alamat Jalan Kedondong Gg. I No. 3 Denpasar, Bali.

Lomba ini bersifat nasional, dapat diikuti jenjang SMP, SMA, Mahasiswa dan Umum. Juara I akan mendapat hadiah uang tunai senilai Rp 6 juta, juara II Rp 4 juta, juara III Rp 3 juta, dan tujuh juara harapan dengan hadiah Rp 1 juta per orang. Masing-masing juga akan mendapat piagam penghargaan. (ika)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kendati di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Bali, Yayasan Puri Kauhan Ubud tetap semangat untuk meningkatkan dan melestarikan budaya berbahasa Bali yang dikemas dalam Lomba Kartun Strip Berbahasa Bali bersama Bog-Bog. Bertemakan “Mai Mabasa Bali”, gelaran seni ini diselenggarakan secara hybrid. Namun, penonton bisa menyimak lomba dalam jaringan (daring), sedangkan perlombaan akan berlangsung di studio dengan pembatasan jumlah orang. 

“Lomba ini kami lakukan secara offline dan online. Misalnya workshop, kami gelar Saraswati Sewana, kami lakukan hybrid. Narasumber ada di studio, pendengarnya lewat online, yang diikuti sekitar 200-300 orang,” ujar Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, AA. Ari Dwipayana, dalam sesi jumpa pers di Denpasar, Sabtu (3/7). Di lokasi juga turut hadir kartunis Kadek Pramartha alias Jango dan IB Martinaya alias Gus Martin.

Ari menuturkan, pandemi menjadi momentum transformasi seni, dari konvensional menuju digital. Yang mana, kondisi ini justru memberi kemudahan dalam berkomunikasi. Sehingga pengenalan sastra maupun kesenian kepada generasi muda menjadi lebih efektif. “Nantinya untuk penyerahan hadiah kami juga hybrid. Bahkan kami akan buat pementasan virtual. Ini adalah tantangan baru, bagaimana membuat acara tetap menarik dengan konsep hybrid,” kata dia.

Di sisi lain, kartunis senior, Gus Martin, menyambut baik gelaran pelestarian seni dan budaya Bali semacam ini tetap eksis di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, ini merupakan lomba kartun berbahasa Bali yang pertama dilakukan di Bali. Gelaran ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ia sangat bersyukur Puri Kauhan Ubud mau mengambil peran pelestarian kartun berbahasa Bali. “Karya kartun itu harus bersifat komedikal dan otokritik. Otokritik, di dalam kartun, bukanlah hal asing, bagaiamana kita mengkritik diri kita sendiri. Kartun merupakan salah satu seni bisa masuk ke era milenial dengan lancar, karena berupa gambar,” tuturnya. 

Sementara itu, menurut salah seorang jurnalis yang hadir, Sui Suadnyana, mengapresiasi pagelaran lomba ini. Pelestarian berbahasa Bali dinilainya penting dilakukan di tengah derasnya budaya global masuk ke Bali. “Lomba kartun ini saya harapkan bisa menggugah generasi muda kita untuk kembali bangga menggunakan Bahasa Bali. Sehingga bahasa Bali bisa ajeg,” komentarnya. 

Sebagai informasi, pengiriman karya kartun dapat dilakukan 4 Juli-4 Agustus 2021 mendatang. Karya bisa dikirim ke madebloger@gmail.com dengan tema “Mai Mabasa Bali” dengan menyertakan identitas diri seperti KTP atau SIM dan nomor WA. Sedangkan karya manual bisa dikirim ke alamat Jalan Kedondong Gg. I No. 3 Denpasar, Bali.

Lomba ini bersifat nasional, dapat diikuti jenjang SMP, SMA, Mahasiswa dan Umum. Juara I akan mendapat hadiah uang tunai senilai Rp 6 juta, juara II Rp 4 juta, juara III Rp 3 juta, dan tujuh juara harapan dengan hadiah Rp 1 juta per orang. Masing-masing juga akan mendapat piagam penghargaan. (ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/