alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Sering Ngaku Mau Mati, Pekak Gantung Diri di Kandang Babi

BADUNG, BALI EXPRESS – Seorang pekak (kakek) bernama I Made Renteg, 65, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/7) pagi hari, di areal kandang babi milik keluarganya, Banjar Pengiasan, Desa Adat Semana, Mambal, Abiansemal, Badung.

Menurut keterangan saksi yaitu adik ipar korban bernama Ni Nyoman Erni Sugiantari, 43, kepada polisi, bahwa saat itu ia datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memberi makan babi peliharaannya. Tetapi dirinya dibuat kaget, lantaran sang kakak ipar sudah tergantung di bambu dengan menggunakan tali plastik warna kuning. 

“Saksi kaget dan takut saat itu, sehingga memanggil anaknya sekaligus keponakan korban,” terang Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa menjelaskan keterangan saksi. Anak saksi yang dipanggil bernama Dedek Krisna Dewanda, 24, bersama dengan satu orang liainnya bernama Made Narta datang ke TKP dan langsung menurunkan kakek yang sudah dalam keadaan meninggal kala itu.

Insiden tersebut pun segera dilaporkan ke Polres Badung. Hasil pemeriksaan dari team identifikasi Polres Badung terhadap tubuh korban yakni tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, keluar air mani dari alat kelamin korban, diperkirakan Renteg sudah meninggal sekitar 4 jam sebelumnya, karena tubuhnya sudah kaku. Selain itu lidah korban  tidak menjulur karena terjerat di bagian belakang leher dan ditemukan luka jerat di leher bagian belakang.

Usut punya usut, kematian ini ternyata sudah dinanti-nantikan oleh korban. Dari keterangan Dewananda, bahwa sehari sebelumnya sang paman sempat berbicara kepada dirinya dengan mengutarakan keinginan untuk mati. “Korban tak ada masalah dengan keluarga atau orang lain, cuma dia sempat berbicara dengan keponakannya, kalau dia ingin mati dan hampir berulang-ulang mengatakan kepada  ponakan dan keluarganya bahwa ingin mengakhiri hidupnya,” tambah Oka.

Renteg mengininkan kematian sebab tidak tahan akan penyakit stroke menahun yang dideritanya, tak kunjung sembuh. Kini pihak keluarga sudah berembug, dengan hasil tidak akan menuntut secara hukum atas meninggalnya korban dengan cara gantung diri. Mereka mengiklaskan kepergian kakek malang itu serta menganggap sebagai musibah. Saat ini jenazah Renteg berada dan dirumah pihak keluarga masih mencari hari baik untuk upacara pengabenan. (ges)


BADUNG, BALI EXPRESS – Seorang pekak (kakek) bernama I Made Renteg, 65, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/7) pagi hari, di areal kandang babi milik keluarganya, Banjar Pengiasan, Desa Adat Semana, Mambal, Abiansemal, Badung.

Menurut keterangan saksi yaitu adik ipar korban bernama Ni Nyoman Erni Sugiantari, 43, kepada polisi, bahwa saat itu ia datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memberi makan babi peliharaannya. Tetapi dirinya dibuat kaget, lantaran sang kakak ipar sudah tergantung di bambu dengan menggunakan tali plastik warna kuning. 

“Saksi kaget dan takut saat itu, sehingga memanggil anaknya sekaligus keponakan korban,” terang Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa menjelaskan keterangan saksi. Anak saksi yang dipanggil bernama Dedek Krisna Dewanda, 24, bersama dengan satu orang liainnya bernama Made Narta datang ke TKP dan langsung menurunkan kakek yang sudah dalam keadaan meninggal kala itu.

Insiden tersebut pun segera dilaporkan ke Polres Badung. Hasil pemeriksaan dari team identifikasi Polres Badung terhadap tubuh korban yakni tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, keluar air mani dari alat kelamin korban, diperkirakan Renteg sudah meninggal sekitar 4 jam sebelumnya, karena tubuhnya sudah kaku. Selain itu lidah korban  tidak menjulur karena terjerat di bagian belakang leher dan ditemukan luka jerat di leher bagian belakang.

Usut punya usut, kematian ini ternyata sudah dinanti-nantikan oleh korban. Dari keterangan Dewananda, bahwa sehari sebelumnya sang paman sempat berbicara kepada dirinya dengan mengutarakan keinginan untuk mati. “Korban tak ada masalah dengan keluarga atau orang lain, cuma dia sempat berbicara dengan keponakannya, kalau dia ingin mati dan hampir berulang-ulang mengatakan kepada  ponakan dan keluarganya bahwa ingin mengakhiri hidupnya,” tambah Oka.

Renteg mengininkan kematian sebab tidak tahan akan penyakit stroke menahun yang dideritanya, tak kunjung sembuh. Kini pihak keluarga sudah berembug, dengan hasil tidak akan menuntut secara hukum atas meninggalnya korban dengan cara gantung diri. Mereka mengiklaskan kepergian kakek malang itu serta menganggap sebagai musibah. Saat ini jenazah Renteg berada dan dirumah pihak keluarga masih mencari hari baik untuk upacara pengabenan. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/